Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri Pinabetengan Inpres. Profil Pelajar Pancasila menekankan enam dimensi utama, yaitu beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter diwujudkan melalui pembiasaan keagamaan, pembelajaran tematik, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Dimensi gotong royong, kemandirian, dan kreativitas menjadi aspek yang paling menonjol. Kegiatan seperti doa bersama, ibadah, kebersihan lingkungan, dan proyek kolaboratif berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana serta perbedaan pemahaman orang tua. Secara keseluruhan, program ini efektif dan berdampak positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri Pinabetengan Inpres. Profil Pelajar Pancasila menekankan enam dimensi utama, yaitu beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter diwujudkan melalui pembiasaan keagamaan, pembelajaran tematik, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Dimensi gotong royong, kemandirian, dan kreativitas menjadi aspek yang paling menonjol. Kegiatan seperti doa bersama, ibadah, kebersihan lingkungan, dan proyek kolaboratif berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana serta perbedaan pemahaman orang tua. Secara keseluruhan, program ini efektif dan berdampak positif.
Copyrights © 2026