Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MORAL REASONING, SKEPTISISME PROFESIONAL AUDITOR, TEKANAN KETAATAN DAN SELF-EFFICACY TERHADAP KUALITAS AUDIT Luh Komang Merawati; Ni Luh Putu Yuni Ariska
KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Vol. 10 No. 1 (2018): Krisna: Kumpulan Riset Akuntansi
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kr.10.1.2018.70-76

Abstract

Kualitas audit sebagai suatu kondisi dimana auditor akan menemukan dan melaporkan pelanggaran dalam sistem akuntansi auditee. Temuan pelanggaran mengukur kualitas audit yang berkaitan dengan pengetahuan dan keahlian auditor, sedangkan pelaporan pelanggaran tergantung pada dorongan auditor untuk mengungkapkan pelanggaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh moral reasoning, skeptisisme profesional auditor, tekanan ketaatandan self efficacy terhadap kualitas audit (studi kasus pada BPKP dan BPK RI Provinsi Bali). Penentuan sampel menggunakan metode sampling jenuh dan responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 85 Auditor pada Kantor BPKP dan BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel moral reasoning dan tekanan ketaatan tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Variabel skeptisisme profesional auditor dan self-efficacy berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Kata kunci :Moral reasoning, skeptisisme profesional auditor, tekanan ketaatan, self-efficacy, kualitas audit.
PENDAMPINGAN MANAJEMEN KEUANGAN UMKM BLISS BARBERSHOP UBUD BERBASIS AKUNTANSI SEDERHANA Luh Komang Merawati; Ni Putu Yuta Yessyta Dewi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT (SENEMA) Vol 5 No 1 (2026): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT (SENEMA)
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala pada aspek pengelolaan keuangan yang belum tertata dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan manajemen keuangan berbasis akuntansi sederhana pada Bliss Barbershop Ubud. Permasalahan utama yang ditemukan adalah pencatatan transaksi harian yang belum sistematis, belum adanya laporan keuangan periodik, serta masih tercampurnya keuangan pribadi dan usaha. Metode pelaksanaan terdiri dari observasi, pelatihan, dan evaluasi yang dilakukan secara bertahap. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman staf kasir dalam melakukan pencatatan transaksi harian, penyusunan laporan sederhana, serta penggunaan sistem kasir yang lebih terstruktur. Staf juga mulai mampu mengelola data pemasukan dan pengeluaran dengan lebih rapi sehingga kondisi keuangan usaha dapat dipantau dengan lebih jelas. Perubahan ini berdampak pada meningkatnya ketelitian kerja dan efisiensi operasional usaha. Selain itu, kesadaran pemisahan keuangan pribadi dan usaha mulai terbentuk dengan lebih baik. Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan UMKM serta mendukung keberlanjutan usaha di Bliss Barbershop Ubud.
Pengaruh Leverage, Pertumbuhan Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Risk Profile dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Kadek Meilyana Syahrani; Luh Komang Merawati; Daniel Raditya Tandio
Jurnal Inovasi Akuntansi (JIA) Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jia.v1i1.6884

Abstract

This study aims to determine and test the effect of leverage, growth, size, risk profile, and profitability, on firm value in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2019-2021 period. The research population is banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2021 period. The sample in this study were 41 banking companies which were determined based on the purposive sampling method. The analysis technique used in this study is multiple linear regression analysis. Based on the results of the study, it shows that leverage has no effect on firm value, growth has a positive effect on firm value, size has a positive effect on firm value, risk profile has no effect on firm value, and profitability has a positive effect on firm value.
Why Do Village Officials Commit Fraud? Exploring the Underlying Factors Luh Komang Merawati; Ni Made Sunarsih; Luh Kalpika Jyunda Aryputri Suardyana
Jurnal Inovasi Akuntansi (JIA) Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jia.v3i2.12684

Abstract

Fraudulent behavior refers to deliberate deception or misconduct carried out by individuals or groups, aiming to gain unfair advantages at the expense of others. Such actions are typically committed with full awareness of their potential to harm other individuals or entities. This study aims to examine the influence of pressure, opportunity, rationalization, gender, and information asymmetry on the tendency to commit fraud within village governments in Denpasar City. The population in this study consists of all village officials serving as Heads of Section and Heads of Affairs who are directly involved in the administration and financial management of villages, using purposive sample, a total of 46 respondents were obtained within 27 villages. Data analysis was conducted using the Partial Least Squares (PLS) method. The results show that opportunity has a significant positive influence on the tendency to engage in fraudulent behavior among village officials. In other words, the greater the opportunity, the higher the likelihood of committing fraud. In contrast, pressure, rationalization, gender, and information asymmetry do not have a significant impact on fraudulent tendencies in the village governments of Denpasar city.