Pairan .
Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Jember (UNEJ)

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGEMBANGAN KAPASITAS PETANI TERHADAP PENERAPAN BIOTEKNOLOGI TEBU DI WILAYAH BESUKI JAWA TIMUR Pairan, Pairan; Yuniati, Sri; Susilo, Djoko
Journal of Social and Political Science Vol 1 No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurunnya produktivitas tebu salah satunya disebabkan ketidaktersediaan bibit unggul. Melalui pengembangan bioteknologi pertanian diyakini akan dapat meningkatkan produksi tebu, di samping dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Namun bioteknologi tebu belum tentu bisa diterima oleh petani. Penelitian ini bertujuan meneliti respon petani dan dampak penerapan bioteknologi tebu serta menyusun model pengembangan kapasitas petani terhadap penerapan boteknologi tebu. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa penerapan bioteknologi akan didukung oleh petani selama tebu hasil bioteknologi dapat memberikan keuntungan pada petani. Namun penerapan bioteknologi juga menimbulkan kekhawatiran petani terhadap dampak sosial – ekonomi dan budaya yang akan diterimanya. Oleh karena itu penerapan bioteknologi tebu harus didukung dengan pengembangan kapasitas petani karena terkait dengan proses transformasi pengetahuan dan teknologi yang baru. Model pengembangan kapasitas petani dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap penyadaran, tahap transformasi kemampuan, dan tahap peningkatan kemampuan. Melalui pengembangan kapasitas petani diharapkan akan dapat mengurangi resistensi terhadap penerapan bioteknologi tebu.Kata kunci: Pengembangan Kapasitas, Bioteknologi, Petani Tebu
Upaya Peningkatan Kesejahteran Keluarga Melalui Pemberdayaan pada Kelompok Perempuan Sido Makmur di Desa Pasrujambe Nurdiyanto, Dwi; Hariyono, Syech; P, Pairan
e-Sospol Vol 4 No 1 (2017): Komodifikasi Tubuh Perempuan di Instagram
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research was aimed at describing and analyzing the efforts devoted to escalating family prosperity through empowerment on Sido Makmur of woman community in Pasrujambe village. Research question under investigation was germane to how the efforts devoted to improving family prosperity on Sido Makmur woman community were carried out to improve the prosperity of families in Pasrujambe village. The presence of empowerment carried out in Sido Makmur community was one a kind of farming-based woman community which was intended to rally the appreciations of farming women. The research method operative in the study was descriptive, which was coupled with qualitative approach. The research site was Pasrujambe village, Pasrujambe sub-district of Lumajang district. Research informants were determined by purposive sampling, leading to including primary and secondary informants. To gain research data, observation, interview, and documentation were operationalized. Upon testing data validity, the researcher applied source trianglation. Research findings revealed that the empowerment to household women was done by enacting Sido Makmur woman community, through which various soft skill and hard skills trainings were given. As a corollary, such undertakings exerted benefits to family prosperity in the form of economy improvement, knowledge improvement, and improvement.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN USAHA EKONOMI PRODUKTIF DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI DESA pairan, pairan
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v18i2.1651

Abstract

The main problem of poverty is not the obsensce capital on lack of human of human resource, but it is not regarded a problem by the local society or the poors themselves. To convince the society using mindset is the prior to social policy. So, common efforts to empower society is getting an important role, in order to pick the poor up from their poverty, needed a policy in the benefit of them. A great hope, that economic development of the poor society will be succesfully conducted by the goverment. This is based on real fact that the goverment has some certain institutions to assist policy process, planning, adminnistrating in social development process. The research method used qualitaty and case study approach. Data was collected by observation, interviewing, focus group discussion, and documentation. Data analysis used qualitaty description by using interactive model, data reduction, data presentation and conclution. Data validity test was used triagulation method. The research showed that formulation policy of poverty alleviation in village can use policy model of local imtiative development in poverty alleviation of community based through sustainable livelihood through three steps activities of social economic mapping, economic empowerment by UEP, and mechanism marketing of UEP products, social mids delivery through E-warung. UEP is sinergized with the local natural resources like bamboo to provide added value of the bamboo plants. 
MODEL PENGEMBANGAN SIKAP BERWIRAUSAHA DALAM UPAYA INOVASI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DI DESA Pairan, Pairan; Samai, Samai; Gianawati, Nur Dyah; Partono, Partono
Journal of Social and Political Science Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effort of innovational entrepreneurial attitudes in developing the ?Purnama? village microbusinesse. This descriptive qualitative research used the snowball techniques for determining informants. The data analysis technique applied the flow model that is data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that most families in the village are the bamboo craftswomen because the raw materials are easy to find as the most natural plantation resourse. The main product is ?besek? that is the box or bowl for fish container. The craftswomen sell the ?besek? to the collectors. Recently, the number of craftswomen is 350 which increased fastly from 50 persons relating to the market demand of ?besek?. This situation results the micro entrepreneurial attitudes which based on the process of making ?besek? for own need to crafts business. This family micro business innovate throught three (3) business constructions, they are input, envirounment, and output. Input is gained by increasing market demmand of ?besek? from another businessman who need ?besek?. Second is an environment which provides the raw materials and the craftswomen is the housewife who have craft skills. Last is outcome in the form of knowledge, attitudes, beliefs, values that grow after crafting entrepreneurship.Keywords: Development, Entrepreneurial Attitude, Micro Business, Village
Praktik Pekerja Sosial Dalam Perlindungan Pekerja Anak di Pertanian Tembakau Melalui Program We Protect Pairan Pairan; Afifah Dwi Lestari
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.31779

Abstract

Pekerja anak termasuk ke dalam kategori anak rawan, khususnya yang bekerja di pertanian tembakau. Sebagai upaya perlindungan, Yayasan Social Transformation and Public Awareness (STAPA) Center memiliki program perlindungan terhadap pekerja anak di pertanian tembakau melalui program We Protect. Salah satu tim dalam menjalankan program tersebut adalah profesi pekerja sosial. Profesi pekerja sosial dalam melakukan intervensi terhadap pekerja anak menggunakan metode intervensi pekerja sosial makro. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan proses praktik pekerja sosial dalam program We Protect dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penggalian data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis intergratif mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan. Hasil penelitian yakni praktik pekerjaan sosial dalam perlindungan pekerja anak di pertanian tembakau melalui program We Protect dilakukan melalui kegiatan pemberian pendidikan keterampilan hidup kepada pekerja anak. Tahapan praktik pekerjaan sosial dilakukan melalui proses engangement, intake and contract, assessment, planning, intervention, evaluation dan and termination. Praktik di tahap engagement dan intake, pekerja sosial melakukan diseminasi program. Kemudian melakukan contract sebagai persetujuan pelaksanaan program. Pada assessment, pekerja sosial melakukan pemetaan yang dibantu dengan calon relawan lokal. Pada tahap planning, dilakukan rekrutmen dan pelatihan relawan lokal serta menyusun modul pembelajaran. Pada tahap intervention dilakukan pembelajaran keterampilan hidup melalui Rumah Kreasi yang memberikan layanan kelompok belajar, pojok literasi, taman edukasi, kelas remaja kreatif dan pelatihan vocational. Sedangkan pada evaluation dilakukan rutin minimal 1 bulan sekali. Tahap termination belum dilakukan karena masih dalam proses pelaksanaan program.
Metode Penyembuhan Penderita Skizofrenia oleh Mantri dalam Perspektif Pekerjaan Sosial Pairan -; Akhmad Munif Mubarok; Ekananda Novianta Nugraha
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i1.10015

Abstract

Abstract. This research aimed to know the mantri’s healing methods of schizophrenia patients in social work perspective in Andongsari Hamlet of Tugusari Village. The research problem was how the effort of professional nurse in the healing process of schizophrenia patients. The limited cost for treatment and creating negative stigma of public about schizophrenia made schizophrenia patients undergo the unfeasible treatment. With the existence of this professional nurse effort could help lighten up the families and schizophrenia patients in the healing process of schizophrenia. This research used qualitative research method with case study research type. The research location was conducted in Andongsari Hamlet, Tugusari Village, Bangsalsari Sub-district, Jember Regency. The research result was the professional nurse could help patients of schizophrenia in the healing process by utilizing the source system as support in the healing effort of schizophrenia patients. The treatment method that was done by the nurse to the schizophrenia patients through therapic medical, by providing medical medicine to make reimprovement of social function of that schizophrenia patients. Therapic stages of social function through a series activities: (a) family understanding of cognitive disability. (b) introduction of schizophrenia to environment; (c) digging the potency of the schizophrenia patients. Abstrak. Penelitian ini ditujukan untuk memahami pengobatan mantri pada pasien penderita skizofrenia dalam perspektif kerja sosial di Dusun Kecil Andongsari, Desa Tugusari. Masalah penelitian ini adalah bagaimana upaya perawatan profesional dalam proses pengobatan atas pasien penderita skizofrenia. Terbatasnya penghargaan perlakuan dan penciptaan stigma negatif publik pada skizofrenia dapat membuat pasien penderita skizofrenia mengalami perlakuan yang tidak layak. Dengan upaya perawatan secara profesional ini dapat membantu mengurangi kekhawatiran keluarga dan pasien penderita skizofrenia dalam proses pengobatan skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di Dusun Andongsari, Desa Tugasari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Hasil penelitian ini adalah perawatan profesional dapat membantu pasien skizofrenia dalam proses penyembuhannya dengan menggunakan sistem sumber daya sebagai dukungan dalam upaya penyembuhan pasien skizofrenia. Metode perlakuan yang dilakukan dalam pengobatan atas penderita skizofrenia ini melalui terapi medis yakni dengan menyediakan obat medis untuk mengembalikan keberfungsian sosial dari pasien penderita skizofrenia. Tahapan terapi fungsi sosial melewati beberapa aktifitas: (a) pemahaman keluarga atas disabilitas kognitif; (b) pengenalan skizofrenia pada lingkungan; (c) penggalian potensi penderita skizofrenia.
PENGEMBANGAN KOMUNITAS DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN RAMAH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Pairan Pairan; Savira Auliya Abdullah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 9, No 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v9i2.18039

Abstract

Abstract. Special needs children as a part of the group with social welfare problems need to get more attention to the fulfillment of their rights and needs in accomplishing their social functions. A problem that faced by persons with disabilities, especially for special needs children, is unfriendly environmental conditions. Yayasan Peduli Kasih ABK, a non-profit organization which has concern on disability issues commited to create a friendly environment for special needs in Mulyorejo Surabaya. they create the environment by providing services and organizing activities that can help families with special needs, community, and health workers to optimize early detection and basic treatment for special needs children. By the qualitative method, this study discusses the process of creating a special needs friendly environment through community development. The result of this study showed that the activities starting from group discussion, gathering the participation of special needs and families, socialization, assesment, counselling, training for health workers, talent assistance for children and parents. The activities as a whole can be interpreted as a community development because community awareness and concern raise through the participation of all components in society, that are local government, community health workers, the community itself, and families with special needs altogether make a change by utilizing resources from the community so that independence arise. Abstrak. Anak berkebutuhan khusus (ABK) sebagai salah satu bagian dari kelompok penyandang masalah kesejahteraan sosial perlu memperoleh perhatian lebih terkait pemenuhan hak-hak serta kebutuhan dalam proses melaksanakan fungsi sosialnya. Permasalahan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus salah satunya adalah kondisi lingkungan yang belum ramah. Yayasan Peduli Kasih ABK, sebuah lembaga non-profit yang memiliki perhatian terhadap isu disabilitas berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak berkebutuhan khusus di wilayah Kecamatan Mulyorejo Surabaya melalui penyediaan layanan dan penyelenggaraan kegiatan yang dapat membantu keluarga dengan ABK, masyarakat, dan fasilitas kesehatan untuk optimalisasi deteksi dini serta penanganan dasar bagi ABK. Dengan metode kualitatif, penelitian ini membahas proses mewujudkan lingkungan ramah ABK melalui upaya pengembangan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktvitas yang diinisiasi mulai dari diskusi kelompok, menghimpun partisipasi ABK dan keluarga, sosialisasi, assesment dan konsultasi psikologis, pelatihan bagi kader dan tenaga kesehatan, hingga pendampingan minat dan bakat bagi ABK dan orang tua secara utuh dapat dimaknai sebagai upaya pengembangan komunitas, karena kesadaran dan kepedulian komunitas tumbuh melalui adanya partisipasi seluruh komponen masyarakat yaitu pemerintah lokal, tenaga kesehatan setempat, komunitas warga, dan keluarga dengan anak berkebutuhan khusus untuk mewujudkan suatu perubahan dengan mendayagunakan sumber yang berasal dari komunitas sehingga timbul kemandirian.
MODEL PENGEMBANGAN SIKAP BERWIRAUSAHA DALAM UPAYA INOVASI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DI DESA Pairan Pairan; Nur Dyah Gianawati; Partono Partono
Journal of Social and Political Science Vol 2 No 2
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

usaha mikro di desa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan menggunkan teknik bola salju atau snowball sampling. Teknik analisis data menggunakan model analisa data Miles dan Huberman (2002) dimulai dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian keluarga di desa memiliki usaha pembuatan besek wadah ikan laut yang terbuat dari bambu. Hal ini didukung oleh potensi alam disekitar desa yaitu banyaknya tumbuhan bambu. Perkembangan berwirausaha kerajinan besek berawal dari adanya permintaan dari seorang pengusaha (pengepul) besek wadah ikan laut dari luar desa yang meminta beberapa keluarga di sesa ini untuk membuat besek. Jalinan antara perintis pengrajin besek dengan pengepul yang saling menguntungkan yang didasari saling percaya karena pengepul selalu membeli hasil kerajinan dan selalu membayar tepat waktu, lama-kelamaan diketahuan oleh warga desa yang lain dan akhirnya mereka ikut-ikutan membuat besek. Sampai saat ini di desa Purnama ada sekitar 350 keluarga pengrajin besek. Dari hasil penelitian ini diperoleh model pengembangan sikap berwirausaha dalam upaya inovasi pengembangan usaha mikro dalam bentuk kerajinan besek di desa berkembang melalui tiga kontstruk berwirausaha yakni input, lingkungan, dan outcome. Input diperoleh adanya penawaran dan sinergintas antara pengusaha lain sejenis yang lebih kuat untuk berwirausaha dan hasil produksinya dibeli oleh pengusaha yang lebih kuat. Lingkungan dipengaruhi oleh suberdaya alam yang dimiliki oleh pengrajin berupa banyaknya tumbuhan bambu dan waktu luang ibu-ibu rumah tangga karena sebagian besar yang mengerjakan kerajinan adalah ibu-ibu rumah tangga di rumah masing-masing. Sedangkan autcome adalah berupa pengetahuan, sikap, keyakinan, nilai-nilai yang ada setelah berwirausaha kerajinan. Kata kunci : Model, Pengembangan, Sikap Berwirausaha, Usaha Mikro, Desa
PENGEMBANGAN KAPASITAS PETANI TERHADAP PENERAPAN BIOTEKNOLOGI TEBU DI WILAYAH BESUKI JAWA TIMUR Pairan Pairan; Sri Yuniati; Djoko Susilo
Journal of Social and Political Science Vol 1 No 2
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The decrease of sugar cane productivity is caused by the unavailability of superior seeds. Through the development of agricultural biotechnology is believed to be able to increase sugar cane production, in addition to manage time, cost, and energy. But sugarcane biotechnology is not necessarily acceptable to farmers. This study aims to research about farmers’s responses and impacts of sugar cane biotechnology and develop a model of capacity building of farmers on the application of sugar cane botechnology. The research data was collected through observation, interview, and documentation. Data analysis is done qualitatively with interactive model. Based on the results of research, it can be stated that the application of biotechnology will be supported by farmers during the sugar cane biotechnology can provide benefits to farmers. However, the application of biotechnology also raises the concerns of farmers on the socio – economic and cultural impact that will be received. Therefore, the application of sugar cane biotechnology must be supported by the development of farmers's capacity as it relates to the process of transforming new knowledge and technology. The capacity building model of farmers is done through three stages: awareness stage, capability transformation stage, and capability improvement stage. Through capacity building, farmers are expected to be able to reduce resistance to the application of sugar cane biotechnology.
PEMANFAATAN MODAL SOSIAL BAGI EKSISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA: (Studi Kasus Pada Pedagang Kaki Lima di Jalan Raung, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember) Pairan .
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 1 No. 1 (2019): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v1i1.1475

Abstract

Keberadaan pedagang kaki lima yang rentan mengalami penggusuran karena tidak memiliki ijin atau dilarang untuk mendirikan usaha sehingga memicu pedagang kaki lima di Jalan Raung memanfaatkan modal sosial untuk mencapai eksistensinya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui dan mendeskripsikan dan menganalisis cara memanfaatkan modal sosial bagi eksistensi pedagang kaki lima di Jalan Raung, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Pendekatan penelitian ini kualitatif dan penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pedagang kaki lima yang dulunya menempati Jalan Hos Cokroaminoto yang berpindah ke Jalan Raung dengan memanfaatkan modal sosialnya yang terdiri dari jaringan (network) yaitu menjalin relasi yang baik antar sesama pedagang kaki lima melalui saling mengoper barang dagangan untuk memperkuat jaringan, kepercayaan (trust) berupa saling menitipkan barang dagangan untuk menguatkan kepercayaan dengan memberikan tanggung jawab dan yang diberi tanggung jawab menjaganya, dan nilai (value) berupa saling bergotong royong, tetap ingin berjualan, dan menjaga kerukunan untuk menyatukan pemahaman mengenai tujuan bersama yang ingin dicapai melalui cara penguatan modal sosial berupa diskusi, perkumpulan, dan partisipasi. Lalu, pedagang kaki lima di Jalan Raung membentuk linking capital dengan pemerintah, bridging capital untuk menjembatani kepentingannya, dan bonding capital yang mengikat hubungan mereka sehingga pemerintah bisa memahami kepentingan pedagang kaki lima dengan baik dan tidak sekedar digusur melainkan direlokasi sehingga tujuan eksistensinya tercapai.