Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LAYANAN BIMBINGAN KARIR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BERBASIS TEACHING FACTORY Dwi Putranti
Jurnal Konseling Komprehensif: Kajian Teori dan Praktik Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2018): JURNAL KONSELING KOMPREHENSIF
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jkk.v5i2.8478

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas bagaimana strategi layanan bimbingan karir di SMK berbasis teaching factory. Siswa SMK termasuk dalam kategori remaja yang notabene belum memiliki kematangan karir yang baik. Sementara itu, pendidikan di SMK diarahkan pada pengembangan pendidikan berbasis perusahaan/industri, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan, Upaya peningkatan tidak cukup hanya dilakukan oleh guru kejuruan saja melainkan juga memerlukan guru yang lain termasuk guru BK. Salah satu yang bisa dilakukan adalah layanan bimbingan konseling karir. Strategi layanan yang bisa diberikan meliputi layanan dasar berupa media informasi karir, kemudian juga need assessment bakat minat siswa, layanan konsultasi dan layanan konseling individual. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat meningkatkan kematangan karir, baik dalam mengidentifikasi potensi, menganalisis peluang karir, bahkan dalam memutuskan pilihan karir yang tepat.
Strategi Kolaborasi Guru Bimbingan Dan Konseling dengan Orang Tua dalam Pengembangan Karakter Siswa SMP Dwi Putranti; Agus Supriyanto; Shopyan Jepri Kurniawan
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v5i1.949

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah sebagai referensi khususnya bagi guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan layanan dengan orang tua. Keberhasilan suatu pendidikan tidak bia diwujudkan oleh satu pihak. Sebaiknya harus adanya kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya guru dan orang tua. Bahwasanya banyak tindakan amoral yang dilakukan dikalangan remaja seperti free sex, tawuran dan lain sebagainya. Oleh karena itu menjadi tantangan untuk guru bimbingan dan konseling. Tentu penanaman pendidikan karakter tentu harus ada kolaborasi yang dilakukan berbagai pihak antara konselor dan orang tua.Tujuannya adalah terciptanya layanan yang mampu meningkatkan potensi dari individu tersebut. Sehingga sangat dirasa perlu adanya strategi kolaborasi dengan orang tua dalam meningkatkan karakter pada siswa.
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling di Sekolah Dwi Putranti; Fajar Fithroni; Dhela Kusumaningtias
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i2.5745

Abstract

Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang mengintegrasikan tiga komponen, yaitu: komponen manajemen dan kepemimpinan, pembelajaran yang mendidik, dan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Bimbingan dan konseling merupakan wujud dari penyelenggaraan pendidikan yang bermutu melalui sistem pendidikan. Guru BK perlu merancang sebuah program sebagai usaha terencana dan terorganisir dalam layanan bimbingan dan konseling. Program yang telah dirancang tentunya akan diimplementasikan ke dalam suatu layanan yang konkrit. Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan sangatlah diperlukan dalam mengimplementasikan program bimbingan dan konseling.  Ketidaktersediaan jadwal tatap muka antara siswa dan guru BK, kurangnya koordinasi antara kepala sekolah dengan guru BK, dan sarana dan prasarana yang kurang memadai bagi layanan bimbingan dan konseling diidentifikasi merupakan hasil dari kurangnya pemahaman kepala sekolah terhadap peran guru BK dan implementasi programnya dalam pendidikan. Pemahaman yang kurang baik dalam bimbingan dan konseling juga menyebabkan kurangnya peranan kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin pendidikan.  Komitmen dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS), Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), pihak sekolah, maupun pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyiapan calon kepala sekolah, pembinaan dan pengembangan bagi kepala sekolah, maupun penerapan model pengembangan professionalitas yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.