Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTINUITAS PENGEMBANGAN MISIL BALISTIK IRAN SEBAGAI RESPON TERHADAP DINAMIKA PERSENJATAAN DI KAWASAN TELUK Fajar Imam Zarkasyi
Dauliyah Journal of Islamic and International Affairs Vol 2, No 2 (2017): DAULIYAH (JOURNAL AND ISLAMIC AND INTERNATIONAL AFFAIRS)
Publisher : UNIDA Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.484 KB) | DOI: 10.21111/dauliyah.v2i2.1359

Abstract

This article focuses on the continuity of Iranian ballistic missile programme afterJCPOA on 2015. The Author argues that the contiunity is related to theconventional arms dynamics which invloved Iran and Gulf Cooperation Council(GCC) countries. By applying action reaction theory, it concludes that themagnitude, timing, and awerness aspects in GCC modernization effort have asignificant impact on Iran decision to continue its ballistic missile programme.By using document analysis as collecting data method, author found many kindof data ilustrating the modernization gap between Iran and GCC and severaldocuments within journal articles and other sources have shown the Iranianthreat perception toward GCC as basis for action reaction model in Iran-GCCrivalry.
Resiliensi Sebagai Faktor Desekuritisasi dalam Repatriasi Foreign Terrorist Fighters ke Indonesia Effendi, Irmawan; Fajar Imam Zarkasyi
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 22 No. 1 (2025): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v22i1.402

Abstract

Artikel ini melaporkan hasil penelitian tentang dinamika wacana pemulangan Foreign Terrorist Fighters (FTF) eks-Hayat Tahrir al-Sham (HTS) ke Indonesia yang berafiliasi dengan Jemaah Islamiyah (JI). Berbeda dengan kebijakan pemerintah terhadap FTF Suriah lainnya yang berafiliasi dengan ISIS. Pemerintah cenderung restriktif dan mempertahankan sekuritisasi penuh, terdapat indikasi bahwa eks-FTF HTS dipertimbangkan untuk direpatriasi. Dengan menggunakan model segitiga hubungan antara sekuritisasi, desekuritisasi, dan resiliensi yang dikembangkan oleh Bourbeau & Vuori (2015), penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) resiliensi dapat berfungsi baik untuk memperkuat sekuritisasi maupun mendorong desekuritisasi, (2) dalam kasus FTF eks-ISIS, resiliensi digunakan sebagai justifikasi untuk mempertahankan sekuritisasi karena ketiadaan struktur sosial domestik yang mampu memfasilitasi reintegrasi mereka, (3) sebaliknya, dalam kasus FTF eks-HTS, resiliensi yang tercermin dalam keberhasilan pemerintah mentransformasi Jamaah Islamiyah justru menjadi landasan bagi desekuritisasi FTF eks-HTS. Pemerintah Indonesia mempertimbangkan pemulangan eks-HTS karena terdapat mekanisme sosial yang dapat mengakomodasi mereka, berbeda dengan eks-ISIS yang tetap dipandang sebagai ancaman transnasional. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi bukan sekedar mekanisme adaptasi, tetapi juga alat politik yang dapat membentuk narasi keamanan negara