Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) DENGAN FERMENTASI KOTORAN PADAT DAN URIN SAPI YANG DIPERKAYA PUPUK TSP Fitri sari dewi; Armaini Armaini; Islan Islan
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 5, No 1 (2018): Wisuda April Tahun 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the research is to find out the best dose against the growth of seedlings of cacao. This research was carried out experimentally using a Complete Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replication, so that there were obtained 20 units experimental each unit countain  2 plant. The treatmentsof fermented manure dosage with TSP fertilizer enriched are: 0 ml/plant,250 ml/plant, 500 ml/plant,750 ml/plant, and 1000 ml/plant. Data obtained from research results are analyzed statistically and further test Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) level of 5%. The observed parameters werecrop, height increase the number of leaves, stem diameter, dry weight and root shoots ratio. The results showed that giving doses of 750 ml/plant gives influenced the growth of seedlings of cocoa and cocoa seedling growth can increase seen in high value added plant parameters, number of leaves, stem diameter, and dry weight of cocoa seedlings.The application of the fermentation of solid dung and urine TSP fertilizer enriched cow can increase the growth of seedlings of cocoa looks at the crop height increase, number of leaves, stem diameter, and dry weight of cocoa seedlings. fermentation of solid dung and urine enriched cow manure is best at doses of TSP dosing 750 ml/plant. the dose is 1000 ml/plant, no longer affected the growth of the seedlings.Keyword : The growth of, cacao seedlings, fermentation, solid dung and cow urine, TSP fertilizer
PENERAPAN MODEL DESA SEHAT NELAYAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA NELAYAN KECAMATAN BELAKANG PADANG, KOTA BATAM TAHUN 2019 Ice Irawati; Novela Sari; Fitri Sari Dewi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v11i1.407

Abstract

ABSTRAK             Keselamatan dan kesehatan kerja di sektor informal berdasarkan beberapa faktor dalam proses kerja, faktor manusia, dan lingkungan kerja termasuk bahaya di tempat kerja atau kondisi kerjayang kurang sehat. Keselamatan dan kesehatan nelayan saat melakukan pekerjaannya belum mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model desa sehat nelayan dengan penyuluhan untuk melihat apakah ada peningkatan pngetahuan nelayan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang K3.Penggunaan Penelitian Yang Digunakan Pada Penelitian Penyanyi adalah eksperimen dengan eksperimen kuasi Rancangan yang Setara Pengendalian Non Grup . Jumlah populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 50 responden.            Pengetahuan sebelum penyuluhan tentang K3, diketahui bahwa dari 50 orang Nelayan ada 42 orang (84,0%) memiliki pengetahuan baik dan sebanyak 8 orang (16,0%) memiliki pengetahuan kurang baik. Sedangkan setelah dilakukan penyuluhan tentang K3, terjadi peningkatan pengetahuan yang baik menjadi 47 responden (94,0%) dan yang kurang baik menjadi 3 responden (6,0%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menggunakan uji Paired Sampel t-test dapat dilihat bahwa terjadi perubahan nilai rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada nelayan yaitu 10,37 menjadi 12,14 dengan nilai p <0,000, maka Dapat disingkapkan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja Nelayan.Disarankan kepada Puskesmas melalui unit UKK untuk  melakukan penyuluhan secara berkelanjutan agar pengetahuan nelayan mengenai keselamatan dan kesehatan kerjanya dapat terus meningkat sehingga dengan peningkatan pengetahuan iniakan membuat sikap dan tindakan nelayan juga akan baik dalam keselamatan dan kesehatan kerjanya. Keywords: Model, nelayan, sehat ABSTRACT Occupational safety and health in the informal sector are related by several factors in the work process, human factors, and work environment hazards at work or unhealthy work. Safety and health of fishermen when doing their work has not received attention. This research proposes to apply the fisherman healthy village model with counseling to see whether there is an increase in fishermen's knowledge before and finally given counseling about K3.This type of research used in this study is a study with a quasi-experimental design of the Non Equivalent Control Group. The total population was sampled as many as 50 respondents.Before speaking about OSH, there were 42 out of 50 fishermen (84.0%) having good knowledge and 8 people (16.0%) having poor knowledge. While after counseling about safety and health, there was an increase in good knowledge to 47 respondents (94.0%) and those who were not good to 3 respondents (6.0%). Based on the results of research that has been done using the Paired Sample t-test can be seen about changes in the average value of knowledge before and then given an explanation of Occupational Safety and Health in fishermen that is 10.37 to 12.14 with a value of p <0,000, then it can be deduced from knowledge about the Occupational Safety and Health of Fishermen.Didistribusikan ke Puskesmas melalui unit usaha kesehatan kerja untuk melakukan pemutakhiran guna meningkatkan keselamatan dengan meningkatkan pengetahuan ini menjadikan sikap dan tindakan nelayan juga akan baik dalam keselamatan dan kesehatan kerja.
PENGETAHUAN PEKERJA DAN PERATURAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA TERHADAP UNSAFE ACTION PADA PEKERJAAN KONTRUKSI: TINDAKAN TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION) PEKERJAAN KONSTRUKSI Fitri Sari Dewi
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) Volume 2 Nomor 1 Januari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v2i01.112

Abstract

Pekerjaan jasa konstruksi merupakan salah satu jenis pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja yang dapat disebabkan karena terjadinya unsafe action (tindakan tidak aman). Unsafe action adalah kegagalan dalam mengikuti persyaratan dan prosedur-prosedur kerja yang benar sehingga menyebabkan semakin besar kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Salah satu faktor penyebab unsafe action dapat berasal dari pengetahuan dan peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan pekerja dan peraturan K3 terhadap unsafe action pada pekerjaan konstruksi. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja proyek konstruksi di salah satu perusahaan jasa konstruksi dengan jumlah responden 50 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sample dan analisis statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan K3 pekerja dengan unsafe action dan ada hubungan peraturan K3 dari pekerja dengan unsafe action. Saran penelitian untuk perusahaan agar dapat meningkatkan sosialisasi dan informasi, pengawasan pelaksanaan dan meningkatkan program pelatihan K3 untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pekerja tentang pentingnya K3 untuk mencegah unsafe action.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DI PT. X BATAM TAHUN 2022 fadilah, rizky; fitri sari dewi; leni utami
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v4i2.388

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis penerapan SMK3 di PT. X Batam tahun 2022. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif analitik dengan rancangan studi kasus melalui metode wawancara dan observasi dan di dapatkan jumlah subjek dari penelitian ini adalah tiga orang yaitu HSE manager, HSE personel dan project manager, untuk mengetahui Penerapan SMK3 di PT. X Batam Tahun 2022. Hasil penelitian ini adalah didalam input penetapan kebijakan K3 yaitu masih terdapat kekurangan dalam pertemuan. Perencanaan K3 yaitu manual SMK3 yang tidak mudah didapat. Proses pelaksanaan rencana K3 penggunaan APD dengan tidak benar. Pemantauan dan evaluasi kurangnya pengawasan pekerja dan perawatan terhadap peralatan dan sarana. Peninjauan dan peningkatan kurangnya mengetahui prosedur pelaporan bahaya dan output penerapan SMK3 adalah dari 166 kriteria terdapat 153 yang sudah terpenuhi nilai yang didapat adalah 92,1% dengan kategori memuaskan. Penetapan kebijakan K3 sudah terlaksana dengan baik dalam segi kebijakan K3. Untuk perencanaan K3 sudah terlaksana dengan baik dalam segi pembuatan dan pendokumentasian rencana K3. Pelaksanaan rencana K3 sudah terlaksana dengan baik dalam segi keamanan bekerja berdasarkan SMK3. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3 sudah terlaksana dengan baik dalam segi pengumpulan dan penggunaan data. Peninjauan dan penigkatan kinerja K3 sudah terlaksana dengan baik dalam segi pelaporan dan perbaikan kekurangan. PT. X menggunakan 166 kriteria dengan tingkat kesesuaian 153 kriteria atau sebesar 92,1%. Untuk saran dalam menetapkan kebijakan K3, P2K3 harus lebih memperhatikan untuk mengadakan pertemuan setiap satu bulan sekali. Dalam perencanaan K3 untuk manual SMK3 harus di posisi yang mudah di dapat oleh seluruh tenaga kerja. Dalam pelaksanaan rencana K3 penggunaan APD diperhatikan secara benar. Dalam Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3 sudah cukup baik. Dalam peninjauan dan peningkatan kinerja K3 pada peninjauan perbaikan penanggung jawab harus memperioritaskan peninjauan. Kata kunci : Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Plan-Do-Check- Action, Proses SMK3 Abstract This study aims to determine the analysis of the application of SMK3 at PT. X Batam in 2022. This research methodology is qualitative analytic with case study design through interview and observation methods and the number of subjects from this research is three people, that is HSE manager, HSE personnel and project manager, to find out the application of SMK3 at PT. X Batam in 2022. The results of this study are in the input of determining K3 policies, namely there are still deficiencies in the meeting. K3 planning, namely the SMK3 manual which is not easy to obtain. The process of implementing the K3 plan for using PPE incorrectly. Monitoring and evaluation of the lack of worker supervision and maintenance of equipment and facilities. Reviewing and improving the lack of knowledge of hazard reporting procedures and the output of the implementation of SMK3 is that from 166 criteria there are 153 which have been met, the value obtained is 92.1% with a satisfactory category. The determination of the OHS policy has been carried out well in terms of the OHS policy. The K3 planning has been carried out well in terms of making and documenting the K3 plan. The implementation of the K3 plan has been carried out well in terms of work safety based on SMK3. Monitoring and evaluation of K3 performance has been carried out well in terms of data collection and use. The review and improvement of K3 performance has been carried out well in terms of reporting and correcting deficiencies. PT. X uses 166 criteria with a suitability level of 153 criteria or 92.1%. For advice in setting K3 policies, P2K3 should pay more attention to holding a meeting once a month. In planning K3 for the SMK3 manual, it must be in a position that is easily accessible to all workers. In implementing the K3 plan, the use of PPE is observed correctly. In Monitoring and Evaluation of K3 Performance, it is quite good. In reviewing and improving K3 performance, the review for improvement, the person in charge must prioritize the review. Keywords : Occupational Health and Safety Management System, Plan-Do- Check-Action, SMK3 process
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO TERHADAP KELUHAN IRITASI MATA PADA PEKERJA AREA FABRIKASI DI PT. X KOTA BATAM TAHUN 2022 Wati, Handayani Mandaya; diina maulina; fitri sari dewi
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v4i2.473

Abstract

Iritasi mata merupakan rasa tidak nyaman superfisial yang biasanya terjadi akibat adanya kelainan di permukaan mata yang akan menimbulkan gejala atau keluhan primer, namun iritasi mata timbul karena paparan lingkungan kerja. Pada pekerja di area fabrikasi banyak ditemukan faktor risiko penyebab menculnya keluhan iritasi mata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya hubungan masa kerja, durasi kerja dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan terjadinya keluhan iritasi mata pada pekerja area fabrikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan desain penelitian cross sectional. pengambilan data dilakukan pada bulan Mei – Agustus 2022. Populasi pekerja area fabrikasi di PT. X Kota Batam Tahun 2022 berjumlah 55 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan menggunakan analisis statistik yaitu uji chi square Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara variabel dependen yaitu iritasi mata dan variabel independen yaitu sebagai berikut : 1) Masa Kerja ( = 0,008 (P<0,05)), 2) Durasi Kerja ( = 0,000 (P<0,05)), 3) Kepatuhan Penggunaan APD ( =0,000 (P<0,05)). Disimpulkan dari hasil penelitian bahwa terdapat hubungan antara masa kerja, durasi kerja dan kepatuahan APD terhadap risiko iritasi mata pada pekerja area fabrikasi di PT. X Kota Batam Tahun 2022. Sehingga disarankan kepada pihak perusahaan melakukan pemeriksaan mata secara berkala dan melakukan sosialisasi penggunaan alat pelindung mata yang efektif dan efisien, khususnya bagi pekerja area fabrikasi.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DI LAUT PADA PENGEMUDI MOTOR SANGKUT Fitri Sari Dewi
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 4 No. 01 (2023): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v4i01.515

Abstract

ABSTRAK Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang dapat menimbulkan kerugian baik waktu, harta, benda, properti maupun korban jiwa, termasuk kecelakaan kerja di laut oleh pengemudi motor sangkut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan kerja berdasarkan karakteristik pengemudi motor sangkut dan kondisi teknis kapal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik sampel accidental sampling, diperoleh 92 responden. Hasil penelitian menunjukkan faktor karakteristik pengemudi motor sangkut cukup baik ada 43,5%, faktor teknis kapal dalam kondisi cukup baik ada 47,8%, dan kejadian kecelakaan di laut ada 53,3%. Kesimpulan menunjukkan ada hubungan faktor karakteristik pengemudi motor sangkut dengan kecelakaan di laut (p value = 0.004), dan ada hubungan faktor kondisi teknis kapal dengan kecelakaan di laut (p value = 0.000). Saran, diharapkan pengemudi motor sangkut meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan keselamatan kerja di laut dan memenuhi persyaratan kondisi kapal yang layak dalam aspek keselamatan kerja. Kata kunci : Kecelakaan kerja, Pengemudi motor sangkut, Kondisi teknis kapal, Laut ABSTRACT A work accident is an incident that can cause loss of time, property, goods, property or loss of life, including work accidents at sea by boat drivers. This study aims to identify the factors that cause work accidents based on the characteristics of the boat drivers and the technical condition of the boat. This study used a cross-sectional research design with accidental sampling technique, obtained by 92 respondents. The results of the study showed that the characteristics of the boat drivers were quite good at 43.5%, the technical factors for the boat being in fairly good condition were 47.8%, and the incidence of accidents at sea was 53.3%. The conclusion shows that there is a relationship between the characteristics of boat drivers and accidents at sea (p value = 0.004), and there is a relationship between the technical condition of boat and accidents at sea (p value = 0.000). Suggestions, it is hoped that boat drivers will be involved in increasing their knowledge and skills of work safety at sea and meeting the requirements for proper boat conditions in the aspect of work safety. Keyword : Accident at work, Boat drivers, Boat technical condition, Sea
Peningkatan Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Melalui Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Pada Nelayan Skala Kecil Fitri Sari Dewi; Jamal, Jamal
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3700

Abstract

Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja pada nelayan, antara lain dipengaruhi oleh pemahaman tentang perlunya bekerja dengan selamat dan sehat karena besarnya pengaruh lingkungan kerja nelayan yang menghadapi tantangan lingkungan alam dalam aktivitas menangkap hasil laut dan dukungan tentang jaminan sosial ketenagakerjaan, sebagai upaya untuk membantu pencegahan dan pengendalian dari risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja dan kepersertaan nelayan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari implementasi kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja pada nelayan skala kecil. Metode pelaksanaan program pengabdian meliputi edukasi wawasan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dan urgensi jaminan ketenagakerjaan nelayan, forum grup diskusi (FGD) serta komitmen untuk menjadi peserta jaminan ketenagakerjaan. Program ini menghasilkan perilaku positif dari nelayan tentang pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja nelayan meliputi pengetahuan identifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko kerja serta penggunaan alat pelindung diri serta partisipasi nelayan dalam kepesertaan jaminan ketenagakerjaan yang dilakukan secara mandiri.