Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN KEHAMILAN Mestri Agustini, Ni Nyoman; Alit Arsani, Ni Luh Kadek
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Infeksi menular seksual (IMS) adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) terdapat sekitar 20 juta kasus baru IMS dilaporkan per-tahun. Pada wanita hamil terjadi perubahan anatomi, penurunan reaksi imunologis dan perubahan flora serviko-vaginal. Perubahan fisiologis pada wanita hamil akan berdampak pada perjalanan dan manifestasi klinis IMS. Beberapa infeksi menular seksual tersering adalah sifilis, gonore, chlamydia trachomatis, vaginosis bakterial, trikomoniasis, kondiloma, dan kandidiasis. IMS dan kehamilan dihubungkan dengan kehamilan ektopik, abortus spontan, kematian janin dalam kandungan, infeksi perinatal, intrauterine growth restriction, kelainan kongenital, ketuban pecah dini, prematuritas, chorioamnionitis, infeksi puerperalis, bayi berat badan lahir rendah, dan infeksi neonatal. Kehamilan dapat mengubah penampampakan klinik IMS dan akan mempersulit diagnosis dan terapi. Pada wanita hamil terjadi perubahan anatomi, penurunan reaksi imunologis, perubahan flora serviko-vaginal, yang semuanya akan berpengaruh pada perjalanan dan manifestasi klinis IMS itu sendiri. Pada kehamilan, dapat terjadi penularan infeksi dari ibu ke janin dengan cara kontak langsung saat persalinan, infeksi yang menjalar secara ascenden, dan agen penyebab yang masuk ke sirkulasi janin menembus barier plasenta. Mengingat berbahayanya IMS pada kehamilan, maka diperlukan adanya usaha pencegahan. Penanganan penyakit menular seksual pada kehamilan adalah dengan penanganan umum, konservatif, termasuk konseling dan pengobatan pada mitra seksual.
INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN KEHAMILAN Ni Nyoman Mestri Agustini; Ni Luh Kadek Alit Arsani
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Infeksi menular seksual (IMS) adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) terdapat sekitar 20 juta kasus baru IMS dilaporkan per-tahun. Pada wanita hamil terjadi perubahan anatomi, penurunan reaksi imunologis dan perubahan flora serviko-vaginal. Perubahan fisiologis pada wanita hamil akan berdampak pada perjalanan dan manifestasi klinis IMS. Beberapa infeksi menular seksual tersering adalah sifilis, gonore, chlamydia trachomatis, vaginosis bakterial, trikomoniasis, kondiloma, dan kandidiasis. IMS dan kehamilan dihubungkan dengan kehamilan ektopik, abortus spontan, kematian janin dalam kandungan, infeksi perinatal, intrauterine growth restriction, kelainan kongenital, ketuban pecah dini, prematuritas, chorioamnionitis, infeksi puerperalis, bayi berat badan lahir rendah, dan infeksi neonatal. Kehamilan dapat mengubah penampampakan klinik IMS dan akan mempersulit diagnosis dan terapi. Pada wanita hamil terjadi perubahan anatomi, penurunan reaksi imunologis, perubahan flora serviko-vaginal, yang semuanya akan berpengaruh pada perjalanan dan manifestasi klinis IMS itu sendiri. Pada kehamilan, dapat terjadi penularan infeksi dari ibu ke janin dengan cara kontak langsung saat persalinan, infeksi yang menjalar secara ascenden, dan agen penyebab yang masuk ke sirkulasi janin menembus barier plasenta. Mengingat berbahayanya IMS pada kehamilan, maka diperlukan adanya usaha pencegahan. Penanganan penyakit menular seksual pada kehamilan adalah dengan penanganan umum, konservatif, termasuk konseling dan pengobatan pada mitra seksual.
Cognitive Function of the Elderly in Banjar Busana, Desa Sibanggede, Badung Regency: A Descriptive Study Bawana, Harry; Ni Nyoman Mestri Agustini; I Gede Surya Dinata; Ni Luh Kadek Alit Arsani
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 9 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.9.1.8657.5-10

Abstract

Countries around the world are currently entering an aging population era, where the number of elderly individuals is increasing. In the elderly, there is a decline in intrinsic capacities such as physical, mental, and cognitive capacities, which hampers their functional abilities. Cognitive function impairment is an early stage of cognitive decline and is a risk factor for dementia, which significantly disrupts daily activities. Banjar Busana, Desa Sibanggede, is one of the banjars with a relatively large elderly population, totalling 117 individuals. However, data on the cognitive function profile in Banjar Busana, Desa Sibanggede, is not yet definitively available. This study aims to determine the cognitive function profile of the elderly in Banjar Busana, Desa Sibanggede, Badung Regency. The population of this study comprises all elderly individuals in Banjar Busana in 2023, totalling 117 people. The sample size was calculated using the formula by Dean et al., 2013, with a 95% confidence level, resulting in a sample size of 90 individuals. The sample was then selected using simple random sampling. Cognitive function was measured using the MoCA-INA questionnaire. The data were analyzed descriptively and quantitatively. The results showed that the majority of respondents were aged 60-69 years (59%), with more male respondents (51%) than female respondents (49%). Respondents experiencing cognitive function impairment amounted to 47%, while those without cognitive function impairment were 53%. It is recommended to provide more education to the community regarding the dangers of cognitive function impairment and preventive efforts.
Hubungan Anemia Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Buleleng Hartajaya, Galang; IP Adi Wibowo; Ni Nyoman Mestri Agustini
Ganesha Medicina Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v5i1.88399

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kerusakan ginjal berupa kelainan struktural dan fungsional ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan, menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang progresif. Salah satu penanganan pada PGK adalah dengan melakukan hemodialisis atau cuci darah, namun pada terapi ini memiliki efek samping berupa anemia yang tentunya dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat anemia dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional . Hasil penelitian mengambil subjek sebanyak 40 responden dan menunjukkan sebagian besar pasien mengalami anemia sedang (65%), dan subjek yang didapat memiliki kualitas hidup yang buruk (97,5%), dan terdapat hubungan yang sigmifikan anatara derajat anemia dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani hemodialisis dengan arah penelitian arah hubungan positif dengan kekuatan hubungan variabel sangat kuat (r=0,890). Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel derajat anemia semakin ringan maka variabel kualitas hidup akan semakin baik.
The Relationship Between Nutritional Status and The Incidence of Hypertension in the Elderly in Kekeran Village, Mengwi District, Badung Regency, Bali Ni Putu Sinta Maharani; Luh Putu Lina Kamelia; Ni Nyoman Mestri Agustini
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 4 (2025): IJHET NOVEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the relationship between nutritional status and the incidence of hypertension among elderly people in Kekeran Village, Mengwi District, Badung Regency, Bali. This study uses an observational analytical method with a cross-sectional research design. The results show that most elderly people in Kekeran Village are overweight, accounting for 53.15% of the total respondents. Meanwhile, 20.28% of the elderly were underweight, 18.18% had normal nutritional status, and 8.39% were obese. This condition illustrates that being overweight is still a prominent nutritional problem among the elderly in this region. Based on blood pressure distribution, most respondents were classified as having stage I hypertension (39.16%), followed by prehypertension (36.36%), stage II hypertension (18.88%), and only 5.59% of the elderly had normal blood pressure. This indicates that high blood pressure remains a fairly common health problem among the elderly in Kekeran Village. The results of the analysis using Spearman's rank correlation test showed a significant relationship between nutritional status and the incidence of hypertension in the elderly in Kekeran Village with a p-value of 0.003 (p < 0.05) and a correlation coefficient (r) of 0.244. This relationship is positive with weak strength, which means that an increase in nutritional status or body mass index is directly proportional to an increase in the risk of hypertension.
the CASE REPORT: SEVERE HYPOCHROMIC MICROCYTIC ANEMIA CAUSED BY IRON DEFICIENCY ANEMIA nyoman, sabna; Ida Bagus Wemanu Ngaling; Ni Nyoman Mestri Agustini; I Made Kesuma Wijaya
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2289

Abstract

Iron deficiency anemia (IDA) is the most common type of anemia caused by insufficient iron for hemoglobin synthesis, leading to impaired oxygen transport in the body. This study aims to report and analyze a case of severe iron deficiency anemia in a 63-year-old female patient with comorbid hypertensive heart disease. The research method was a case study involving data collection from anamnesis, physical examination, laboratory tests (Hb, MCV, MCH, ferritin, and serum iron), and supporting radiologic examinations such as chest X-ray and electrocardiography. The results showed Hb 5.4 g/dL, MCV 69.3 fL, MCH 19.7 pg, ferritin 4.3 µg/L, and serum iron 10.8 µg/dL, indicating severe hypochromic microcytic anemia due to iron deficiency. The patient received oxygen therapy, packed red cell transfusions until Hb reached 10 g/dL, oral ferrous sulfate 200 mg three times daily, and vitamin C 100 mg three times daily, along with supportive care, resulting in significant clinical and laboratory improvement after eight days of hospitalization. This case highlights the importance of early diagnosis and prompt management to prevent systemic complications of iron deficiency anemia.
Hubungan Hipertensi dengan Tipe Stroke pada Pasien Stroke Usia Dewasa di RSUD Buleleng Ni Putu Leony Puspitayanti; Putu Adi Suputra; Ni Nyoman Mestri Agustini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2430

Abstract

Stroke merupakan defisit neurologi yang terjadi secara tiba-tiba yang menetap selama 24 jam atau lebih yang semata-mata hanya masalah vaskular. Hipertensi kronis dan tidak terkontrol dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang menyebabkan komplikasi salah satunya adalah stroke. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara hipertensi dengan tipe stroke dan apakah pasien stroke dengan riwayat hipertensi lebih banyak pada tipe stroke hemoragik atau stroke iskemik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien stroke usia 18-59 tahun di RSUD Buleleng Tahun 2024 berjumlah 287 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 80 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 80 sampel, pasien stroke dengan riwayat hipertensi sebanyak 44 orang dan yang tidak memiliki riwayat hipertensi sebanyak 36 orang, sebanyak 34 orang mengalami stroke tipe hemoragik (42.5%) dan sebanyak 46 orang mengalami stroke tipe iskemik (57.5%). Uji statistik Chi-Square didapatkan p-value = 0.029 Dari penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara hipertensi dengan tipe stroke pada pasien stroke usia dewasa di RSUD Buleleng.