Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang dihemodialisa di RSKG Ny. Ra Habibie Bandung Lisbet Octovia Manalu; Nia Nur Latifah; Ahmad Arifin
Risenologi Vol. 6 No. 1a (2021): Seminar Nasional Keperawatan-STIKEP PPNI Jawa Barat
Publisher : Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47028/j.risenologi.2021.61a.215

Abstract

Hemodialysis is a therapy for CRF patients to replace kidney function by using an artificial kidney in the form of a dialysis machine. Hemodialysis patients will experience lifelong dependence, this will lead to changes in imbalances in their life, these changes will cause physical and psychological problems, one of which is anxiety. Anxiety in CRF patients is a response to the threatening situation experienced by CRF patients and is a normal thing that occurs accompanied by developments, changes and new experiences in his life. Health education is a planned effort to influence others in doing what is expected. The aim of this reasearch is to determine the effect of providing health education on the level of anxiety in patients with chronic renal failure during hemodialysis at RSKG Ny. Ra Habibie Bandung. The methods of this research is a pre-experimental research design with one-group pre-post test design approach. The number of samples in this study were 60 respondents using purposive sampling technique. Using the Wilcoxon statistical test the results obtained p-value of 0.00 with a significance of p <? (0.05), p-value of 0.00 <0.05
Distraksi Visual Kartu Menurunkan Tingkat Nyeri Saat Pemasangan Infus Pada Anak Usia Prasekolah Budi Somantri; Lisbet Octavia Manalu
Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v3i2.2381

Abstract

Pemasangan infus merupakan prosedur yang selalu berhubungan dengan tindakan invasif yang menggunakan benda tajam kedalam tubuh yang dapat menimbulkan kondisi nyeri bagi anak, hal ini akan menyebabkan anak mengalami trauma dikemudian hari. Distraksi visual dengan medaia kartu yang disukai anak merupakan strategi nonfarmakologi yang dapat menurunkan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh distraksi visual kartu terhadap tingkat nyeri saat pemasangan infus pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Ruang Otje Rumah Sakit Rajawali Bandung. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi-experiment dengan pendekatanpost test-only non equivalent control group dengan jumlah sampel 38 anak, 19 anak sebagai kelompok intervensi, 19 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan analisa yang digunakan uji independent sampel t-test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata tingkat nyeri pada kelompok intervensi yaitu sebesar 5.95 dan pada kelompok kontrol sebesar 7.74. Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna rerata tingkat nyeri antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, dimana tingkat nyeri kelompok intervensi lebih rendah dibandingkan tingkat nyeri kelompok kontrol dengan nilai signifikan p = 0,004. Distraksi visual kartu berpengaruh terhadap menurunkan tingkat nyeri saat pemasangan infus pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Ruang Otje Rumah Sakit Rajawali Bandung.Kata kunci : distraksi visual, tingkat nyeri, pemasangan infus
Terapi Bermain Mewarnai Menurunkan Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 9 No 1 (2019): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v9i1.13

Abstract

Latar Belakang : Bagi anak usia prasekolah (3-6 tahun), hospitalisasi merupakanpengalaman yang paling menakutkan. Masalah yang dapat terjadi pada anak usia prasekolahyang mengalami hospitalisasi adalah kecemasan. Salah satu cara untuk menurunkankecemasan pada anak usia prasekolah yaitu dengan terapi bermain mewarnai. Terapi bermainmewarnai ini efektif dilakukan pada anak usia prasekolah yang mengalamihospitalisasi.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermainmewarnai terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang mengalamihospitalisasi di Ruang Anak Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Metodologi : Desainyang digunakan pada penelitian ini adalah Experiment, dengan rancangan pendekatanpretest – posttest with control group design. Dengan teknik sampling adalah consecutivesampling. Uji yang digunakan Paired T-test dan Independent T-test. Hasil penelitian :Rerata tingkat kecemasan setelah dilakukan terapi bermain mewarnai pada kelompokintervensi sebesar 25.00 dan pada kelompok kontrol 31.63. Berdasarkan Independent T-testdiperoleh angka signifikan dengan nilai p > 0,05. Simpulan : Pemberian terapi bermainmewarnai dapat menurunkan tingkat kecemasan anak pada usia prasekolah yang mengalamihospitalisasi sehingga dapat digunakan sebagai salah satu bentuk intervensi keperawatan.
Hubungan Pola Asuh Orangtua Terhadap Perilaku Bullying Di SMA Al-Mas’udiyah Cigondewah Hilir Kabupaten Bandung Lisbet Octovia Manalu; Sinta Siti Patimah; M Sandi Haryono
JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan PENCERAH Vol 8 No 02 (2019)
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.797 KB) | DOI: 10.12345/jikp.v8i02.140

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pola asuh orangtua dan perilaku bullying pada remaja di SMA AL-Mas’udiyah Kabupaten Bandung Kecamatan Margaasih dan untuk menganalisis hubungan pola asuh orangtua dengan perilaku bullying pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan Uji Marginal Homogeniti.. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden yang diambil dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Parental Authority Quesionare dan Owleus Bully Victim Quesionare. Hasilnya terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pola asuh orangtua terhadap perilaku bullying pada remaja di SMA Al-Mas’udiyah Cigondewah Hilir Kabupaten Bandung Margaasih dengan nilai p <α (0,001 < 0,05). Sarankan agar pihak sekolah untuk melakukan pengawasan yang lebih lagi untuk mencegah atau mengurangi sedini mungkin dampak buruknya.
GAMBARAN PERILAKU IBU NIFAS TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG DIRAWAT GABUNG DI RSUD SEKARWANGI KABUPATEN SUKABUMI LISBET OCTOVIA MANALU
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.979 KB) | DOI: 10.51878/healthy.v1i1.967

Abstract

Breastfeeding techniques that are not mastered by the mother will have an impact on the mother, such as mastitis, lumpy breasts, sore nipples, while babies do not want to breastfeed, which results in the baby not getting enough milk. The purpose of this study was to find out the description of the behavior of post-partum mothers regarding breastfeeding techniques that were treated in the Sekarwangi Hospital, Sukabumi. The methodology of research who used a descriptive survey research, with a total sample of 54 postpartum mothers. The research instrument adapted Nursalam's (2016) lactation management observation sheet. The data analysis conducted by researchers was descriptive analysis. The results of the analysis showed that most of the respondents had bad behavior about breastfeeding techniques, namely as many as 37 peoples (68.5%). The conclusion of this study shows that the behavior of post-partum mothers about breastfeeding techniques that are treated in the Sekarwangi Hospital is not good. So that nurses are expected to further enhance their roles as caregivers, educators and counselors for postpartum mothers related to proper and correct techniques of breastfeeding. ABSTRAKTeknik menyusui yang tidak dikuasai oleh ibu akan berdampak pada ibu seperti mastitis, payudara bergumpal, putting sakit, sedangkan pada bayi dapat dipastikan bayi tidak mau menyusui yang berakibat bayi tidak akan mendapatkan ASI cukup. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku ibu nifas tentang teknik menyusui yang dirawat gabung di RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian survey yang bersifat deskriptif, dengan jumlah sampel 54 orang ibu nifas. Instrumen penelitian mengadaptasi lembar observasi manajemen laktasi Nursalam (2016). Analisa data yang dilakukan oleh peneliti adalah analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukan sebagian besar responden berperilaku kurang baik tentang teknik menyusui yaitu sebanyak 37 orang (68.5%). Simpulan dari penelitian ini menunjukkan perilaku ibu nifas tentang teknik menyusui yang dirawat gabung di RSUD Sekarwangi kurang baik. Sehingga perawat diharapkan dapat lebih meningkatkan perannya sebagai caregiver, edukator dan konselor terhadap ibu nifas terkait teknik menyusui yang baik dan benar.
NICU Room Baby Care at the Sekarwangi Regional General Hospital: Mothers’ Satisfaction with Baby Care and Social Support for Mothers with Premature Infants Lisbet Octovia Manalu; M. Iqbal Sutisna
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 8 No. Special Edition (2022): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.966 KB)

Abstract

Aims: The hospitalization and inpatient experiences of premature babies in hospitals cause high levels of anxiety and symptoms of depression in parents, loss of confidence in caring for babies, and being overprotective for children. Premature birth and low birth weight (LBW) babies are still relatively common in Indonesia. The baby, as well as developmental and behavioral retardation problems. Pediatric nurses in providing interventions, have a role in facilitating parents to provide bonding attachments and optimizing Family Centered-Care (FCC). Objective: To determine the social support and satisfaction of mothers of premature babies with care in the NICU room at Sekarwangi Hospital. Methods: The Social Support Questionnaire and the Neonatal Instrument of Parent Satisfaction (NIPS) Questionnaire was adjusted used in this cross-sectional survey. Non-probability sampling as well as consecutive sampling are indeed methods of sampling. The Chi-Square Test was used to check. Results: Mothers' satisfaction with infant care in the NICU room is satisfying, that as 44 respondents (88 percent), and social support for mothers of premature babies receiving care there is good, according to 47 respondents (94 percent). Conclusion: Social support for mothers of premature newborns and mothers' satisfaction with the care of the infants in the NICU Room at the Sekarwangi Regional General Hospital are associated.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Balita ISPA Rizky Gumilang Pahlawan; Budi Rustandi; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.242 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v3i2.106

Abstract

ABSTRAKTujuan Penelitian: mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam perawatan balita ISPA. Metode: quasy experimental dengan pendekatan non equivalent control group. Penarikan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 45 ibu yang mempunyai balita ISPA, dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan 25 item pertanyaan yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pada kelompok perlakuan dilakukan pendidikan kesehatan dengan cara metode seminar, diskusi dan tanya jawab serta memberikan leaflet sedangkan pada kelompok kontrol tidak dilakukan pendidikan kesehatan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2015. Tehnik analisis data menggunakan uji statistic marginal homogeneity. Hasil: Rentang umur responden adalah 27-35 tahun. Mayoritas tingkat pengetahuan ibu pada saat pretest masuk dalam kategori kurang, yaitu (74%) pada kelompok perlakuan dan (86,4%) kelompok kontrol dengan p value 0,05. Tingkat pengetahuan pada saat post test didapatkan hasil yang berbeda yaitu 82,5% kategori baik pada kelompok perlakuan dan 91,1% kategori kurang pada kelompok kontrol dengan p value 0,05. Tingkat pengetahuan responden pada penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu dengan nilai p value 0,01. Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan dengan tingkat pengetahuan ibu balita ISPA. Dengan demikian, hasil penelitian ini penting sebagai bahan telaah bagi petugas puskesmas ataupun pelayanan kesehatan dalam upaya mencegah terjadinya ISPA.Kata kunci: balita, Infeksi saluran Pernapasan akut, pendidikan kesehatan, pengetahuanEFFECT OF HEALTH EDUCATION ON KNOWLEDGE LEVELS IN MOTHERS OF UNDER-FIVE CHILDREN WITH ARIABSTRACTObjective: To identify the effect of health education about acute respiratory infections (ARI) on the levels of knowledge in mothers of under-five children with ARI. Methods: This study is quasi-experimental with nonequivalent control group approach. Samples were taken using simple random sampling technique with a sample size of 45 mothers who had under- five children with ARI, whom were divided into treatment and control groups. Data were collected using a questionnaire with 25 items of questions of which validity and reliability had been tested. Health education was given to the treatment group through seminar, discussion, question and answer as well as leaflets, but not given to the control group. Data were collected from May to August 2015. Data were analyzed using a statistical test of marginal homogeneity. Results: The age range of respondents was 27-35 years. The majority of mothers’ level of knowledge at the time ofpretest was poor, which was (74%) in the treatment group and (86.4%) in the control group with p value of > 0.05. The level of knowledge at the time of the posttest indicated different results, that 82.5% belonged to good category in the treatment group and 91.1% belonged to poor category in the control group with p value of <0.05. The respondents’ level of knowledge in this study showed a significant effect of education health on mother’s level of knowledge with p value of <0.01. Conclusion:There is an effect of health education on levels of knowledge in mothers of under-five children with AR1. Therefore, the results of this study are important as a study material for public health center or health services staff in order to prevent the incidence of ARI.Keywords: under-five children, acute respiratory infections, health education, knowledge
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA BEKERJA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK PRA SEKOLAH DI TK RAIHAN BANDUNG TAHUN 2022 Amila Ermawanti; Eny Kusmiran; Lisbet Octovia Manalu
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.407 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kemandirian adalah kemampuan untuk membuat keputusan dan menerima konsekuensinya. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua bekerja dengan kemandirian anak prasekolah di TK Raihan Bandung Tahun 2022. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalampenelitian ini adalah 62 anak di TK Raihan. Pengambilan data sampling menggunakan teknik total sampling yaitu teknikuntuk menentukan sampel dari jumlah keseluruhan populasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan presentase setiap kategori, analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hampir seluruh dari responden yaitu sebanyak 79,3 % atau 46 responden memiliki pola asuh orang tua bekerja otoriter dan permisif dengan kemandirian anak yaitu tidak mandiri dan kurang mandiri.. Simpulan: Hasil penelitian dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara pola asuh orang tua bekerja dengan kemandirian anak pra sekolah di TK Raihan Bandung tahun 2022 dengan hasil uji chi square p value 0,42 atau > 0,05 karena hasil uji chi-Square tidak signifikan maka menggunakan alternatif hasil uji Fisher. Nilai significancy adalah 1,000 untuk 2-sided (two tail) dan 0,620 untuk 1- sided (one-tail). Karena nilai p < 0,05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua bekerja dengan kemandirian anak pra sekolah di TK Raihan Bandung tahun 2022.
GAMBARAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA PASIEN DEPRESI DI POLIKLINIK PSIKIATRI RS RAJAWALI BANDUNG TAHUN 2022 Lisbet Octovia Manalu; Kevin Rendyka Saputra; Muhammad Deri Ramadhan
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.827 KB)

Abstract

Dalam praktik pelayanan maupun asuhan keperawatan jiwa, Spiritual adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam membantu proses penyembuhan para penderita masalah kejiwaan terutama depresi. Kebutuhan spiritual menjadi sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap penurunan tingkat depresi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien depresi di Poliklinik Psikiatri RS Rajawali Bandung. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang di Poliklinik Psikiatri RS Rajawali Bandung. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan presentase setiap kategori. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 19 orang (63.3%) memiliki tingkat spiritualitas sedang sedangkan sebanyak 11 responden (36,7%) memiliki tingkat spiritualitas tinggi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih banyaknya responden yang kebutuhan spiritualnya belum terpenuhi dengan baik sehingga menjadi sebuah perhatian kedepannya untuk lebih memfokuskan aspek spritualitas pasien. Diharapkan dapat meningkatkan kebutuhan spiritual pasien yang maksimal sebagai wujud penyelenggaraan pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas di rumah sakit maupun Poli Psikiatri