Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN MORTALITAS IKAN ENDEMIK BUTINI (Glossogobius matanensis Weber, 1913) DI DANAU TOWUTI, SULAWESI SELATAN Jefry Jack Mamangkey; Syahroma Husni Nasution
BERITA BIOLOGI Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v13i1.651

Abstract

Lake Towuti is the largest lake in the Malili Complex covering the area of 560 km and 203 m in depth. Butini is an endemic and vulnerable fish species that consumed by the local people and have an important economic value. Various activities occured in the lake was thought to be the cause of decreasing fish populations.The objective of this study was to determine the growth and mortality of butini in Lake Towuti.This research was conducted in Lake Towuti for 12 months from Mei 2006 to April 2007.Fish samples obtained by using long lines with various number of hooks i.e. 8,10,12,14,and 16.Each depth (25, 50, 75, 100, 150, and 200 m) launched one long line unit in three zones (A, B, and C).Growth and fish mortality were calculated based on total length frequency data using FiSAT II software. The results showed that the longest size (46.20 cm) was the male found at a depth of -1,200(t-to)150 m in April in Zone C.The combined Von Bertalanffy’s growth pattern was of L(t)= 46,62 [1 - e ]. While the growth pattern for each male -0,950(t-to) -0,820(t-to) and female was L(t) =46,62 [1 - e ] and L(t)= 46,62 [1 - e ] respectively. The highest total mortality was found in Zone B (5.49 per year) occurred in female fish. The highest natural mortality was observed in Zone B (1.80 per year) occurred in male fish.The highest fishing mortality was recorded in zone B (4.08 per year) and found in female fish. The highest exploitation level was found in zone A (E = 0.76) recorded in female fish.Exploitation level of butini stock in Lake Towuti indicated over-fishing (E=0.56) recorded in Zone A.
PIRAMIDA UMUR DAN PENGELOMPOKAN POPULASI IKAN BONTI-BONTI (Paratherina striata) SECARA SPASIAL DI DANAU TOWUTI, SULAWESI SELATAN Syahroma Husni Nasution
BERITA BIOLOGI Vol 10, No 5 (2011)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v10i5.1912

Abstract

Bonti-bonti (Paratherina striata) is an endemiz and vulnerable fish in Lake Towuti and L. Mahalona. The fish population tend to decreasing due to intensive fishing and habitat quality decline. This study was aimed re reveal the age pyramids and the grouping of fish populations as a basis for describing condition and diversty of fish populations. The study was conducted in L.Towuti at five stations. Samples were collected using experimental gillnet with mesh sized ], ¾, 1, dan 1¼ inches. Meansurement of morphometric characters of  fish consist of 22 characters. Results shows that fish population at each station features a different age pyramid. at station inlent of L. Towuti and Loeha Island, the age pyramid type which is dominated by juveniles a reletively rapid population growth. At station Cape Bakara, outlet of lake Towuti and Beau, the age pyramid type tend to be mederate. This shows the fish population is dominated by medium-size, fish populations in stable condition. Obtained 12 characters that have a strong correlation values. ANCOVA test results showed no difference in morphometric characters between the stations in male and female. Based on ANCOVA test assumed that the Bonti-Bonti at fish station is a population group.  
KONSENTRASI UNSUR HARA DAN KLOROFIL-a DI DANAU TOWUTI, SULAWESI SELATAN Sulastri Sulastr; Syahroma Husni Nasution; Sugiarti Sugiarti
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 22 No. 2 (2015)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2015.13302

Abstract

Danau Towuti merupakan salah satu danau oligotrofik di kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Danau ini memiliki keanekaragaman sumberdaya ikan endemik yang tinggi dan bernilai ekonomis guna mendukung masyarakat disekitarnya. Pengelolaan sumberdaya ikan endemik secara berkelanjutan melalui penetapan wawasan konservasi belum dikembangkan di danau ini. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui konsentrasi unsur hara dan klorofil-a untuk digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam memilih calon kawasan konservasi sumberdaya ikan endemik di Danau Towuti. Penelitian dilakukan diwilayah litoral danau yang mencakup 7 stasiun pada tahun 2009 serta 10 dan 11 stasiun pada tahun 2010 dan tahun 2011. Lokasi mencakup stasiun di kawasan Tominanga dan Kawatang. Sampel air untuk pengamatan amoniak, nitrat, total nitrogen, total fosfor, fosfat dan klorofil-a diambil secara stratifikasi menurut kedalaman danau dan dianalisis mengikuti prosedure metode standar (APHA, 1992). Rata-rata konsentrasi nitrat, amonia, total nitrogen, fosfat, total fosfor dan klorofil pengamatan tahun 2009 menunjukkan kondisi perairan alami atau oligotrofik.Pengamatan 2010 dan 2011 di stasiun di kawasan Kawatang, konsentrasi TP menunjukkan nilai yang tinggi dengan kisaran masing-masing 0,180 – 0,265 mg/L dan < 0,001 – 0,950 mg/L. Demikian juga TN, amonia dan klorofil-a pada tahun 2011 beberapa stasiun dikawasan ini menunjukkan konsentrasi yang tinggi dengan kisaran masing-masing 0,903 -2,810 mg/L; 0,001 – 0,146 mg/L dan 0,0 – 23,665 μg/L. Di stasiun kawasan Tominanga selama kurun waktu pengamatan konsentrasi TN, TP, nitrat, fosfat, klorofil-a umumnya menunjukkan kondisi perairan alami, sedangkan amonia konsentrasinya bervariasi. Berdasarkan konsentrasi unsur hara dan klorofil-a, disimpulkan kawasan Tominanga lebih sesuai dipilih sebagai kawasan konservasi sumberdaya ikan endemik di Danau Towuti.  Â
KETERKAITAN ANTARA KUALITAS AIR DENGAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI MUARA SUNGAI TELUK BANTEN, PROVINSI BANTEN Ade Sugiarti; Sigid Hariyadi; Syahroma Husni Nasution
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 23 No. 1 (2016)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2016.13311

Abstract

Kondisi perairan muara sungai di Teluk Banten yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan,aktivitas kegiatan industri dan aktivitas manusia lainnya kemungkinan akan berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan di muara sungai tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji keterkaitan antara kualitas air dan hasil tangkapan ikan di muara - muara sungai di Teluk Banten. Pengambilan contoh air dan ikan dilakukan pada bulan Mei, Juli dan Oktober 2013 di empat stasiun, yaitu di Muara Sungai Wadas, Cibanten, Cengkok, dan Pamong. Beberapa parameter fisika dan kimia dianalisis. Pengambilan contoh ikan mengikuti operasi penangkapan ikan nelayan setempat, selanjutnya ikan dihitung jumlahnya dan diidentifikasi jenisnya. Kualitas air dianalisis dengan metode Indeks Pencemaran. Tingkat kesuburan perairan ditetapkan dengan metode TRIX. Hasil tangkapan ikan dianalisis indeks keanekaragaman, indeks dominansi dan kelimpahan relatifnya. Keterkaitan antara kualitas air dengan hasil tangkapan ikan di perairan muara sungai Teluk Banten dilakukan menggunakan analisis CCA (Canoconical Correspondence Analysis) lalu dibuat matriksnya untuk setiap waktu pengamatan. Kualitas air di empat muara sungai tergolong tercemar ringan. Tingkat kesuburan perairan di keempat muara tersebut berkisar dari eutrofik sampai hipertrofik. Berdasarkan analisis CCA, parameter arus, suhu air, salinitas, dan amonia berkorelasi dengan keberadaan ikan-ikan di Muara Sungai Wadas, Cibanten dan Cengkok, sedangkan keberadaan ikan belanak (Mugil cephalus) di Muara Sungai Pamong lebih berkorelasi dengan kondisi parameter daya hantar listrik, TSS, dan pH. Berdasarkan matriks hubungan antara kualitas air, tingkat kesuburan perairan, dan hasil tangkapan ikan, dapat disimpulkan bahwa kualitas air yang tercemar ringan dengan tingkat kesuburan yang tinggi, membuat hasil tangkapan di muara - muara sungai Wadas, Cibanten, Cengkok dan Pamong di Teluk Banten tergolong masih cukup tinggi.