Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Giberelin (GA3) dan Air Kelapa Muda terhadap Pertumbuhan Mata Tunas Tanaman Jeruk Siam (Citrus nobilis L.) Hasil Okulasi Warda Ningsih; Armaini Armaini
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 7 (2020): Edisi 2 Juli s/d Desember 2020
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of the combination of GA3 and young coconut water and to get the best treatment on the growth of occulationorange. The research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, University of Riau, from June to October 2019. The study used a completely randomized design (CRD), consisting of concentrations of growth regulators (Z), namely: Z1 = application ofGA33%, Z2 = application of coconut water young 75%, Z3 = combinationGA3 2% and young coconut water 25%, Z4 = combinationGA3 2% and young coconut water 50%, Z5 = combinationGA31% and young coconut water 25%, Z6 = combination GA3 1% and 50% young coconut water, consisting of 4 replications. Parameters observed were shoot emergence, number of branches, length of branches, increase in rootstock diameter, number of leaves and branch dry weight. The results showed that the combination of GA3 2% and 50% young coconut water showed the fastest shoot emergence time was 25.75 days, increasing the number of leaves namely 21.50 strands and branch dry weight of 1.65 grams. The combination of GA3 1% and 50% young coconut water showed better results in increasing the length of the branches and the dry weight of the branches.Keywords: gibberellin, young coconut water, oranges and budding.
Faktor Risiko Terhadap Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di RSU Bahagia Makassar Tahun 2020. St Subriani; Warda Ningsih
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37337/jkdp.v4i1.146

Abstract

Berdasarkan catatan Medical Record RSU Bahagia Makassar Periode Januari s.d Desember 2019, terdapat 991 ibu yang melahirkan dan yang terdiagnosa KPD 29 orang (2,92 %) dan jumlah bayi yang lahir Periode Januari s.d Desember 2019 sebanyak 995 orang dan yang mengalami asfiksia 38 orang (3,81 %). Periode Januari s.d Mei 2020, terdapat 510 ibu yang melahirkan dan yang terdiagnosa KPD 29 orang (5,68 %), dan jumlah bayi yang lahir Periode Januari s.d April 2020 sebanyak 512 orang dan yang mengalami asfiksia 38 orang (7,42%). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui besar faktor risiko terhadap kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSU Bahagia Makassar tahun 2020. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini terdiri dari populasi kelompok kasus dan kontrol dengan total sebanyak 511 orang. Dimana jumlah sampel kasus sebanyak 38 orang sehingga digunakan perbandingan sampel kasus dan kontrol adalah 1 : 1. Jadi besar sampel secara keseluruhan adalah sebanyak 76 sampel. Dari hasil uji statistik untuk faktor KPD dengan menggunakan rumus Odds Ratio (OR), diperoleh nilai OR yaitu 0,329 CI 95% 0,093 – 1,165. Karena OR < 1 serta nilai 1 berada diantara lower limit dan upper limit maka faktor KPD tidak berisiko terhadap kejadian asfiksia atau tidak signifikan. Dari hasil uji statistik untuk faktor Paritas dengan menggunakan rumus Odds Ratio (OR), diperoleh nilai OR yaitu 3,032 CI 95% 1,174-7,831. Karena OR > 1 serta lower limit dan upper limit > 1 maka faktor paritas merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian Asfiksia. Kesimpulan dari dua variabel yaitu faktor KPD terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan kejadian Asfiksia dan faktor paritas terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian Asfiksia di RSU Bahagia Makassar Tahun 2020. Kemudian diharapkan ibu hamil dapat meningkatkan kunjungan ANC dan bagi peneliti selanjutnya agar melanjutkan penelitian ini dengan menggunakan variabel yang berbeda seperti preeklamsia, partus lama, lilitan tali pusat, dan premature terhadap kejadian Asfiksia.