Djono Djono
Universitas Sebelas Maret Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Internalisasi nilai-nilai relief Candi Penataran dalam pembelajaran sejarah untuk menumbuhkan kesadaran budaya Achmad Pandu Septiawan; Leo Agung; Djono Djono
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.512 KB)

Abstract

Kebudayaan adalah jati diri bangsa untuk membangun kejayaan peradaban dalam sebuah negeri. Melalui kebudayaan generasi muda diharapkan untuk mampu menghargai harkat dan martabat bangsa serta mengetahui perjalanan sejarah yang telah dilewati oleh negeri ini. Namun dalam kenyataanya kesadaran budaya dari para generasi muda sudah mulai tergerus arus globalisasi, hal ini membuat kebudayaan di dalam negeri mulai menurun daya tariknya. Fenomena kesadaran budaya yang mulai menurun saat ini disebabkan oleh kurangnya penanaman pendidikan karakter di dalam sistem pendidikan Indonesia. Pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah diperlukan untuk menguatkan jati diri bangsa melalui kebudayaan untuk menghadapi dampak negatif dari arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memasukkan nilai-nilai yang ada pada relief candi penataran dalam pembelajaran sejarah. 2) Menumbuhkan kesadaran budaya melalui nilai-nilai relief candi Penataran. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Relief-relief yang terdapat di candi Penataran antara lain mengisahkan cerita tentang Sri Tanjung, Sang Setyawan, Bubuksah Gagangaking, Ramayana, Kresnayana dan hewan-hewan atau fabel. Dalam relief tersebut sarat akan kandungan nilai religius, jujur, tolerasi, kerja keras dan tanggung jawab yang dapat dimasukan ke dalam pembelajaran sejarah untuk menambah pengetahuan generasi muda tentang warisan kebudayaan dari para leluhur di masa lalu. Upaya dalam menumbuhkan kesadaran budaya generasi muda adalah: 1) Pengetahuan akan adanya berbagai kebudayaan suku bangsa yang masing-masing mempunyai jati diri beserta keunggulan-keunggulanya, 2) Sikap terbuka untuk menghargai dan berusaha memahami kebudayaan suku-suku bangsa di luar suku bangsanya sendiri, 3) Pengetahuan akan adanya riwayat perkembangan budaya di berbagai tahap masa silam, 4) Pengertian di samping merawat dan mengembangkan unsur-unsur warisan budaya, kita sebagai bangsa Indonesia yang bersatu juga sedang mengembangkan sebuah kebudayaan baru, yaitu kebudayaan nasional.DOI: 10.17977/um022v3i22018p095
DISKURSUS NILAI PEMIKIRAN EKONOMI KERAKYATAN MOHAMMAD HATTA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Bangun Hutama Winata; Sunardi Sunardi; Djono Djono
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Proceedings Conference of Elementary Studies 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan merupakan sebagai tranformasi ilmu pengetahuan tetapi juga nilai luhur sehingga siswa tidak hanya dibekali kecerdasan tetapi juga ahlak dan karakter pada dirinya. Pada penelitian ini bertujuan untuk menjadi rujukan dalam membentuk karakter siswa melalui pemikiran tokoh Mohammad Hatta. Pemikiran ekonomi kerakyatan Mohammad Hatta merujuk kepada era globalisasi yang semakin berkembang dalam membentangi karakter siswa. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini mengunakan deskriptif kualitatif. Secara pemikiran Mohammad Hatta ingin membangun nilai-nilai luhur melalui pemikiran ekonomi kerakyatan. Melalui mempelajari pemikiran ekonomi kerakyatan yang di dalamnya mengandung nilai-nilai karakter:solidaritas, jujur, kerjasama, percaya diri, diharapkan siswa dapat meneladani karakter pemikiran salah satu tokoh pendiri bangsa. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Mohammad Hatta, Pemikiran Mohammad Hatta
Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah Abadke-21 Studi Kasus di Sma Negeri 2 Wonogiri Anggoro Bimo Putranto; Djono Djono
Jurnal Artefak Vol 13, No 1 (2026): Historical Literacy and Local Wisdom
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v13i1.23987

Abstract

This study critically analyzes the conceptualization and implementation of creativity in 21st-century history education under the Kurikulum Merdeka framework. Employing a qualitative case study with a socio-constructivist perspective, data were gathered via interviews, observations, and document analysis, then processed using Miles and Huberman’s thematic analysis. The results indicate that creativity in history is a socially mediated process shaped by pedagogical design, student characteristics, and structural constraints. Furthermore, a tension exists between curriculum policy and classroom reality. The study’s novelty lies in the development of "historical creative literacy," which reconstructs creativity as an interpretive process rooted in historical thinking rather than a generic skill. This concept effectively bridges the gap between 21st-century skill requirements and the epistemological characteristics of history learning.