Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Techno

Karateristik Distribusi Sedimen Suspensi pada Sungai Alami Menggunakan Persamaan Rouse Rahmat Bangun Giarto; Bambang Agus Kironoto; Bambang Yulistiyanto; Totok Sulistyo
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 21, No 1 (2020): Techno Volume 21 No.1 April 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v21i1.6668

Abstract

Angkutan sedimen suspensi merupakan permasalah yang kerap terjadi pada sungai alami dan dapat mengakibatkan pendangkalan pada sungai. Aliran air yang tercampur dengan sedimen berbutir kasar (bed load) akan lebih cepat mengendap dibandingkan dengan sedimen berbutir halus (suspended load) yang akan terangkut mengikuti aliran sungai. Hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya kualitas dan kuantitas dalam pemanfaatan air di sungai. Penelitian dilakukan dengan cara mengukur kecepatan dan konsentrasi sedimen suspensi menggunakan dua parameter yaitu pengukuran arah vertikal dan pengukuran arah transversal. Pengukuran menggunakan metode Point Itegrated Sampling (PIS). Opcon Probe digunakan untuk mengukur konsentrasi sedimen suspensi sedangkan propeller currentmeter digunakan untuk pengukuran kecepatan aliran. Pada saat pelaksanaan pengamatan kedua alat ukur tersebut dimasukkan kedalam air yang mengalir pada tampang melintang di sungai. Konsentrasi sedimen suspensi mengalami peningkatan saat  mendekati dasar sungai dan mengalami penurunan saat mendekati permukaan sungai. Persamaan Rouse dapat digunakan dalam mempredisksi distribusi sedimen suspensi pada tengah sungai, sedangkan untuk arah transversal atau posisi tidak ditengah sungai (0,5B) seperti di tepi sungai profil distribusi konsentrasi sedimen suspensi tidak cukup baik untuk memprediksi distribusi konsentrasi sedimen suspensi  dengan persamaan Rouse. Diperlukan faktor koreksi β untuk memprediksi distribusi konsentrasi sedimen suspensi pada tepi sungai dengan nilai faktor koreksi β > 1.Suspension sediment transportation is the problem which is frequently occurs in the bottom of natural rivers, and it sometimes causes rivers shallowing. The mixing between water and coarse grain sediment or bed load will settle down faster rather than finer grain sediment or suspended load that will be transported further by stream water. Due of those can reduce both quality and quantity of river water. This research was conducted by measurement of sediment suspension concentration using two parameters which are vertical and transversal measurement. Point Integrated Sampling was employed in the measurement processes. Opcon probe was used to measure suspended sediment concentration meanwhile the propeller current meter was used to measure water velocity. In the implementation and observation both of measurement tools was drowned in the flowing water, in position  the cross section of rivers. Closer to the rivers bottom, the sediment suspension concentration is increased in the contrary it is decreased in concentration close to the surface. Rouse equation is able to predict the distribution of sediment suspension in the middle of the river, and when the transversal direction or location is not in the middle of river (0.5B) such as in the river profile side, Rouse equation is not good enough to predict the distribution of sediment suspension concentration. The correction factor (β) is needed in predicting concentration  of sediment suspension in rivers side, where  β > 1.
Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton Semen OPC Dan Semen PCC Terhadap Pemanfaatan Sikament-Nn Mariatul Kiptiah; Rahmat Bangun Giarto
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 24, No 1 (2023): Techno Volume 24 NO.1 April 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v24i1.16800

Abstract

Pada tahun 2030, pemerintah mencanangkan target sebesar 29% terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, hal itu dapat didukung dengan mengurangi konsumsi energi industri antara lain semen, kertas, baja dan lainnya. Potensi penurunan emisi CO2 sebesar 3,34 juta ton dapat terpenuhi apabila penggunaan semen OPC (semen konvensional) digantikan dengan semen PCC (semen ramah lingkungan). Penelitian dilakukan untuk mengetauhi pemanfaatan semen OPC dan semen PCC yang telah ditambahkan superplasticizer Sikament-NN. Benda uji yang digunakan adalah silinder dengan tinggi 30 cm dan diameter 15 cm.Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton umur 28 hari dengan menggunakan semen OPC lebih tinggi 4,59%  yakni 29,16 MPa, sedangkan dengan menggunakan semen PCC kuat tekan beton sebesar 27,88 MPa. Pemanfaatan semen OPC ditambahkan dengan sikamen-NN 1% mampu meningkatkan kuat tekan sebesar 46,64% dan pemanfaatan semen PCC ditambahkan dengan sikament-NN 2% mampu meningkatkan kuat tekan 40,96%  dari kuat tekan rencana. Kuat tekan beton umur 7 hari dengan menggunakan semen OPC sebesar 21,09 MPa, sedangkan semen PPC memiliki kuat tekan 17,41 MPa. Penggunaan semen PCC, PCC dengan Sikament-NN 1% dan PCC dengan Sikament-NN 2% mampu meningkatkan kuat tekan beton secara berturut-turut 11,52%, 30,78% dan 40,96% dari kuat tekan rencana umur 28 hari.