Masalah dalam perencanaan struktur jalan kereta seperti tinggi lereng embankment yang ≥ 6 m, tanah asli yang tergolong sedang lunak, dan merupakan daerah rawan terjadinya longsor merupakan alasan dilakukannya penelitian ini. Hal tersebut didukung oleh hasil uji lab tanah, kondisi geografis dan geologis Kabupaten Purwakarta berupa bukit dan lembah yang terbentuk dari endapan batuan sedimen dan aluvium vulkanik dengan kemiringan lahan 8-40%. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas lereng embankment berupa nilai safety factor pada jalur kereta cepat Jakarta-Bandung daerah konstruksi DK70+150.00 sampai DK70+181.88. Adapun analisis numerik yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan program Plaxis 8.6 yang dikembangkan berdasarkan metode Finite Element dengan model Mohr-Coulomb. Proses analisis dengan menginput parameter material yang dibutuhkan berdasarkan Mohr-Coulomb. Hasil analisis berupa angka safety factor yang menunjukkan kondisi stabilitas suatu lereng embankment. Penambahan alternatif perkuatan lereng embankment berupa cerucuk (micropile), bronjong (gabion) dan geotextile sebagai upaya pencegahan adanya kelongsoran jangka pendek dan panjang pada lereng embankment yang tidak stabil. Hasil analisis lereng embankment kereta api cepat Jakarta-Bandung DK70+150 sampai DK70+181.88 kondisi eksisting sebesar ΣMSF = 1,1565 (cek global) dan ΣMSF = 1,0515 (cek dinamik gempa) yang artinya lereng dalam kondisi tidak stabil dan perlu penambahan alternatif perkuatan. Berdasarkan simulasi kombinasi alternatif perkuatan. Menunjukkan kombinasi alternatif perkuatan geotextile dengan micropile menghasilkan angka safety factor ΣMSF = 1,8151 (cek stabilitas global) dan ΣMSF = 1,6262 (cek stabilitas akibat beban dinamik gempa).