Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL DI MAJLIS TAKLIM PENDIDIKAN PASCA TPQ QIRAATI YPI “SHIDQUL AMAL” KEDUNGJAYA KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON Taqiyuddin .
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v2i1.2877

Abstract

ABSTRAKLembaga-lembaga pendidikan Islam yang ada di YPI “Shidqul Amal” Desa Kedungjaya Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, dapat dikategorikan sebagai bentuk atau jenis pendidikan nonformal yang dalam penyelenggaraan pendidikannya harus dikelola berdasarkan peraturan dan perundang undangan yang berlaku, di antara peraturan itu adalah PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Kegiatan ngaji sore yang dilaksanakan Majelis Taklim Pendi-dikan Pasca TPQ Qiraati merupakan salah satu bentuk kegiatan keagamaan yang ada di YPI “Shidqul Amal” Kedung jaya, dalam pengelolaannya sebagian besar telah sesuai dengan PP No. 19 tahun 2005. Namun berdasarkan pengamatan, masih ada beberapa komponen yang perlu dioptimalkan, di antaranya yaitu pengelolaan yang belum sepenuhnya menggunakan system manajemen pendidikan, kualifikasi tenaga kependidikan dan tenaga pendidik, kurikulum yang digunakan, begitu juga dengan proses pembelajaran.hal tersebut dilakukan para manager adalah karena tujuan lembaga pendidikan tidak akan segera terwujud sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan dirumuskan, melainkan harus melakukan pengkajian terhadap kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman sumber-sumber pendidikan terlebih dahulu. Kata Kunci: Pengelolaan Pendidikan Islam, Respon dan Partisipasi
Transforming Pesantren Management: The Role of Women’s Leadership in Indonesia Taqiyuddin, Taqiyuddin; Nurmalasari, Nurmalasari; Zahra, Hanifah Amalia
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i2.1276

Abstract

The leadership structure of Islamic boarding schools (pesantren) in The leadership structure of Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia has traditionally been dominated by male religious authorities, leaving the role of women in institutional leadership relatively underexplored in academic discourse. Although previous studies have discussed gender issues in Islamic education, limited attention has been given to how female leaders shape managerial practices and institutional development within pesantren. This study addresses this gap by examining the characteristics, strategies, and institutional impacts of female leadership in pesantren management. This research employs a qualitative design based on a systematic literature review combined with case-based analysis of selected pesantren led by women. Data were collected from peer-reviewed journal articles, books, and institutional reports, and analysed using thematic analysis, including coding, categorisation, and interpretation of leadership patterns, decision-making processes, and management practices. The findings reveal that female leadership in pesantren is characterised by collaborative decision-making, participatory governance, and strong community engagement. Women leaders tend to adopt adaptive management strategies by integrating traditional Islamic values with contemporary educational practices. These approaches contribute to improving institutional governance, enhancing educational quality, and strengthening the sustainability of pesantren in responding to social and educational changes. This study contributes to the literature by providing a more nuanced understanding of how female leadership influences organisational transformation in Islamic educational institutions. It also offers a conceptual perspective on gender-inclusive leadership as a strategic factor in promoting innovation and sustainability in pesantren management while maintaining their religious identity.