Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Distraksi Visual Kartu Menurunkan Tingkat Nyeri Saat Pemasangan Infus Pada Anak Usia Prasekolah Budi Somantri; Lisbet Octavia Manalu
Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v3i2.2381

Abstract

Pemasangan infus merupakan prosedur yang selalu berhubungan dengan tindakan invasif yang menggunakan benda tajam kedalam tubuh yang dapat menimbulkan kondisi nyeri bagi anak, hal ini akan menyebabkan anak mengalami trauma dikemudian hari. Distraksi visual dengan medaia kartu yang disukai anak merupakan strategi nonfarmakologi yang dapat menurunkan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh distraksi visual kartu terhadap tingkat nyeri saat pemasangan infus pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Ruang Otje Rumah Sakit Rajawali Bandung. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi-experiment dengan pendekatanpost test-only non equivalent control group dengan jumlah sampel 38 anak, 19 anak sebagai kelompok intervensi, 19 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan analisa yang digunakan uji independent sampel t-test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata tingkat nyeri pada kelompok intervensi yaitu sebesar 5.95 dan pada kelompok kontrol sebesar 7.74. Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna rerata tingkat nyeri antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, dimana tingkat nyeri kelompok intervensi lebih rendah dibandingkan tingkat nyeri kelompok kontrol dengan nilai signifikan p = 0,004. Distraksi visual kartu berpengaruh terhadap menurunkan tingkat nyeri saat pemasangan infus pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Ruang Otje Rumah Sakit Rajawali Bandung.Kata kunci : distraksi visual, tingkat nyeri, pemasangan infus
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU DALAM PERAWATAN PERIANAL DENGAN KEJADIAN DIAPER DERMATITIS PADA BAYI USIA 9-12 BULAN DI POSYANDU PUSKESMAS CIMAREME TAHUN 2020 Budi Somantri
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.375 KB)

Abstract

Background: Diaper dermatitis can be a rash in the diaper area. Based on data released by the World Health Organization (WHO) in 2012, the prevalence of skin irritation (diaper dermatitis) in infants is quite high, 25% of 6,840,507,000 babies born in the world, mostly suffer from skin irritation (diaper dermatitis) due to diaper use. The highest number was found at the age of 9-12 months. Objectuve: To describe the knowledge of mothers in perianal care with the incidence of diaper dermatitis in infants aged 9-12 months at Posyandu Puskesmas Cimareme in 2020. Methods: This study used a quantitative descriptive method. The sample in this study amounted to 107 respondents. The sampling technique was purposive sampling. The test used is the frequency distribution. Results: 42 respondents (39.3%) had good knowledge, 69 respondents (64.5%) did not experience diaper dermatitis. Conclusion: It can be concluded from this study that mothers who have less knowledge, the majority of their babies experience diaper rash. This is influenced by the mother's ignorance about how to care for the baby properly. It is hoped that health workers will be able to provide information on how to care for babies properly so that diaper rash does not occur in babies