Penelitian ini bertujuan mengevaluasi model pedagogis kewarganegaraan dalam kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di perguruan tinggi guna melihat kesesuaiannya dengan kebutuhan pembelajaran kewarganegaraan abad ke-21. Urgensi penelitian ini berangkat dari tuntutan pengembangan civic knowledge, civic skills, dan civic dispositions di lingkungan perguruan tinggi sebagai fondasi pembentukan warga negara demokratis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus eksploratif yang berfokus pada praktik pembelajaran PKN pada satu kelas perkuliahan. Partisipan penelitian berjumlah 23 orang, terdiri atas 1 dosen pengampu mata kuliah PKN dan 22 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tersebut. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PKN di perguruan tinggi telah mengakomodasi nilai Pancasila, demokrasi, HAM, serta pluralisme, namun implementasi pedagogis masih didominasi metode ceramah dan evaluasi berbasis kognitif. Model pembelajaran partisipatif, berbasis proyek, serta problem-based civic learning telah mulai diterapkan, namun belum terintegrasi secara sistemik. Penelitian ini menegaskan perlunya reposisi kurikulum dengan memperkuat experiential learning, interdisipliner, literasi digital kewarganegaraan, serta kolaborasi sosial komunitas. Implikasi penelitian menawarkan rekomendasi akademik dan kebijakan untuk pengembangan kurikulum PKN yang lebih transformatif dan relevan terhadap dinamika sosial-politik kontemporer.
Copyrights © 2026