Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANCANGAN MANAJEMEN RISIKO KORPORAT PADA KEGIATAN INVESTASI, VALUASI AKTUARIA, SERTA PELAYANAN LEMBAGA DEFG I Made Hari Resmana; Bramantyo Djohanputro
Journal of Management and Business Review Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v10i1.66

Abstract

DEFG memiliki aktivitas-aktivitas utama yang memiliki dampak strategis terhadap perusahaan, aktivitas tersebut adalah aktivitas investasi, valuasi aktuaria dan aktivitas pelayanan yang dilakukan oleh DEFG serta aktivitas pelayanan terhadap peserta program manfaat pensiun. Ketiga aktivitas ini merupakan aktivitas utama dari DEFG sebagai dana pensiun pemberi kerja. Risiko-risiko yang muncul dalam ketiga kegiatan ini memiliki potensi merugikan perusahaan, baik risiko yang memiliki dampak dan kemungkinan kejadian yang kecil hingga risiko yang memiliki dampak serta kemungkinan kejadian yang besar. Masih adanya kejadian-kejadian dimana DEFG tidak dapat memenuhi target yang dicanangkan, seperti tidak tercapainya rasio kecukupan dana hingga tingkat I, kemudian adanya kebutuhan untuk melakukan peningkatan konsolidasi data dengan Pendiri agar dapat memberikan pelayanan kepada para peserta, menunjukkan keinginan DEFG untuk mencapai secara keseluruhan, visi dan misi yang dicanangkan oleh DEFG. Oleh karena itu diperlukan penerapan manajemen risiko pada ketiga kegiatan ini, dengan tujuan agar DEFG dapat meningkatkan kinerjanya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Melalui tahapan awal berupa risk assesment, dalam lanjutannya, dibutuhkan suatu bentuk pengelolaan dan pengendalian dari risiko - risiko yang sudah teridentifikasi tersebut, karena beberapa dari sekian risiko yang telah teridentifikasi, memiliki dampak yang bersifat strategis bagi perusahaan, bila risiko yang sudah teridentifikasi tersebut benar terjadi.Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan sebelumnya maka tujuan yang dicapai dalam penulisan yaitu Tersusunnya rancangan manajemen risiko korporat pada kegiatan Investasi, Valuasi Aktuaria serta kegiatan Pelayanan Dana Pensiun Karyawan Jamsostek dan tersusunnya rencana implementasi manajemen risiko korporat pada kegiatan Investasi, Valuasi Aktuaria, serta kegiatan Pelayanan Dana Pensiun Karyawan Jamsostek. Melanjutkan dari hasil risk assesment pada ketiga kegiatan utama DEFG, maka langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah menentukan perlakuan terhadap risiko yang telah teridentifikasi sebelumnya. Penggunaan risk register pada tahapan ini bertujuan agar jenis – jenis perlakuan yang diterima oleh tiap – tiap risiko, dapat ditampilkan dengan jelas.Pada tahapan pemberian perlakuan, semua risiko yang telah teridentifikasi mendapatkan perlakuan, karena semua risiko dianggap penting dan memiliki pengaruh satu sama lain. Hasil akhir daripada pemberian perlakuan terhadap para risiko yang telah teridentifikasi adalah berkurangnya dampak dan frekuensi kejadian dari setiap risiko tersebut, yang akan mengakibatkan perubahan peta risiko yang telah dihasilkan sebelumnya pada proses risk assement pada tiga kegiatan utama tersebut Pada perencanaan implementasi manajemen risiko koporat pada tiga kegiatan utama DEFG, akan dibagi ke dalam tiga aspek, yaitu terdiri atas aspek struktural, aspek operasional serta aspek perawatan, yang akan diterapkan pada kegiatan utama DEFG.Pada akhirnya DEFG disarankan untuk melengkapi data historis, terus melakukan pengawasan, karena risiko – risiko yang ada bersifat dinamis serta mengkomunikaskan penerapan manajemen risiko disarankan terus dilakukan secara berkelanjutan, demi meningkatkan kesadaran akan perlunya manajemen risiko.
ANALISIS DETERMINAN YIELD OBLIGASI DI PASAR SEKUNDER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PORTOFOLIO OBLIGASI BANK BUKOPIN Meliawati Meliawati; Bramantyo Djohanputro
Journal of Management and Business Review Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v13i2.22

Abstract

Obligasi sebagai salah satu aset penting dalam pengelolaan likuiditas dan optimalisasi pendapatan menjadi hal yang perlu diketahui apa saja faktor-faktor determinan yang mempengaruhi pergerakan yield-nya di pasar sekunder. Obligasi negara (atau yang disebut juga dengan Surat Berharga Negara/SBN) menjadi instrumen utama pembiayaan Anggaran Pembiayaan Belanja Negara (APBN) sejak tahun 2005. Temuan yang didapat antara lain bahwa perubahan yield obligasi di pasar sekunder dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang terdiri dari faktor domestik (pull factors) dan faktor global (push factors)
CAPITAL MARKET TRADING BEHAVIOUR WITHIN CRISIS PERIOD Bramantyo Djohanputro
Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.6 KB)

Abstract

This paper aims at exploring the investors’ behavior on investment decisions, especially on how they express their daily behavior in considering trading volume, market returns, and market volatility in their trading or investment decisions within the crisis period as the impact of the subprime mortgage crisis in the United States of America. They are expected to employ current and past information contained in trading volume, returns, and volatility, in their decision making under market pressure because of crisis. To explore those relationships, regressions with Autoregressive Conditional Heteroskedasticity, or ARCH, are employed. More specifically, TARCH model is applied to explore the possibility of asymmetric response of negative and positive information. The study reveals that traders are more concerned with volatility than with return within the crisis period. Also, they tend to behave differently to different types of information, i.e. negative and positive information. Keywords: return, volatility, volume, TARCH, asymmetry
Implementasi Manajemen Risiko pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Studi Kasus Perusahaan Life Insurance Muhammad Saentia Romana; Bramantyo Djohanputro; Lis Sintha
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 12 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss12pp4504-4513

Abstract

Life Insurance companies prepare the Company Work Plan and Budget (RKAP) every year. The 2025 RKAP has been prepared according to the 2024 achievement prognosis with the strategy referring to the company's long-term plan (RJPP) 2025-2029. The company's achievements in the previous year using forecast data are used as a reference in preparing the RKAP. External factors of the company in the form of macroeconomic and socio-political conditions are factors that are considered. Then internal factors of the company such as premium income, claims, underwriting profit and others are also other considerations in preparing the 2025 RKAP. This study uses a qualitative method to calculate the risk probability assessment and the impact of risk on the RKAP work program in order to obtain a more comprehensive understanding of risk management. In managing the risk of the Company's Work Plan and Budget, the company must ensure that all company targets are in line with the Company's strategy and objectives. The risk mitigation program focuses on improving skills and operational efficiency. Training and mentoring programs are designed to strengthen the ability of insurance agents in sales through routine training and direct assistance from top sales leaders. In addition, the development of SOPs for prospect classification and marketing applications with intuitive fact-finding features helps optimize the prospecting and sales process. In terms of collaboration, special incentive schemes and specific KPIs are implemented to drive the effectiveness of join sales, with periodic evaluations to ensure optimal results. The synchronization of tariff and benefit systems is also enhanced through flexible modules and cross-functional collaboration. The implementation of the gatekeeper concept is supported by incentives for first-level providers and the integration of the application system with BPJS Kesehatan to ensure real-time data synchronization