Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS LAJU INFILTRASI DENGAN VARIASI PERMUKAAN TANAH DI KOTA BALIKPAPAN Mariatul Kiptiah
JURNAL SIPIL SAINS Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v10i2.2261

Abstract

Hujan yang jatuh sebagian ada yang meresap kedalam tanah langsung dan melimpas kepermukaan menjadi aliran permukaan. Air yang meresap kedalam tanah ini disebut infiltrasi, kondisi ini membawa dampak air hujan yang turun akan meningkatkan volume aliran permukaan dan menghambat resapan air kedalam tanah sehingga menimbulkan genangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai laju infiltrasi dan mengetahui pengaruh nilai kadar air terhadap nilai laju infiltrasi pada variasi permukaan tanah di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode horton dengan menggunakan data pengukuran langsung dengan menggunakan alat double ring infiltrometer  dan menentukan klasifikasi tanah menggunakan analisa saringan. Nilai laju infiltrasi aktual pada lokasi penelitian adalah 9,60–17,28 cm/jam termasuk dalam ketegori sedang–lambat. Sedangkan nilai curah hujan harian maksimum Kota Balikpapan sepanjang Tahun 2019 sampai dengan bulan Mei Tahun 2020 adalah 73,25 mm dimana ± 56 mm (76%) dari curah hujan akan menjadi aliran permukaan yang mengakibatkan genangan pada saat hujan turun. Pemeriksaan kadar air mempunyai pengaruh besar terhadap nilai infiltarsi  berada pada 8 – 25 %, hal ini menunjukan semakin tinggi kadar air yang terkandung dalam tanah sehingga laju infiltrasi lebih kecil dan semakin rendah nilai kadar air dalam tanah air  maka nilai infiltrasinya besar.Kata kunci: Infiltrasi, Double Ring Infiltrometer, Metode Horton
Pendampingan dan Pelatihan Pengajaran Geomatika Menggunakan Perangkat Simusurveyx dan Stake Out Guide di Program Keahlian Geospasial dan Geologi Pertambangan SMKN 1 Balikpapan Mariatul Kiptiah; Totok Sulistyo; Karmila Achmad; Fatmawati Fatmawati; Desak Made Ristia Kartika
Abdimas Universal Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v4i2.253

Abstract

The Geospatial and Mining Geology Expertise Program at SMKN 1 Balikpapan has limitations in terms of facilities and infrastructure, the workshop building uses a former automotive workshop building which is not sufficiently representative as other skill program workshops. In terms of Geomatics practice equipment, two skill programs with resource sharing with very minimal facilities, where the equipment owned are as follows: 3 units of PPD, 1 unit of Digital Theodholite, and 2 units of TS where 1 battery unit is damaged, not proportional to the number of students with geospatial skills as many as 165 people with 6 teachers and 248 skill students with 8 teachers being less than optimal during geomatics practice. The assistance and training of the simulation tool survey and stake out guide carried out by the PkM Poltekba team is an alternative tool for the teaching and learning process in the field of measurement, making it easier for teachers and students to facilitate basic measurements and surveys in the field and reduce the risk of using limited tools so that the teaching and learning process becomes more optimal.
Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton Semen OPC Dan Semen PCC Terhadap Pemanfaatan Sikament-Nn Mariatul Kiptiah; Rahmat Bangun Giarto
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 24, No 1 (2023): Techno Volume 24 NO.1 April 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v24i1.16800

Abstract

Pada tahun 2030, pemerintah mencanangkan target sebesar 29% terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, hal itu dapat didukung dengan mengurangi konsumsi energi industri antara lain semen, kertas, baja dan lainnya. Potensi penurunan emisi CO2 sebesar 3,34 juta ton dapat terpenuhi apabila penggunaan semen OPC (semen konvensional) digantikan dengan semen PCC (semen ramah lingkungan). Penelitian dilakukan untuk mengetauhi pemanfaatan semen OPC dan semen PCC yang telah ditambahkan superplasticizer Sikament-NN. Benda uji yang digunakan adalah silinder dengan tinggi 30 cm dan diameter 15 cm.Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton umur 28 hari dengan menggunakan semen OPC lebih tinggi 4,59%  yakni 29,16 MPa, sedangkan dengan menggunakan semen PCC kuat tekan beton sebesar 27,88 MPa. Pemanfaatan semen OPC ditambahkan dengan sikamen-NN 1% mampu meningkatkan kuat tekan sebesar 46,64% dan pemanfaatan semen PCC ditambahkan dengan sikament-NN 2% mampu meningkatkan kuat tekan 40,96%  dari kuat tekan rencana. Kuat tekan beton umur 7 hari dengan menggunakan semen OPC sebesar 21,09 MPa, sedangkan semen PPC memiliki kuat tekan 17,41 MPa. Penggunaan semen PCC, PCC dengan Sikament-NN 1% dan PCC dengan Sikament-NN 2% mampu meningkatkan kuat tekan beton secara berturut-turut 11,52%, 30,78% dan 40,96% dari kuat tekan rencana umur 28 hari.
Pengelolaan Peralatan Praktik Menggunakan Asset Inventory System Berbasis Ubiquitous dan Cloud Computing pada Program Keahlian Geologi Pertambangan dan Geospasial SMKN 1 Balikpapan Fatmawati Fatmawati; Totok Sulistyo; Karmila Achmad; Mariatul Kiptiah; Desak Made Ristia Kartika; Widodo Widodo
Abdimas Universal Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v5i2.352

Abstract

In the Mining Geology and Geospatial expertise program, practical learning is mostly conducted outdoors or in the field. This means that there is a high flow of equipment in and out of use, and students' negligence can cause damage to the equipment. Additionally, manual management of practice tools can be inefficient and result in losses, which can hinder the learning process. To address these issues, an online tool management system based on ubiquitous computing is proposed. This system can be accessed on various devices such as computers, androids, and smart TVs. The research begins with a preparatory phase that involves surveying user requirements. The implementation phase involves data analysis, application design, testing, and software implementation, followed by maintenance and further development. By using this system, practical tools can be tracked, and the advantages of the application can be accessed anywhere and anytime. This facilitates the administration of borrowing and returning practice tools at the workshop for Mining Geology and Geospatial SMKN 1 Balikpapan.
Studi Eksperimental Pemanfaatan Abu Pelepah Pisang sebagai Substitusi Semen pada Beton Anis Aulia Ulfa; Rahmat Bangun Giarto; Karmila Achmad; Mariatul Kiptiah; Fatmawati Fatmawati
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1340

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi abu pelepah pisang terhadap kuat tekan beton pada umur 14 dan 28 hari. Abu pelepah pisang diperoleh melalui proses pembakaran pada suhu ±600°C, kemudian disaring hingga lolos saringan 0,075 mm. Variasi substitusi terhadap berat semen yang digunakan adalah 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Pengujian kuat tekan dilakukan pada benda uji silinder berukuran 150×300 mm sesuai SNI 1974:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu pelepah pisang berpengaruh terhadap peningkatan kuat tekan beton. Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada variasi 7,5% dengan kuat tekan sebesar 12,87 MPa pada umur 14 hari dan 15,02 MPa pada umur 28 hari, meningkat sebesar 17% dibanding beton normal. Namun, pada kadar 10% terjadi penurunan kuat tekan hingga 13,09 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa abu pelepah pisang dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi semen hingga kadar optimum 7,5% tanpa menurunkan kekuatan beton. Penelitian ini mendukung konsep green building melalui pemanfaatan limbah biomassa lokal sebagai material ramah lingkungan.   Kata kunci: Abu pelepah pisang, substitusi semen, kuat tekan beton, beton ramah lingkungan, green building     Abstract   This study aims to analyze the effect of banana pseudostem ash substitution on the compressive strength of concrete at the ages of 14 and 28 days. The banana pseudostem ash was produced by burning the dried pseudostems at a temperature of approximately 600°C and sieving the resulting ash through a 0.075 mm sieve. The substitution levels of cement by weight were 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, and 10%. Compressive strength tests were conducted on cylindrical specimens measuring 150×300 mm in accordance with SNI 1974:2011. The results show that the addition of banana pseudostem ash positively affects the compressive strength of concrete. The highest compressive strength was obtained at a 7.5% substitution level, with values of 12.87 MPa at 14 days and 15.02 MPa at 28 days, representing a 17% increase compared to normal concrete. However, at a 10% substitution level, the compressive strength decreased to 13.09 MPa. These findings indicate that banana pseudostem ash can be effectively utilized as a partial cement replacement up to an optimum level of 7.5% without reducing concrete strength. This research supports the green building concept through the utilization of local biomass waste as an environmentally friendly construction material.   Keywords: Pseudostem ash, cement substitution, compressive strength, eco-friendly concrete, green building
Virtual Private Network for Data and Information Communication Security:Testing on Zyxel USG 2200 Router Nurwahidah Jamal; Ihsan Ihsan; Kety Lulu Agustin; Andi Yasir Amsal; Farida Farida; Mariatul Kiptiah
ZETROEM Vol 8 No 2 (2026): ZETROEM
Publisher : Prodi Teknik Elektro Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/ztr.v8i2.7830

Abstract

This study evaluates the efficacy and security robustness of a Remote Terminal Unit (RTU) data connection protected by a Virtual Private Network (VPN) deployed on the Zyxel USG 2200 router. The aim is to evaluate the effects of IPsec and SSL VPN implementations on network performance, particularly in terms of latency and packet loss, and to assess system resilience against cyberattacks through penetration testing. An experimental methodology was employed, involving the configuration of IPsec/SSL on the Zyxel router and VA modem, conducting packet transmission tests, and performing a security evaluation using Kali Linux tools (Hydra, NMAP, and Metasploit). The results indicate superior network performance, with latency values of 1.8 ms and 5.1 ms, and packet loss rates of 0.14% and 0.81%, signifying that the communication channel is exceptionally reliable and appropriate for real-time RTU applications. Port scanning revealed five open ports (21, 22, 53, 80, 443), but all penetration attempts were futile. Hydra faced failure due to a key-exchange mismatch; NMAP was unable to identify appropriate authentication keys despite numerous attempts, and Metasploit experienced connection issues during exploitation efforts. These findings validate that the established encryption and authentication systems offer sufficient defense against brute-force and fundamental exploitation threats. The research reveals that deploying IPsec and SSL VPN on the Zyxel USG 2200 enhances communication security while maintaining network performance. Future studies should incorporate long-term load testing and more sophisticated, multi-layered attack scenarios to achieve comprehensive security certification.
Pengaruh Variasi Lubang Resapan Biopori Berbahan Organik Rumah Tangga Terhadap Laju Infiltrasi Pada Daerah Rawan Banjir Di Kota Balikpapan Rahmat Bangun Giarto; Mariatul Kiptiah
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.797

Abstract

Abstrak Kota Balikpapan akhir-akhir ini menjadi kota yang sering terjadi banjir khususnya di musim hujan. Daerah yang padat penduduk dan kurangnya daerah resapan air serta sistem pengelolaan air yang kurang baik menjadi titik langganan banjir di Kota Balikpapan. Infiltrasi memiliki kemampuan yang terbatas, hal ini diakibatkan oleh kemampuan tanah dalam menyerap air. Kapasitas infiltrasi di daerah perkotaan biasanya tergolong kecil dan menyebabkan genangan air di permukaan tanah setelah terjadi hujan. Penelitian ini akan melakukan pengujian dengan pemanfaatan lubang resapan biopori pada tanah asli dan pada tanah yang diberikan lubang resapan biopori dengan menggunakan alat double ring infiltrometer guna mengukur laju infiltrasi serta menggunakan metode horton. Pada lokasi 1 menunjukkan hasil nilai fc tanpa menggunakan biopori, menggunakan biopori 3 dan biopori 6 secara berturut-turut adalah 0,5 m/jam, 0,6 m/jam dan 0,8m/jam. Sedangkan pada lokasi ke 2 nilai fc tanpa menggunakan biopori, menggunakan biopori 3 dan biopori 6 secara berturut-turut 0.04 m/jam, 0.05 m/jam, fc = 0.07 m/jam. Hasil pengujian menunjukkan akumulasi laju infiltrasi tanah yang diberikan lubang resapan biopori lebih cepat dibandingkan tanah tanpa lubang resapan biopori. Kata kunci: Lubang resapan, metode horton, biopori, laju infiltrasi  Abstract Recently, Balikpapan City often experiences floods, especially in the rainy season. Densely populated areas and lack of water catchment areas as well as poor water management systems are the main causes for flooding in Balikpapan City. Infiltration has a limited ability due to the soil capacity to absorb water. Infiltration capacity in urban areas is usually relatively small and causes waterlogging on the ground surface after rain. This study will test examined the use of biopore  infiltration holes on the (non-treatment soil/original soil) ?? and in soils that are given biopore infiltration holes by using a double ring infiltrometer to measure the infiltration rate and using the Horton method. At location 1, the results of fc values without using biopore, using 3 and 6 biopore are 0.5 m/hour, 0.6 m/hour and 0.8 m/hour, respectively. While at location 2, the fc value without using biopore, using 3 biopore and 6 biopore respectively 0.04 m/hour, 0.05 m/hour, fc = 0.07 m/hour. The test results show that the accumulation of soil infiltration rate using biopore infiltration holes are faster than soil without biopore infiltration holes. Keywords: Absorption hole, horton method, biopore, infiltration rate
Studi Eksperimental Pemanfaatan Abu Pelepah Pisang sebagai Substitusi Semen pada Beton Anis Aulia Ulfa; Rahmat Bangun Giarto; Karmila Achmad; Mariatul Kiptiah; Fatmawati Fatmawati
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1340

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi abu pelepah pisang terhadap kuat tekan beton pada umur 14 dan 28 hari. Abu pelepah pisang diperoleh melalui proses pembakaran pada suhu ±600°C, kemudian disaring hingga lolos saringan 0,075 mm. Variasi substitusi terhadap berat semen yang digunakan adalah 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Pengujian kuat tekan dilakukan pada benda uji silinder berukuran 150×300 mm sesuai SNI 1974:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu pelepah pisang berpengaruh terhadap peningkatan kuat tekan beton. Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada variasi 7,5% dengan kuat tekan sebesar 12,87 MPa pada umur 14 hari dan 15,02 MPa pada umur 28 hari, meningkat sebesar 17% dibanding beton normal. Namun, pada kadar 10% terjadi penurunan kuat tekan hingga 13,09 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa abu pelepah pisang dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi semen hingga kadar optimum 7,5% tanpa menurunkan kekuatan beton. Penelitian ini mendukung konsep green building melalui pemanfaatan limbah biomassa lokal sebagai material ramah lingkungan.   Kata kunci: Abu pelepah pisang, substitusi semen, kuat tekan beton, beton ramah lingkungan, green building     Abstract   This study aims to analyze the effect of banana pseudostem ash substitution on the compressive strength of concrete at the ages of 14 and 28 days. The banana pseudostem ash was produced by burning the dried pseudostems at a temperature of approximately 600°C and sieving the resulting ash through a 0.075 mm sieve. The substitution levels of cement by weight were 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, and 10%. Compressive strength tests were conducted on cylindrical specimens measuring 150×300 mm in accordance with SNI 1974:2011. The results show that the addition of banana pseudostem ash positively affects the compressive strength of concrete. The highest compressive strength was obtained at a 7.5% substitution level, with values of 12.87 MPa at 14 days and 15.02 MPa at 28 days, representing a 17% increase compared to normal concrete. However, at a 10% substitution level, the compressive strength decreased to 13.09 MPa. These findings indicate that banana pseudostem ash can be effectively utilized as a partial cement replacement up to an optimum level of 7.5% without reducing concrete strength. This research supports the green building concept through the utilization of local biomass waste as an environmentally friendly construction material.   Keywords: Pseudostem ash, cement substitution, compressive strength, eco-friendly concrete, green building
Uji Total Suspended Solid (TSS) Menggunakan Metode Gravimetri Pada Sampel Air Baku Waduk Manggar Karang Joang Kota Balikpapan Rahmat Bangun Giarto; Mariatul Kiptiah; Audrey Adinda Deand D
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1380

Abstract

Abstrak   Total Suspended Solids (TSS) merupakan parameter fisik kualitas air yang menunjukkan jumlah partikel padat tersuspensi dan berkaitan dengan tingkat kekeruhan. Pengukuran TSS penting karena konsentrasi yang tinggi dapat mengurangi kejernihan air, menghambat penetrasi cahaya, memengaruhi ekosistem perairan, dan menambah beban pengolahan air baku. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi TSS pada air baku Waduk Manggar di tiga titik dan air distribusi PDAM di tiga rumah pelanggan, mengevaluasi kesesuaiannya terhadap baku mutu yang relevan, serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keandalan pengujian gravimetri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental melalui pengujian di UPTD Labkesda Balikpapan, pengujian gravimetri awal sebanyak tiga kali ulangan dengan volume 150 mL dan neraca berketelitian 0,1 g, serta pengujian ulang air PDAM menggunakan volume 1.000 mL dan neraca berketelitian 0,001 g. Hasil Labkesda menunjukkan konsentrasi TSS air waduk sebesar 17, 24, dan 62 mg/L. Berdasarkan baku mutu air danau atau waduk kelas I sebesar 25 mg/L, dua titik memenuhi baku mutu, sedangkan titik terdalam melampauinya. TSS air distribusi PDAM berkisar 13–17 mg/L dan disajikan secara deskriptif karena tidak dibandingkan dengan baku mutu waduk. Pengujian gravimetri awal menghasilkan 1.333–5.333 mg/L pada air waduk dan 667–2.667 mg/L pada air PDAM, sedangkan pengujian ulang menghasilkan 0–20 mg/L. Perbedaan hasil menunjukkan bahwa keterbacaan neraca, volume contoh uji, homogenisasi, preparasi media penyaring, pengeringan, dan pencapaian bobot tetap sangat memengaruhi keandalan pengujian.   Kata kunci: air baku, gravimetri, kualitas air, TSS, Waduk Manggar.   Abstract   Total Suspended Solids (TSS) is a physical water-quality parameter that indicates the amount of suspended particulate matter and relates to turbidity. TSS measurement is important because high concentrations can reduce water clarity, limit light penetration, affect aquatic ecosystems, and increase the burden of raw-water treatment. This study aimed to determine TSS concentrations in raw water from Manggar Reservoir at three sampling points and in PDAM water from three households, evaluate compliance with the relevant water-quality standard, and identify factors affecting the reliability of gravimetric testing. A quantitative experimental approach was applied through testing at the Balikpapan Regional Health Laboratory, triplicate initial gravimetric testing using a 150 mL sample and a balance with 0.1 g readability, and repeat testing of PDAM water using a 1,000 mL sample and a balance with 0.001 g readability. Laboratory results showed reservoir-water TSS concentrations of 17, 24, and 62 mg/L. Based on the Class I lake and reservoir standard of 25 mg/L, two points complied with the standard, whereas the deepest point exceeded it. TSS concentrations in PDAM water ranged from 13 to 17 mg/L and were described without comparison with the reservoir standard. Initial gravimetric testing produced 1,333–5,333 mg/L in reservoir water and 667–2,667 mg/L in PDAM water, whereas repeat testing produced 0–20 mg/L. The differences indicate that balance readability, sample volume, homogenization, filter preparation, drying, and attainment of constant mass strongly influence test reliability.   Keywords: gravimetry, Manggar Reservoir, raw water, TSS, water quality.
Uji Total Suspended Solid (TSS) Menggunakan Metode Gravimetri Pada Sampel Air Baku Waduk Manggar Karang Joang Kota Balikpapan Rahmat Bangun Giarto; Mariatul Kiptiah; Audrey Adinda Deand D
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1380

Abstract

Abstrak   Total Suspended Solids (TSS) merupakan parameter fisik kualitas air yang menunjukkan jumlah partikel padat tersuspensi dan berkaitan dengan tingkat kekeruhan. Pengukuran TSS penting karena konsentrasi yang tinggi dapat mengurangi kejernihan air, menghambat penetrasi cahaya, memengaruhi ekosistem perairan, dan menambah beban pengolahan air baku. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi TSS pada air baku Waduk Manggar di tiga titik dan air distribusi PDAM di tiga rumah pelanggan, mengevaluasi kesesuaiannya terhadap baku mutu yang relevan, serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keandalan pengujian gravimetri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental melalui pengujian di UPTD Labkesda Balikpapan, pengujian gravimetri awal sebanyak tiga kali ulangan dengan volume 150 mL dan neraca berketelitian 0,1 g, serta pengujian ulang air PDAM menggunakan volume 1.000 mL dan neraca berketelitian 0,001 g. Hasil Labkesda menunjukkan konsentrasi TSS air waduk sebesar 17, 24, dan 62 mg/L. Berdasarkan baku mutu air danau atau waduk kelas I sebesar 25 mg/L, dua titik memenuhi baku mutu, sedangkan titik terdalam melampauinya. TSS air distribusi PDAM berkisar 13–17 mg/L dan disajikan secara deskriptif karena tidak dibandingkan dengan baku mutu waduk. Pengujian gravimetri awal menghasilkan 1.333–5.333 mg/L pada air waduk dan 667–2.667 mg/L pada air PDAM, sedangkan pengujian ulang menghasilkan 0–20 mg/L. Perbedaan hasil menunjukkan bahwa keterbacaan neraca, volume contoh uji, homogenisasi, preparasi media penyaring, pengeringan, dan pencapaian bobot tetap sangat memengaruhi keandalan pengujian.   Kata kunci: air baku, gravimetri, kualitas air, TSS, Waduk Manggar.   Abstract   Total Suspended Solids (TSS) is a physical water-quality parameter that indicates the amount of suspended particulate matter and relates to turbidity. TSS measurement is important because high concentrations can reduce water clarity, limit light penetration, affect aquatic ecosystems, and increase the burden of raw-water treatment. This study aimed to determine TSS concentrations in raw water from Manggar Reservoir at three sampling points and in PDAM water from three households, evaluate compliance with the relevant water-quality standard, and identify factors affecting the reliability of gravimetric testing. A quantitative experimental approach was applied through testing at the Balikpapan Regional Health Laboratory, triplicate initial gravimetric testing using a 150 mL sample and a balance with 0.1 g readability, and repeat testing of PDAM water using a 1,000 mL sample and a balance with 0.001 g readability. Laboratory results showed reservoir-water TSS concentrations of 17, 24, and 62 mg/L. Based on the Class I lake and reservoir standard of 25 mg/L, two points complied with the standard, whereas the deepest point exceeded it. TSS concentrations in PDAM water ranged from 13 to 17 mg/L and were described without comparison with the reservoir standard. Initial gravimetric testing produced 1,333–5,333 mg/L in reservoir water and 667–2,667 mg/L in PDAM water, whereas repeat testing produced 0–20 mg/L. The differences indicate that balance readability, sample volume, homogenization, filter preparation, drying, and attainment of constant mass strongly influence test reliability.   Keywords: gravimetry, Manggar Reservoir, raw water, TSS, water quality.