Dindin Moh Saepudin
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

JEJAK-JEJAK PESAN TOLERANSI BERAGAMA DALAM PETIKAN AYAT AL-QUR’AN KATUT ADAB PADIKANA KARYA HAJI HASAN MUSTOPA Dindin Moh Saepudin
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5, No 2 (2020): Vol 5, No2(2020) Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Qur’anic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1537.386 KB) | DOI: 10.15575/al-bayan.v5i2.10853

Abstract

Toleransi merupakan bagian dari sikap moderat. Sikap tersebut telah tumbuh dan berkembang di masyarakat Indonesia, namun belakangan di Indonesia, khusunya di Jawa Barat intoleransi beragama sangat tinggi. Dibuktikan dengan beberapa survei yang menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan intoleransi tinggi di Indonesia. Terdapat pergeseran keberagamaan di masyarakat Sunda, terhadap pemahaman konsep Islam dan kebudyaan. Padahal antara budaya dan Islam itu mempunyai keselarasan sebagaimana pemikiran dari Haji Hasan Mustopa yang  menggabungkan antara konsep Islam dan Budaya dalam karya Petikan Ayat al-Qur’an katut Adab Padikana. Tulisan ini berusaha untuk mengkaji bagaimana toleransi beragama dalam pandangan Haji Hasan Mustopa. Metodologi yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kesejarahan (history) dengan teori Pesisir dan pedalaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Haji Hasan Mustopa mewakili pemahaman keagamaan masyarakat pedalaman Jawa Barat, yang akomodatif dan toleran. Berbeda halnya dibeberapa daerah masyarakat pesisir. Namun adanya pengaruh dari kebijakan kolonial pada waktu itu terdapat perlawanan dan pemahaman keagamaan untuk melawan dengan identitas perjuangan agama(jihad).
Transformational Outcome-Based Education in Islamic Studies: A Learning Design Implemented in the Ethics Course Izzah Faizah Siti Rusydati Khaerani; Iu Rusliana; Dindin Moh Saepudin
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.8686

Abstract

This study examines the implementation of a Transformational Outcome-Based Education (OBE) model in Dirāsah Islāmiyah, situating Islamic moral education within contemporary outcomes-based pedagogical frameworks. The study aims to analyse the instructional design, explore implementation challenges—particularly in assessing affective learning outcomes—and evaluate the Continuous Quality Improvement (CQI) mechanisms embedded in the process. A qualitative case study approach was employed in an Ethics (Ilmu Akhlak) course at UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Data were collected over one semester through participatory observation, in-depth interviews with one lecturer and 33 students, and document analysis, including the Semester Learning Plan and student portfolios. The findings reveal that the Transformational OBE model was operationalised through strong constructive alignment, integrating Problem-Based Learning (PBL) and Project-Based Learning (PjBL) to promote critical reflection consistent with Mezirow’s Transformative Learning Theory. Reflective journals emerged as the primary instrument for assessing the internalisation of moral and spiritual values. However, significant challenges were identified, including students’ initial resistance to reflective practices and lecturers’ difficulties in objectively evaluating affective domains. The CQI mechanism, implemented through the Plan–Do–Check–Act (PDCA) cycle, played a crucial role in enabling iterative pedagogical refinement. In conclusion, this study demonstrates that integrating spiritual objectives into the OBE framework is both feasible and pedagogically valuable, while also highlighting the need for more robust affective assessment strategies in Islamic higher education contexts.