Solehuddin Solehuddin
Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEEFEKTIFAN PROGRAM LITERASI ALQURAN DI SEKOLAH-SEKOLAH SWASTA NON-AGAMA DALAM KERANGKA PENGUATAN KARAKTER (KAJIAN DI JAWA BARAT) Solehuddin Solehuddin
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Qur’anic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.824 KB) | DOI: 10.15575/al-bayan.v3i2.3790

Abstract

Pendidikan karakter dapat dimulai dengan literasi Alquran. Sangat tepat apabila dibangun suatu penelitian yang berdasarkan pada fakta di lapangan, yaitu di sekolah-sekolah non-agama di Jawa Barat secara kualitatif, bagaimana kondisi karakter para siswa yang mengikuti pengajian Alquran di Sekolah-sekolah Swasta Non-Agama di Jawa Barat dan mengetahui karakter pada siswa yang mengikuti pengajian Alquran di Sekolah-sekolah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi karakter para siswa yang mengikuti pengajian Alquran di Sekolah-sekolah Swasta Non-Agama di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan jenis data kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam (deep-interview). Hasil penelitian literasi di sekolah-sekolah non agama d Jawa Barat berupa; pertama, Metode membaca Alquran siswa yang mengikuti Pengajian Al-Qur’an sudah sesuai dengan Syariat yang ditentukan, yaitu: 1) Mengikuti adab akhlaqiah membaca Alquran, diantaranya: a) Berwudhu sebelum membaca Alquran, b) Membaca ta’awudz ketika hendak membaca Alquran, c) Membaca Alquran dengan tartil, dan d) Berusaha semampunya untuk memahami ayat yang dibaca. 2) Mengikuti adab batiniah membaca Alquran, diantaranya: a) Memahami arti ayat yang dibaca, b) Akhlak ketika membaca Alquran, c) Hati yang mengagungkan Allah SWT, d) Hati yang menjungjung tinggi Alquran, e) Merasakan bahwa Allah sedang berbicara. Kedua, Kondisi karakter siswa putra di Sekolah Menengah Non-Agama di Jawa Barat yang mengikuti Pengajian Al-Qur’an secara bathiniah berada pada tingkat muthmainnah dan secara lahiriah berada pada kondisi karakter yang adaptif, komunikatif dan sosial. Ketiga, Peran membaca Alquran terhadap penguatan karakter siswa yang mengikuti Pengajian Al-Qur’an sangat besar dan memberikan dampak positif terhadap kondisi karakter siswa.
PEMIKIRAN TASAWUF–FALASAFI TAFSIR ṢADR AD-DĪN AL-MUTA’ALIHĪN AL-SHĪRĀZĪ: STUDI ATAS CORAK TAFSIR MAFATIH AL-GHAIB DAN TAFSIR AL-QURAN AL-KARIM Solehuddin Solehuddin
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2022): Al-Bayan : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Qur’anic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-bayan.v7i1.16927

Abstract

Tasawuf dan filsafat adalah dua disiplin ilmu yang dicitrakan dikhotomis dalam penafsiran al-Qur’an. Konsekuensi yang dihasilkan ialah warna (laun) tafsir yang diproduksi. Upaya-upaya sintesis tasawuf dan filsafat dalam konteks penafsiran al-Qur’an dikembangkan oleh Mulla Sadra, sebagai upaya untuk mengintegrasikan antara keduanya yang disebut dengan al-Hikmatu al-Muta’aliyyah. Konsep tersebut tidak lepas dalam penafsiran al-Qur’an, Karya tafsir Mulla Ṣadrā yang dikaji dalam penelitian ini yaitu tafsir Mafatih al-Ghaib dan Tafsir al-Quran al-Karim. Pendekatan yang digunakan ialah Muqaranah al-Tafsir (Study Comperative). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orientasi tafsir Mullā Ṣadrā merupakan sintesis antara pendekatan Tasawuf dan Filsafat. Mulla Ṣadrā menggunakan perangkat takwil melalui media akal (al-‘aql), hati (qalb) dan imajinasi (khayal). Teks tafsir al-Qur’an karya Mulla Ṣadrā menyebutkan beberapa terma yang mengindikasikan adanya sintesis Tasawuf dan Filsafat. Ada beberapa kata kunci yang digunakan Mulla Ṣadrā dalam menafsirkan al-Qur’an, seperti; al-Isyarah, al-Isyraq, isyraq syams, al-Hikmah, al-‘Irfan, al-Mi’raj, al-Inārah, at-Tanwir, mukasyafah ‘arsyiyah, kasyf ‘aqli, kasyf burhani, ta’yid kasyfi dan kata-kata kunci lain berupa derivasi-derivasinya. Penafsiran Tasawuf-Falsafi Mulla Ṣadrā bermuara pada al-Hikmah al-Muta’aliyah fi al-Asfar al-‘Aqliyah al-Arba’ah. Ayat-ayat al-Qur’an ditafsirkan dengan nuansa sufistik yang kemudian dilakukan argumentasi nalar-demonstratif (burhāni).