Jamhari Jamhari
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menggagas Sosiologi Agama Jamhari Jamhari
Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5160.358 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i3.14340

Abstract

Sosiologi agama adalah usaha memahami agama, sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari fenomena sosial, secara sosiologis (empiris dan rasional=ilmiah). Para pemikir yang dianggap sebagai pendiri (founding fathers) sosiologi maupun antropologi, hampir dipastikan semua menjadikan agama sebagai kajian ini mereka.
Menggagas Sosiologi Agama Jamhari Jamhari
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 2 No. 3 (2000)
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v2i3.14340

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi kegelisahan Peter L. Berger terhadap persepsi umum di Amerika tentang sosiologi, yang sering kali dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai lelucon, terutama dibandingkan dengan psikologi. Mispersepsi ini muncul karena kurangnya pemahaman tentang sosiologi, yang sering kali disamakan dengan pekerjaan sosial. Sosiologi sebenarnya adalah usaha untuk memahami masyarakat, bukan sekadar praktik sosial. Dalam konteks sosiologi agama, disiplin ini bertujuan untuk memahami agama sebagai fenomena sosial yang integral, sebagaimana yang telah dilakukan oleh para pendiri sosiologi seperti Emile Durkheim, Max Weber, dan Karl Marx. Sayangnya, kajian agama dalam sosiologi kontemporer mengalami penurunan, dengan fokus yang lebih besar pada sekularisasi. Namun, dengan kebangkitan minat terhadap agama di berbagai belahan dunia, sosiologi agama kembali mendapatkan perhatian. Kajian agama dalam sosiologi adalah kajian penting dan mendasar, yang sesungguhnya mencerminkan inti dari sosiologi itu sendiri.