Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGGUNAAN PACLOBUTRAZOL DAN DINAMIKA FISIOLOGI LATEKS PADA BEBERAPA KLON KARET Koryati, Try
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.693

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter fisiologi lateks beberapa klom pada penyadapan awal dengan penggunaan zat pengatur tumbuh paklobutrazol. Paklobutrazol merupakan zat penghambat pertumbuhan yaitu  suatu senyawa organik yang mampu menghambat pemanjangan batang,. Penelitian dilaksanakan di kebun Karang Inong PTP-N I Kso PTP-N III, Aceh Timur. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Tersarang (Nested Design) dua faktor, yaitu faktor Klon ada lima faktor yaitu; K1= Klon PB 260, K2= Klon PB 330 dan K 3 =Klon PB 340, K4 = Klon IRR 107 dan K5= Klon IRR  5. dan faktor Paklobutrazol ada tiga  faktor yaitu; P0 = Kontrol (tanpa paklobutrazol), P1 = (500 ppm) melalui tanah dan P2 = (500 ppm) aplikasi melalui daun  . Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masing-masing klon (PB260, PB 330, PB 340, IRR 107 dan IRR 5) dan aplikasi paklobutrazol  menunjukkan pengaruh yang berbeda  terhadap parameter pertumbuhan, produksi dan karakter fisiologi  lateks,   Aplikasi paklobutrazol melalui tanah nyata menekan pertambahan tinggi tanaman  , tetapi  dapat meningkatkan pertambahan lilit batang , tebal kulit dan diameter pembuluh lateks,   Interaksi antara perlakuan klon dan paklobutrazol  terhadap parameter produksi tertinggi terdapat  pada perlakuan K3P0  (22,81 g/p/s), Untuk parameter KKK (36,47 %) , Fosfat acid (4,92 mM) dan Tiol (0.38 mM) tertinggi  terdapat pada perlakuan K4P1 dan Indek penyumbatan terendah terdapat pada klon K3P2 (18,71 %). Hasil penelitian ini merupakan salah satu solusi untuk tanaman belum menghasilkan ,  karena dapat menghambat pertambahan tinggi tanaman dan mempercepat pertambahan lilit batang, serta  terdapat dinamika karakter fisiologi lateks dari klon  yang dicoba.
PENGGUNAAN PACLOBUTRAZOL DAN DINAMIKA FISIOLOGI LATEKS PADA BEBERAPA KLON KARET Koryati, Try
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.693

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter fisiologi lateks beberapa klom pada penyadapan awal dengan penggunaan zat pengatur tumbuh paklobutrazol. Paklobutrazol merupakan zat penghambat pertumbuhan yaitu  suatu senyawa organik yang mampu menghambat pemanjangan batang,. Penelitian dilaksanakan di kebun Karang Inong PTP-N I Kso PTP-N III, Aceh Timur. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Tersarang (Nested Design) dua faktor, yaitu faktor Klon ada lima faktor yaitu; K1= Klon PB 260, K2= Klon PB 330 dan K 3 =Klon PB 340, K4 = Klon IRR 107 dan K5= Klon IRR  5. dan faktor Paklobutrazol ada tiga  faktor yaitu; P0 = Kontrol (tanpa paklobutrazol), P1 = (500 ppm) melalui tanah dan P2 = (500 ppm) aplikasi melalui daun  . Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masing-masing klon (PB260, PB 330, PB 340, IRR 107 dan IRR 5) dan aplikasi paklobutrazol  menunjukkan pengaruh yang berbeda  terhadap parameter pertumbuhan, produksi dan karakter fisiologi  lateks,   Aplikasi paklobutrazol melalui tanah nyata menekan pertambahan tinggi tanaman  , tetapi  dapat meningkatkan pertambahan lilit batang , tebal kulit dan diameter pembuluh lateks,   Interaksi antara perlakuan klon dan paklobutrazol  terhadap parameter produksi tertinggi terdapat  pada perlakuan K3P0  (22,81 g/p/s), Untuk parameter KKK (36,47 %) , Fosfat acid (4,92 mM) dan Tiol (0.38 mM) tertinggi  terdapat pada perlakuan K4P1 dan Indek penyumbatan terendah terdapat pada klon K3P2 (18,71 %). Hasil penelitian ini merupakan salah satu solusi untuk tanaman belum menghasilkan ,  karena dapat menghambat pertambahan tinggi tanaman dan mempercepat pertambahan lilit batang, serta  terdapat dinamika karakter fisiologi lateks dari klon  yang dicoba.
Auxin hormone analysis for clones of immaturity rubber plant Try Koryati; Luthfi A. M. Siregar
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 3, No 1 (2013): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.037 KB)

Abstract

One of the problems of immature rubber plants are non-productive period is too long which is about 5-6 years old. Various efforts have been made to speed up non-productive period, including the application of exogenous growth regulators. This is related to biological natural hormones found in plantduring immature rubber. One of the hormones that affects the auxin hormone . This study aims to analyze content auxin hormone found in some clones and plant age during immature rubber. This research was conducted descriptive / review directly to the field by taking leaf samples at the clones PB 260, PB 340 and RRIM 712 which have been determined. To determine the levels of hormones contained in rubber leaf, leaf samples were analyzed at the Research Center for Biology Indonesian Institute of Sciences in Bogor. Observation auxin hormone levels. The results showed that the type clones and different plant age have different content auxint. The highest content of auxin there at the age of 2 years is the plant on clones PB 260 (116.5 ppm) and RRIM 712 (114.0 ppm).
PERAN PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN DAN FISIOLOGI LATEKS BEBERAPA KLON KARET Try Koryati; Radite Tistama
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.693

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan tanaman, anatomi dan karakter fisiologi lateks beberapa klon karet pada penyadapan awal dengan penggunaan zat pengatur tumbuh paklobutrazol. Paklobutrazol merupakan zat penghambat pertumbuhan yaitu suatu senyawa organik yang mampu menghambat pemanjangan batang dan dapat meningkatkan diameter batang, sehingga memperpendek tanaman belum menghasilkan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Karang Inong PT Perkebunan Nusantara I, Aceh Timur dan PT Perkebunan Nusantara III. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Tersarang (Nested Design) dua faktor, yaitu faktor klon karet dengan lima taraf yaitu K1= PB 260, K2= PB 330 dan K3= PB 340, K4= IRR 107 dan K5= IRR  5 dan faktor paklobutrazol dengan tiga taraf yaitu P0 = Kontrol (tanpa paklobutrazol), P1 = 500 ppm paklobutrazol melalui tanah dan P2 = 500 ppm aplikasi paklobutrazol melalui daun. Aplikasi paklobutrazol melalui tanah diberikan hanya dua kali yaitu pada saat pelaksanaan penelitian dan enam bulan setelah perlakuan (BSP), sedangkan aplikasi paklobutrazol melalui penyemprotan permukaan daun diberikan sebanyak 10 kali mulai dari pelaksanaan penelitian dengan interval satu bulan sekali. Pengamatan dilakukan pada awal penelitian (umur 28 bulan) dan dilanjutkan pada umur 46 bulan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masing-masing klon dan aplikasi paklobutrazol  menunjukkan pengaruh yang berbeda terhadap parameter pertumbuhan tanaman, produksi lateks dan karakter fisiologi lateks. Aplikasi paklobutrazol melalui tanah nyata menekan pertambahan tinggi tanaman, tetapi  dapat meningkatkan diameter batang, tebal kulit dan diameter pembuluh lateks. Interaksi antara perlakuan klon dan paklobutrazol  terhadap parameter produksi tertinggi (22,81 g/p/s), untuk parameter KKK (36,47%) yang dijumpai pada klon PB 340 tanpa paklobutrazol (K3P0), fosfat anorganik (4,92 mM) dan Thiol (0,38 mM) tertinggi terdapat pada perlakuan K4P1 dan indek penyumbatan terendah terdapat pada K3P2 (18,71%). Hasil penelitian ini menjadi salah satu solusi untuk memperpendek tinggi tanaman belum menghasilkan (TBM), karena dapat menghambat pertambahan tinggi dan mempercepat pertambahan lilit batang tanaman.
PENGARUH UMUR DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Wiwik Yunidawati; Try Koryati
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11315

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh umur dan jumlah bibit per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah serta interaksi yang dimunculkan dari kedua perlakuan tersebut. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu : Faktor umur bibit (U) yang terdiri dari 3 taraf yaitu U1 (Umur pindah 15 hari setelah semai), U2 (Umur pindah 20 hari setelah semai), U3 (Umur pindah 25 hari setelah semai). Faktor jumlah bibit per lubang tanam (J) terdiri dari 3 taraf yaitu : J1 (Jumlah bibit 1 batang/lubang), J2 (Jumlah bibit 2 batang/lubang), J3 (Jumlah bibit 3 batang/lubang). Parameter dalam penelitian ini adalah, tinggi tanaman, jumlah anakan perumpun, jumlah anakan produktif, jumlah malai per rumpun, produksi gabah per plot dan berat 1000 butir biji. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan umur bibit berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan per rumpun umur 2, 4 MST, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 2, 4 6 MST, jumlah malai per rumpun, jumlah anakan produktif, dan berat gabah per plot. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan umur pindah tanam 15 HSS (U1). Perlakuan jumlah bibit per lubang tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 2 dan 4 MST, jumlah anakan produktif, berat gabah per plot dan berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan per rumpun umur 2 dan 4 MST. Perlakuan jumlah bibit per lubang tanam terbaik ditemukan pada perlakuan jumlah bibit 1/lubang tanam (J1). Interaksi umur pindah tanam dan jumlah bibit per lubang tanam berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil padi yang baik disarankan menggunakan padi umur 15 hari setelah semai dan jumlah bibit 1 /lubang tanam.
Latex Flow Pattterns Several of Clone with the Use of Plant Growth Regulator to Production Try Koryati; Luthfi A. M. Siregar
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.748 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i2.3183

Abstract

Slow or fast flow of latex when tapped affects the height and low production of latex. The physiological nature of the latex flow illustrates the speed and resistance of the latex flow rate per unit time. The purpose of the study was to determine the pattern of the flow rate of latex several rubber clones with the use of growth regulators and their relation to the production of latex in the initial tapping. The study was carried out in the PTP-N I Kso PTP-N III Karang Inong plantation, East Aceh. The research was arranged based on three factors of Nested Design, namely Clone factors with five factors, IAA + Kinetin hormone factor 7 factors and Paklobutrazol factors there were 3 factors. Some research results show that the pattern of each clone is different from the rate of flow of latex. In general, the clones tested were PB 260, PB 330, and IRR 5 clones, which showed a sharp decrease in latex flow, except the PB 340 and IRR 107 were still stable. PB 340 clone has the highest latex flow rate of 3.00 ml / minute in the first 10 minutes combination of H1P0 treatment. In the 90th minute, PB 340 still flows latex in several combinations of treatments with a latex flow rate in treatment (H4P1) of about 2.55 ml / minutes with a higher latex volume of 30-70 minutes for the same treatment combination. The highest production of latex per plant was obtained from the IRR 107 (K4) clone with the administration of 500 ppm IAA + 60 ppm kinetic (H4) and the application of soil paklobutrazol (P1) (K4H4P1) of 59.99 g / p / s, followed by PB clones 340 (K3H4P1)) of 49.80 g / p / s. The lowest production of latex per plant was found in PB 330 (K2H0P0) clones of (4.98 g / p / s).
Peningkatan Ekonomi Keluarga dengan Memanfaatkan Sistem Hidroponik pada Masa Pandemi di Desa Marindal-I Kecamatan Patumbak Mazlina Mazlina; Try Koryati; Wiwik Yunidawati; Eliakim Purba; Martha A. Sihaloho
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 01 (2021): EDISI MARET 2021
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35447/prioritas.v3i01.384

Abstract

Keterbatasan lahan di perkotaan ternyata bukanlah hambatan untuk bertani. Ide yang terkuak di benak petani setelah melihat sebagian besar lahan pertanian beralih fungsi, petani tersebut berinspirasi menumbuhkan tanaman diatas paving yang disebut hidroponik. Penggunaan sistem pertanian hidroponik hambatan lahan bisa diatasi, hasil yang diperoleh juga tak kalah bagusnya dengan sistem pertanian konvensional diperkampungan. Hidroponik adalah suatu metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, melainkan dengan menggunakan larutan mineral bernutrisi atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai pengganti media. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi wawasan kepada ibu-ibu PKK di desa Marindal I tentang tanaman hidroponik yang dapat menambah pendapatan ibu-ibu di masa pandemi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan ceramah mengenai hidroponik, melakukan diskusi dan tanya jawab, melakukan praktik kegiatan bercocok tanam secara hidroponik. Dampak yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK mengenai hidroponik, serta dapat meningkatkan pendapatan di masa pandemi dengan mengusahakan tanaman hidroponik secara komersil.
Pemanfaatan Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Dalam Mendekomposisi Limbah Organik dan Mengahasilkan Pupuk Vermikompos di Desa Kubucolia Kec. Dolat Rakyat Kab. Karo Nursiani Lubis; Mazlina Mazlina; Try Koryati; Wiwik Yunidawati; Eliakim Purba
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Digital Vol 1, No 1: JUPED - Februari 2022
Publisher : Insight Power (Kekuatan Wawasan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.425 KB)

Abstract

The making of vermicompost by involving the role of this worm can reduce pollution from organic waste. The more worm cultivation, the greater the absorption of waste/garbage from the environment so that environmental pollution due to piles of organic waste can be reduced. Earthworms also have the ability to convert insoluble nutrients into soluble forms with the help of enzymes contained in the digestive tract of worms, so that plants absorb them more quickly. the development of organic farming systems provides opportunities for the development of vermicompost on a wider scale. This not only has a positive effect on improving soil fertility but also opens up profitable business opportunities. The purpose of this activity is to provide insight to farmers regarding the use of earthworms (Lumbricus rubellus) in converting organic wastes into vermicompost, which can be used as organic fertilizer in plant cultivation. The method used in this activity is to give lectures about earthworms and vermicompost, conduct discussions and questions and answers, and practice vermicompost activities. The impact obtained is an increase in the knowledge of farmers regarding the role of earthworms in vermicompost or indirectly about the role of earthworms in agriculture.Keywords: Vermicompost, Earthworm (Lumbricus rubellus), Organic waste
Study of Five Clones with Combinations of Growth Regulators Based on Growth and Anatomical Characteristics of Rubber Plant (Hevea brasiliensis L.) Try Koryati; Wiwik Yunidawati; Radite Tistama; Nurhayati Nurhayati; Mazlina Mazlina; Rosmaiti Rosmaiti
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 45, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v45i2.3951

Abstract

As an export commodity, rubber is a major contributor to Indonesia's foreign exchange. Regarding the increase in rubber production, a study on combinations of growth regulators and rubber clones has been carried out based on plant growth and anatomical characteristics during the immature plant period. This research is conducted for eighteen months at the KSO Karang Inong plantations, PTPN-I, and PTPN-III, East Aceh District, using five clones. This study adopts a nested design with three factors: clones, Growth Regulators (GRs), and paclobutrazol. The clones used are PB 260, IRR 104, IRR 112, IRR 39, and 105. The GRs combination factor between IAA and Kinetin consists of seven levels and three levels of paclobutrazol. The results show that the rubber clones PB260 and IRR105 give higher stem girth and plant height than the other clones when applied with GRs at six different levels. The most expansive leaf area is found in clone IRR 104 compared to other clones. In addition, paclobutrazol affects plant height. Applying paclobutrazol can reduce plant height for all clones but increases stem girth, skin thickness, number and diameter of latex vessels, and total chlorophyll at 46 months after treatment.
Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Pisang Dan Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Okra Mazlina, Mazlina; Koryati, Try; Yunidawati, Wiwik
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 7 No. 1 (2024): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman okra akibat pemberian POC limbah kulit pisang dan pupuk KCl serta nyata tidaknya interaksi kedua faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Amir Hamzah, mulai dari bulan April 2020 sampai dengan selesai. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih okra varietas Naila IPB, POC limbah kulit pisang dan polybag serta alat lainnya yang dibutuhkan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti meliputi konsentrasi pupuk organik cair limbah kulit pisang dan Pupuk KCl. Faktor konsentrasi POC limbah kulit pisang (P) terdiri dari 3 taraf yaitu P1 = 10 ml/liter air, P2 = 20 ml/liter air dan P3 = 30 ml/liter air, sedangkan factor kedua adalah dosis pupuk KCl (K), yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0 = Tanpa pupuk (0 g/plot), K1 = 10 g KCl/plot, K2 = 20 g KCl/plot dan K3 = 30 g KCl/plot. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah dan berat buah tanaman okra. Hasil uji F pada analisis sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi POC limbah kulit pisang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman okra pada umur 2, 4 dan 6 MST, namun telah memberi pengaruh nyata terhadap tinggi dan jumlah daun pada umur 8 MST, jumlah buah, dan berat buah per tanaman. Ada terdapat interaksi antara konsentrasi POC limbah kulit pisang dan pupuk KCl terhadap tnggi tanaman, jumlah helaian daun pada umur 8 MST, jumlah buah dan berat buah okra yang diamati.