Norma N. Monigir
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila pada Siswa Kelas V SDN Inpres Pinabetengan Fatimah Dolok Saribu; Norma N. Monigir; Deysti Trifena Tarusu
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri Pinabetengan Inpres. Profil Pelajar Pancasila menekankan enam dimensi utama, yaitu beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter diwujudkan melalui pembiasaan keagamaan, pembelajaran tematik, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Dimensi gotong royong, kemandirian, dan kreativitas menjadi aspek yang paling menonjol. Kegiatan seperti doa bersama, ibadah, kebersihan lingkungan, dan proyek kolaboratif berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana serta perbedaan pemahaman orang tua. Secara keseluruhan, program ini efektif dan berdampak positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri Pinabetengan Inpres. Profil Pelajar Pancasila menekankan enam dimensi utama, yaitu beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter diwujudkan melalui pembiasaan keagamaan, pembelajaran tematik, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Dimensi gotong royong, kemandirian, dan kreativitas menjadi aspek yang paling menonjol. Kegiatan seperti doa bersama, ibadah, kebersihan lingkungan, dan proyek kolaboratif berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana serta perbedaan pemahaman orang tua. Secara keseluruhan, program ini efektif dan berdampak positif.
ANALISIS PEMANFAATAN CHATGPT SEBAGAI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN LITERASI DI SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS DI SD N POPONTOLEN Liando, Mayske R. Liando; Monigir, Norma N.; Rorimpandey, Widdy H.F; Buniah, Ridwain S.
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4617

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran literasi di sekolah dasar menjadi penting dalam mendukung pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif di era digital. Namun, kajian empiris mengenai pemanfaatan ChatGPT sebagai Artificial Intelligence dalam pembelajaran literasi pada jenjang sekolah dasar, khususnya dalam praktik pembelajaran nyata, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan ChatGPT sebagai Artificial Intelligence dalam pembelajaran literasi di SD N Popontolen, meliputi bentuk pemanfaatan, manfaat, serta faktor pendukung dan penghambat penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 1 guru kelas V, 17 siswa kelas V, dan 1 kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT dimanfaatkan sebagai alat bantu pedagogis dalam menyusun bahan bacaan, membuat pertanyaan pemahaman, dan membantu menjelaskan materi pembelajaran literasi. Pemanfaatan ChatGPT membantu meningkatkan efisiensi guru dalam menyediakan bahan ajar serta meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Faktor pendukung meliputi tersedianya perangkat teknologi, akses internet, dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan akses internet dan pemanfaatan yang masih terbatas pada guru. Dengan demikian, ChatGPT memiliki potensi sebagai alat bantu pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran literasi di sekolah dasar.