Ayang Fitriyanti
Universitas Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Kepenyiaran Radio bagi Siswa SMK N 1 Semarang Kharisma Ayu Febriana; Fajriannoor Fanani; Ayang Fitriyanti
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.4433

Abstract

Dunia kepenyiaran telah berkembang pesat seiring dengan tingkat peradaban manusia dan kemajuan teknologi komunikasi. Radio sebagai salah satu media penyalur informasi dan pembentuk pendapat umum memiliki peran yang sangat strategis. Di era global, terlebih sejak Indonesia memasuki era reformasi dengan kebebasan mengakses dan memperoleh informasi yang semakin terbuka, dunia penyiaran mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi masyarakat luas dan menjadi medium informasi tercepat, interaktif dan relatif murah. Dalam perkembangannya, radio menjadi sangat akrab dengan masyarakat karena media radio dapat menjadi media yang komunikatif, edukatif dan menghibur, yang hanya membutuhkan indera pendengaran sehingga dapat didengarkan dimana saja. Perkembangan radio tidak lepas dari kompetensi penyiaran yang salah satunya dilakukan Siswa SMK N 1 Semarang (Jurusan Produksi dan Siaran Program Radio). Tujuan dilakukannya pengabdian yakni untuk meningkatkan kompetensi kepenyiaran bagi siswa SMK N 1 Semarang. diawali dengan penyampaian materi pelatihan kepenyiaran yang diikuti dengan diskusi selanjutnya diikuti dengan praktik langsung di SMK N 1 Semarang. Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, pengelola melakukan post-test dan pre-test di awal dan akhir kegiatan ceramah, yang diikuti pengamatan pada saat praktik siaran radio. Setelah kegiatan pengabdian ini, peserta pelatihan, dalam hal ini siswa siswi SMK Negeri 1 Semarang, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang kompetitif dalam dunia kepenyiaran.
Kontekstualitas Elaboration LIKELIHOOD Model pada Model Komunikasi Gerakan Santri Menulis Sri Syamsiyah; Suhariyanto; Ayang Fitriyanti
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 16 No. 1 (2024): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v16i1.3116

Abstract

Arus informasi yang membeludak akibat perkembangan teknologi, terkadang membuat sebagian masyarakat menjadi bingung akan sebuah informasi. Dalam kondisi ini, maka peran pesantren termasuk di dalamnya santri juga menjadi penting. Santri diharapkan turut memberi kontribusi antara lain melalui tulisan untuk merespon berbagai perkembangan zaman tersebut. Tulisan-tulisan mereka diharapkan bisa memberikan informasi yang positif yang memenuhi ruang-ruang media. Untuk dapat memiliki motivasi dan dapat menulis dengan baik, maka santri perlu berlatih menulis berbagai jenis tulisan termasuk tulisan jurnalistik. Hal inilah yang menjadi permasalahan pada penelitian ini bagaimana membangun model komunikasi yang dapat memberi motivasi para santri untuk menulis. Penelitian ini menggunakan studi kasus pada pelatihan jurnalistik yang santri dilakukan oleh Surat Kabar Suara Merdeka dalam acara ‘’Gerakan Santri Menulis (GSM)’’ 2023. Penelitan ini mengunakan teori Elaboration Likelihood Model (ELM) dengan melihat elemen central route dan pheriferal route. Penelitian menghasilkan adanya model komunikasi yang memberikan ruang pada konteks baik pada central route maupun peripheral route pada ELM. Ruang konteks tersebut antara lain dengan melihat tingkat pemahaman dan kondisi para santri serta perkembangan teknologi.   The overwhelming flow of information as a consequence of technological development occasionally makes some people confused about whether the information circulating is true or not. Responding to such conditions, the role of pesantren (Islamic traditional boarding school), including its santris (pesantren students), is crucial. Hopefully, santri can contribute to responding to the current development, among others through writing activities. Their articles are expected to provide positive information to fulfill media space. In order to have motivation and capability in writing, a santri should practice various kinds of writings, including journalistic writing. The issue examined in this paper is how to develop a communication model that can motivate santri to write. This research uses a case study on a journalistic training program for santris organized by Suara Merdeka daily newspaper. The program was called Gerakan Santri Menulis (Santri Writing Movement). The study uses the theory of Elaboration Likelihood Model (ELM) by examining the elements of central route and peripheral route. The research results in a communication model that gives context a space both the central route and peripheral route. This context includes, among other things, looking at the level of understanding and condition of the santris as well as technological developments.