Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Proteksi Dan Monitoring Kebocoran Gas Hidrokarbon Berbasis Fuzzy Sugeno Rinaldi Oktavianto; Asepta Surya Wardhana; Alfin Sahrin
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 9, No 1 (2022): PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v9i1.3365

Abstract

One of the risks in the oil industry is leakage of gases that are toxic or flammable. Fire and Gas System (FGS) used to detect the release of hazardous gases then carry out mitigation actions which can be alarms, indicators, or shutdown systems. This study aims to make a simple prototype of Fire and Gas System in the manifold area with three pipelines (Line-A, Line-B, and Line-C). The output of the system includes indicator, alarm, and shutdown system (closing gas flow and activate the exhaust fan). The system is integrated with Delphi and Arduino. The decision making based on Sugeno fuzzy. Based on the results, it was found that the suitability of fuzzy system reached 100%. The monitoring is displayed in graphical form. While the system response is appropriate, but there is a delay of about 1.5 seconds. Protection system is able to normalize conditions in about 77.5 seconds.
IMPLEMENTASI ALAT ELEKTROLISA AIR MELALUI MODEL PELATIHAN PARTISIPATIF UNTUK PENINGKATAN KUALITAS AIR MINUM BAGI MASYARAKAT CEPU Erna Utami; Alfin Sahrin; Sunardi Sunardi; Eva Faza Rifàti
Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/ksq0ht70

Abstract

Ketersediaan air minum yang sehat dan layak masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di wilayah Cepu dan sekitarnya. Banyak warga mengandalkan air dengan kualitas pH rendah yang dapat berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Melihat kondisi ini, tim pengabdian dari Politeknik Energi dan Mineral Akamigas menghadirkan solusi sederhana melalui teknologi elektrolisa air. Teknologi ini memungkinkan air biasa diolah menjadi air alkali yang memiliki pH lebih tinggi, dan diyakini memiliki manfaat bagi tubuh. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk transfer teknologi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Alat elektrolisa yang digunakan dibuat dari komponen yang mudah diperoleh, seperti elektroda stainless steel dan adaptor listrik rumahan, dengan biaya pembuatan yang sangat terjangkau. Pelatihan diberikan secara langsung melalui metode praktik, agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merakit dan menggunakan alat secara mandiri. Hasil uji menunjukkan peningkatan pH air dari kisaran 6.2 – 6.5 menjadi 8.3 – 8.7 setelah melalui proses elektrolisa, tanpa peningkatan signifikan pada TDS. Air yang dihasilkan terasa lebih segar dan jernih, serta disambut positif oleh peserta. Lebih dari 70% peserta menyatakan mampu membuat ulang alat secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, masyarakat mampu mengadopsi teknologi sederhana yang berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan kemandirian pengolahan air bersih di tingkat lokal.