Aan Radiana
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTRIBUSI PENDEKATAN SEMANTIK PADA PERKEMBANGAN PENELITIAN ALQURAN (STUDI PADA SKRIPSI MAHASISWA PRODI ILMU ALQURAN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG) Eni Zulaiha; Aan Radiana
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4, No 1 (2019): Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Qur’anic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.485 KB) | DOI: 10.15575/al-bayan.v4i1.4726

Abstract

Artikel ini memfokuskan pada kontribusi kajian sematik pada perkembangan penelitian ilmu Alquran dan tafsir terutama pada pencarian makna kata tertentu dalam ayat Alquran di Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan GunungDjati Bandung. Objeknya mengkhususkan hanya pada skripsi Faisal Tian dengan judu lPendekatan Semantik tentang makna Riba dan Derivasi dalam Alquran sebagai protitype dari skripsi mahasiswa lain yang membahas kajian ini. Melalui kajian deskriptif tulisan ini menunjukan bahwa meski analisa semantik termasuk kajian baru dalam studi pencarian makna, namun kajian ini telah banyak menarik minat mahasiswa melakukannya terutama saat penulisan skripsi. Ini terlihat dari jumlah skripsi yang menggunakan semantik Alquran terus bertambah. Selain hal itu, kajian semantik juga telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk pengembangan matakuliah Digitalisasi Alquran di Prodi tersebut. Hal utama lainnya dari kontribusi pengkajian terhadap istilah-istilah yang dianggap kunci dalam Alquran juga menjadi model baru dalam program Praktek Profesi Mahasiswa (PPM) di prodi ini. Hal ini menunjukan bahwa penelitian Alquran dan Tafsir dengan kajian semantik telah membuktikan interkoneksi ilmu, tetapi juga dapat memberikan sumbangan berarti pada kemajuan penelitian tafsir sebagai motor penggerak perkembanganilmu tafsir di masa mendatang.
OPTIMALISASI BIMBINGAN PERKAWINAN TERHADAP CALON PENGANTIN BERPENDIDIKAN RENDAH DI KUA KECAMATAN SIANTAR MARTOBA KOTA PEMATANGSIANTAR SUMATERA UTARA Muhammad Fadli Al-Dzikri Lubis; Burhanuddin Burhanuddin; Aan Radiana
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 1 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i1.1467

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masih ditemukannya berbagai kendala dalam pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) terhadap calon pengantin berpendidikan rendah di KUA Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar. Permasalahan tersebut terlihat dari keterbatasan durasi pelaksanaan, metode pembelajaran yang masih didominasi ceramah, serta rendahnya pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar ideal pelaksanaan Bimbingan Perkawinan, pelaksanaan Bimwin di KUA Kecamatan Siantar Martoba, kendala pelaksanaan, serta upaya optimalisasi program terhadap calon pengantin berpendidikan rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori andragogi, teori komunikasi pendidikan, dan teori efektivitas hukum sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Bimbingan Perkawinan di KUA Kecamatan Siantar Martoba belum sepenuhnya berjalan sesuai standar ideal karena keterbatasan waktu pelaksanaan, metode pembelajaran yang masih didominasi ceramah, kurangnya fasilitas pembelajaran, serta belum optimalnya evaluasi pembelajaran. Upaya optimalisasi dilakukan melalui pendekatan komunikatif dan interaktif, penyederhanaan bahasa penyampaian materi, penggunaan dialog dan simulasi, peningkatan kapasitas fasilitator melalui Training of Trainer (TOT), penguatan media pembelajaran visual, serta evaluasi pembelajaran secara berkala. Dengan demikian, optimalisasi metode pembelajaran, peningkatan kualitas fasilitator, dan penyediaan fasilitas pendukung menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan Bimbingan Perkawinan terhadap calon pengantin berpendidikan rendah.