Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kerusakan ginjal berupa kelainan struktural dan fungsional ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan, menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang progresif. Salah satu penanganan pada PGK adalah dengan melakukan hemodialisis atau cuci darah, namun pada terapi ini memiliki efek samping berupa anemia yang tentunya dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat anemia dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional . Hasil penelitian mengambil subjek sebanyak 40 responden dan menunjukkan sebagian besar pasien mengalami anemia sedang (65%), dan subjek yang didapat memiliki kualitas hidup yang buruk (97,5%), dan terdapat hubungan yang sigmifikan anatara derajat anemia dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani hemodialisis dengan arah penelitian arah hubungan positif dengan kekuatan hubungan variabel sangat kuat (r=0,890). Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel derajat anemia semakin ringan maka variabel kualitas hidup akan semakin baik.