Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penurunan Pemahaman Belajar (Learning Loss) Siswa Akibat Penggunaan Teknologi Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Dwi Nurafida; Sugeng Astanto; Irmawan Effendi; Syafril Tahar; Wiwien Wirasati
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 2 (2022): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v19i2.218

Abstract

Perubahan proses belajar mengajar dari Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa Pandemi Covid-19 dinilai kurang efektif dan menimbulkan dampak bagi siswa sekolah dasar, guru, serta orang tua. Menurut teori Determinasi Teknologi, idealnya perkembangan teknologi khususnya dalam pembelajaran akan memberikan dampak positif. Misalnya, teknologi akan memberikan kemudahan bagi guru untuk menyampaikan materi pembelajaran. Tujuan artikel ini mendeskripsikan penyebab perubahan penurunan pemahaman belajar pada siswa Sekolah Dasar di masa pandemi Covid-19 di SDIT Nahwa Nur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan sifat penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak yang ditimbulkan yaitu mengenai keterbatasan fasilitas teknologi, kendala sinyal, sulit untuk berkonsentrasi, serta terjadinya penurunan pemahaman belajar (learning loss) pada siswa. Terdapat dua penyebab learning loss yaitu Interrupted formal education dan Ineffective teaching. Guru dan siswa tidak siap dalam menghadapi kondisi yang datang secara tiba-tiba, terlebih tidak terbiasanya guru dan siswa dalam menggunakan teknologi pembelajaran. Ketidaksiapan ini adalah cerminan dari perlunya peningkatan kemampuan sumber daya guru untuk memaksimalkan penggunaan teknologi. Kemudian diperlukan juga dukungan pihak sekolah untuk menyediakan koneksi internet yang lancar bagi proses pembelajaran
SOSIALISASI PEMAHAMAN MODEL KAMPANYE MENJELANG PEMILU 2024 TERHADAP SISWA SMK MANDIRI BOJONG GEDE BOGOR Indiana Ngenget; Enny Suryanjari; Nazimin Saily; Sugeng Astanto; Irmawan Effendi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.718 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4704

Abstract

Kampanye politik merupakan inti dari demokrasi perwakilan. Untuk memenangkan pemilihan umum, seorang kandidat harus mendapat dukungan dari masyarakat. Kampanye merupakan upaya terorganisir untuk memotivasi voter yang bertujuan mendukung kandidat tertentu. Secara khusus, tujuan kampanye baik yang berbentuk positif, negatif, maupun hitam adalah menaikkan elektabilitas calon yang diusung dan menurunkan tingkat keterpilihan lawan. Pelaksanaan Pemilihan Umum atau Pilkada di Indonesia dalam Pemilu Presiden 2014, 2019 dan Pilkada serentak 2018, 2020 diiringi dengan perkembangan strategi propaganda dan kampanye hitam. yang di waktu lalu dikenal sebagai whispering campaign melalui mulut ke mulut. Sekarang keduanya dibungkus melalui media elektronik maupun cetak yang memiliki jangkauan penetratif ke pemilih. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman dan edukasi kepada Siswa SMK Mandiri sebagai representasi dari pemilih pemula dan agen perubahan dalam menghadapi pemilihan umum 2024. Metode pelaksanaan pengabdian adalah pemaparan materi dengan ceramah dan tanya jawab secara luring. Hasil pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dapat tergambar dari hasil pre test dan post test, yaitu pengetahuan Siswa SMK Mandiri menjadi meningkat dalam menyikapi permasalahan kampanye politik, sehingga diharapkan dapat menyampaikan kembali pengetahuannya mengenai model-model kampanye politik dan pengaruhnya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat di lingkungannya.
DIPLOMASI MARITIM INDONESIA DALAM ADMM-PLUS EXPERTS’ WORKING GROUPS ON MARITIME SECURITY TAHUN 2023 Soplanit, Marsello Graito; Effendi, Irmawan
BHUVANA: Journal of Global Studies Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Department of International Relations Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/bjgs.v2i2.197

Abstract

This article explains Indonesia's maritime diplomacy in the ADMM-Plus Experts' Working Group (EWG) on Maritime Security in 2023. This research aims to explore the significance of Indonesia's participation in this multilateral forum, with a focus on Indonesia's national interests. The research method used is qualitative with an internet-based research and document-based research approach and is supported by the concepts of maritime diplomacy and foreign policy. The research results show that Indonesia's participation in the ADMM-Plus EWG aim to strengthen Indonesia's identity as the world's maritime axis and promote international norms that support maritime peace and security in the Asia-Pacific region. This reflects the importance of Indonesia's maritime diplomacy as an instrument to achieve national and international strategic goals as well as Indonesia's contribution in the context of regional and global maritime security.
Pembentukan Literasi Digital Gen Z Berbasis Nilai Kearifan Lokal dalam Membendung Konten Propaganda Terorisme Siber Hidayat, Cecep; Effendi, Irmawan; Zarkasyi, Fajar Imam
JCIC : Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial Vol 7 No 1 (2025): JCIC: Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial
Publisher : CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51486/jbo.v7i1.200

Abstract

This study aims to analyze the role of digital literacy among Generation Z based on local wisdom values, in countering cyber terrorism propaganda content. As an active internet-using demographic, Gen Z is particularly vulnerable to exposure to radical content due to a lack of information filtering skills. Using a qualitative approach, the study reveals that local cultural values embedded in the “Jabar Masagi” program—such as Niti Surti, Niti Harti, Niti Bukti, and Niti Bakti—has a potential modality to enhance Gen Z especially high junior students’ ability to evaluate and filter information, ultimately preventing the spread of cyber terrorism propaganda. These findings highlight the importance of integrating local wisdom values into digital literacy programs as a preventative measure against online radicalization, as well as the need for collaboration among various actors (government, educational institutions, and communities) in developing holistic digital literacy strategies.
PENURUNAN PEMAHAMAN BELAJAR (LEARNING LOSS) SISWA AKIBAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH Nurafida, Dwi; Astanto, Sugeng; Effendi, Irmawan; Tahar, Syafril; Wirasati, Wiwien
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 19 No. 2 (2022): Jurnal ISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v19i2.7

Abstract

Perubahan proses belajar mengajar dari Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa Pandemi Covid-19 dinilai kurang efektif dan menimbulkan dampak bagi siswa sekolah dasar, guru, serta orang tua. Menurut teori Determinasi Teknologi, idealnya perkembangan teknologi khususnya dalam pembelajaran akan memberikan dampak positif. Misalnya, teknologi akan memberikan kemudahan bagi guru untuk menyampaikan materi pembelajaran. Tujuan artikel ini mendeskripsikan penyebab perubahan penurunan pemahaman belajar pada siswa Sekolah Dasar di masa pandemi Covid-19 di SDIT Nahwa Nur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan sifat penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak yang ditimbulkan yaitu mengenai keterbatasan fasilitas teknologi, kendala sinyal, sulit untuk berkonsentrasi, serta terjadinya penurunan pemahaman belajar (learning loss) pada siswa. Terdapat dua penyebab learning loss yaitu Interrupted formal education dan Ineffective teaching. Guru dan siswa tidak siap dalam menghadapi kondisi yang datang secara tiba-tiba, terlebih tidak terbiasanya guru dan siswa dalam menggunakan teknologi pembelajaran. Ketidaksiapan ini adalah cerminan dari perlunya peningkatan kemampuan sumber daya guru untuk memaksimalkan penggunaan teknologi. Kemudian diperlukan juga dukungan pihak sekolah untuk menyediakan koneksi internet yang lancar bagi proses pembelajaran.
Moderasi Islam Sebagai Diplomasi Publik Arab Saudi di Indonesia Zarkasyi, Fajar Imam; Effendi, Irmawan
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 20 No. 1 (2023): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v20i1.10

Abstract

Sejak visi 2030 dideklarasikan, Arab Saudi berupaya keras membentuk citra sebagai negara modern khususnya di tengah negara barat. Akan tetapi, citra baru yang sedang dibangun Arab Saudi tersebut berpotensi merusak soft powernya yang telah terbangun di tengah dunia Islam. Moderasi Islam yang dipromosikan Arab Saudi dianggap sebagai upaya dalam menyeimbangkan antara citra modern yang sedang dibangun dengan citra keIslaman yang ingin dipertahankan. Citra sebagai negara konservatif dan lekat dengan paham Salafisme menjadi kontradiktif dengan narasi moderasi Islam yang ditawarkanya. Artikel jurnal ini bertujuan menjelaskan bagaimana moderasi Islam sebagai sebuah bentuk diplomasi publik Arab Saudi diimplementasikan di Indonesia. Melalui konsep diplomasi publik, terlihat bahwa pola Arab Saudi dalam mempromosikan narasi moderasi Islam di Indonesia menekankan upaya membangun dialog publik secara langsung. Hal itu dilakukan dengan aktif menginisiasi beberapa konferensi yang disponsori Arab Saudi dalam menyampaikan pesan-pesan moderasi Islam yang melibatkan cendekiawan, politisi, serta alumni di Indonesia.
Resiliensi Sebagai Faktor Desekuritisasi dalam Repatriasi Foreign Terrorist Fighters ke Indonesia Effendi, Irmawan; Fajar Imam Zarkasyi
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 22 No. 1 (2025): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v22i1.402

Abstract

Artikel ini melaporkan hasil penelitian tentang dinamika wacana pemulangan Foreign Terrorist Fighters (FTF) eks-Hayat Tahrir al-Sham (HTS) ke Indonesia yang berafiliasi dengan Jemaah Islamiyah (JI). Berbeda dengan kebijakan pemerintah terhadap FTF Suriah lainnya yang berafiliasi dengan ISIS. Pemerintah cenderung restriktif dan mempertahankan sekuritisasi penuh, terdapat indikasi bahwa eks-FTF HTS dipertimbangkan untuk direpatriasi. Dengan menggunakan model segitiga hubungan antara sekuritisasi, desekuritisasi, dan resiliensi yang dikembangkan oleh Bourbeau & Vuori (2015), penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) resiliensi dapat berfungsi baik untuk memperkuat sekuritisasi maupun mendorong desekuritisasi, (2) dalam kasus FTF eks-ISIS, resiliensi digunakan sebagai justifikasi untuk mempertahankan sekuritisasi karena ketiadaan struktur sosial domestik yang mampu memfasilitasi reintegrasi mereka, (3) sebaliknya, dalam kasus FTF eks-HTS, resiliensi yang tercermin dalam keberhasilan pemerintah mentransformasi Jamaah Islamiyah justru menjadi landasan bagi desekuritisasi FTF eks-HTS. Pemerintah Indonesia mempertimbangkan pemulangan eks-HTS karena terdapat mekanisme sosial yang dapat mengakomodasi mereka, berbeda dengan eks-ISIS yang tetap dipandang sebagai ancaman transnasional. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi bukan sekedar mekanisme adaptasi, tetapi juga alat politik yang dapat membentuk narasi keamanan negara
Climate Change as a Threat Multiplier of Forced Migration: Political Economy and Human Security in Coastal Communities of Sukabumi, Indonesia Effendi, Irmawan; Irmawati, Irmawati
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol. 9 No. 1 (2026): TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes how climate change functions as a threat multiplier that drives forced migration in the coastal areas of Sukabumi Regency, West Java, through a political economy lens and the human security framework. The study advances the argument that migration from coastal regions does not arise solely from natural disasters as physical threats, but from the cumulative process of environmental and economic vulnerability that gradually delegitimizes the viability of life in places of origin. Using a qualitative case study approach, the research collected data through in-depth interviews with key stakeholders—namely the Environmental Agency of Sukabumi Regency, the Sukabumi Office for the Protection and Services of Indonesian Migrant Workers (P4MI), the Sukabumi branch of the Indonesian Migrant Workers Union (SBMI)—as well as prospective migrants from coastal communities, and complemented these data with policy document analysis and official online sources. The findings show that climate change has tangibly undermined the economic base of coastal communities through the intensification of tidal flooding, rainfall instability, coastal abrasion, and infrastructure damage, which directly weakens the fisheries sector, coastal agriculture, and local tourism. These ecological disruptions precipitate the collapse of household economic security, as reflected in income volatility, rising debt burdens, and the narrowing of livelihood options, thereby framing migration as a survival rationality rather than a free choice of social mobility. In this context, migration frequently occurs through non-procedural channels, significantly increasing vulnerability to labor exploitation, human trafficking (tindak pidana perdagangan orang), and violence in destination countries. By applying the human security framework, this article demonstrates the simultaneous interconnections among environmental security, economic security, and personal security in the lived experiences of forced migration among Sukabumi’s coastal populations. The theoretical contribution of this study lies in conceptualizing forced migration not as a binary category, but as a spectrum of experiences shaped by structural pressures—climate change, political–economic inequality, and weak social protection—thereby positioning migration as a symptom of systemic failure in ensuring human security in coastal regions that are increasingly vulnerable to climate change.