Hani Subagio
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pedagogi Kritis Dan Asas Kepastian Hukum Atas Surat Edaran Gubernur DIY Nomor 29/SE/V/2021 Tentang Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Hani Subagio; Hastangka Hastangka; Danang Prasetyo
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v6i2.2367

Abstract

This research analyzes the principle of legal certainty on the Circular Letter of Yogyakarta Special Region (DIY) Governor Number 29/SE/V/2021 about playing the Indonesia Raya national anthem. Since the issuance of the letter, there have been polemics about the content of the Circular Letter of DIY Governor which are considered to have the potential to be materially and immaterially detrimental if it is going to be implemented. Other polemics arise about the urgency and the content material substance in the Circular Letter of DIY Governor which are potentially contradicting other laws. Even though the Circular Letter is a product of policy, not a product of law, it is juridically impacting institutions under the policymaker. The method used of this research is the normative law research approach. The primary data are the Circular Letter of DIY Governor Number 29/SE/V/2021, Law Number 24/2009 about the national flag, language, symbol, and anthem. Meanwhile, the secondary data are books and research result that are relevant to the topic. The data analysis is conducted by using positive law content and structural analysis. The result of the research shows that the Circular Letter of DIY governor has content material that has the potential to be inconsistent with the content material of article 59 UU Number 24/2009. In addition, the format of the letter does not meet the prevailing terms. In general, the content material of the Circular Letter of DIY Governor may occur of legal uncertainty in the implementation. In addition, in the perspective of critical pedagogy, forcing a national education together with community activities will lead to resistance and apathy.
Pedagogi Kewarganegaraan dan Pembentukan Civic Virtues Mahasiswa: Praktik Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Setyo Budi Takarina; Hani Subagio; Hastangka Hastangka
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2701

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi model pedagogis kewarganegaraan dalam kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di perguruan tinggi guna melihat kesesuaiannya dengan kebutuhan pembelajaran kewarganegaraan abad ke-21. Urgensi penelitian ini berangkat dari tuntutan pengembangan civic knowledge, civic skills, dan civic dispositions di lingkungan perguruan tinggi sebagai fondasi pembentukan warga negara demokratis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus eksploratif yang berfokus pada praktik pembelajaran PKN pada satu kelas perkuliahan. Partisipan penelitian berjumlah 23 orang, terdiri atas 1 dosen pengampu mata kuliah PKN dan 22 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tersebut. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PKN di perguruan tinggi telah mengakomodasi nilai Pancasila, demokrasi, HAM, serta pluralisme, namun implementasi pedagogis masih didominasi metode ceramah dan evaluasi berbasis kognitif. Model pembelajaran partisipatif, berbasis proyek, serta problem-based civic learning telah mulai diterapkan, namun belum terintegrasi secara sistemik. Penelitian ini menegaskan perlunya reposisi kurikulum dengan memperkuat experiential learning, interdisipliner, literasi digital kewarganegaraan, serta kolaborasi sosial komunitas. Implikasi penelitian menawarkan rekomendasi akademik dan kebijakan untuk pengembangan kurikulum PKN yang lebih transformatif dan relevan terhadap dinamika sosial-politik kontemporer.