Nour Zattullah
Universitas Pertahanan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kecerdasan Budaya, Kompetensi Lintas Budaya dan Ketahanan bagi Peacekeeper dalam Misi Perdamaian PBB Ahmad Firdaus; Nour Zattullah
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 1 (2022): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.1.169-176

Abstract

Hingga awal 2021, terdapat 12 misi perdamaian PBB yang dilaksanakan di bawah Department of Peace Operations. Namun demikian, tidak semua misi perdamaian yang pernah dilakukan oleh PBB berhasil. Salah satu contoh misi perdamaian PBB yang dinilai gagal adalah misi United Nations Operation in Somalia (UNOSOM) I (1992-1993) dan II (1993-1995). Salah satu penyebab kegagalan misi UNOSOM adalah karena misi tersebut tidak dapat menjawab tantangan berupa perbedaan kebudayaan yang ada, baik antar peacekeeper maupun dengan warga lokal. Penelitian ini dilakukan untuk mengelaborasi upaya untuk meningkatkan kecerdasan lintas budaya dan ketahanan bagi peacekeeper dan keluarganya agar misi-misi yang akan dilaksanakan oleh mereka di masa depan dapat menghasilkan outcome yang lebih baik daripada sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa kecerdasan budaya dan kompetensi budaya merupakan dua kemampuan penting yang harus dimiliki oleh peacekeeper yang bertugas di lingkungan budaya yang berbeda. Di sisi lain, potensi peacekeeper terpapar stress selama penugasan di wilayah konflik dan dampak negatif yang mungkin dialami keluarga peacekeeper selama ia ditugaskan juga perlu menjadi perhatian, baik bagi PBB maupun negara-negara pengirim peacekeeper. Baik upaya peningkatan kecerdasan budaya, kompetensi lintas budaya hingga ketahanan peacekeeper dan keluarganya dapat dilakukan dengan pelatihan-pelatihan. Namun demikian, diperlukan komitmen dan kemauan politik yang kuat dari para stakeholder terkait agar pelatihan-pelatihan ini dapat dilaksanakan dengan sistematis, komprehensif dan berkesinambungan untuk mendukung berbagai misi perdamaian yang masih dan akan dilaksanakan oleh PBB.