Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INVENTARISASI GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PERAIRAN PANTAI PAYUMB, KABUPATEN MERAUKE Sisca Elviana; Bonny Lantang
AGRICOLA Vol 6 No 1 (2016): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v6i1.395

Abstract

The mangrove forest is one of the estuarine ecosystem that is the habitat of a wide variety of animal benthic organisms, one of which is a Gastropod. Macrozoobenthos communities including Gastropods can be used also as an indicator of the recovery of the function of mangrove vegetation, namely by learning community structure Gastropods contained in various stages of mangrove vegetation. The purpose of this study is to inventory the types of Gastropods and community structure in Mangrove ecosystems in the Coastal Waters of Payumb, Merauke. This research was conducted at the coast Payumb, Merauke district in November-December 2015. Year method used is the transect method squares line. Results of research on Payumb waters found Gastropods as 6 Family, 9 Genus and 10 Species and Litorina scraba a Gastropod species with the highest number of individuals.
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN UDANG PENAEID BERDASARKAN FAKTOR FISIKA, KIMIA DAN BIOLOGI DI PERAIRAN PANTAI PAYUM – LAMPU SATU KABUPATEN MERAUKE PAPUA Bonny Lantang; Sendy Lely Merly
AGRICOLA Vol 7 No 2 (2017): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v7i2.636

Abstract

The aims of these research were to 1). Analyzed the influence of oceanographic factors such as physics, chemistry and biology of the existence of penaeid shrimp in the Payum coastal waters until Lampu Satu. 2). Determined fishing ground of penaeid shrimp at The Coastal Waters Payum-Lampu Satu; which the basis for shrimp fishing coastal communities. The data were took directly through measuring the oceanography parameters such as temperature, tidal range, water transparency, salinity, pH and abundance of phytoplankton. While the data obtained by weighing the catch of penaeid shrimp catches in every trip. To analized the data regression models were used to determine the influence of oceanographic factors on catches. The results showed that the temperature and water transparency affected the Penaeid  shrimp catch while the potential fishing areas in the region of the coordinates 80 33’ 17.61“ S – 80  34.’ 2“ S dan  1400 25’ .95’ E– 1400 25’ 44”E . The total catches around 50 to 69.9 kg.
HASIL TANGKAPAN IKAN TARGET DAN NON TARGET YANG TERTANGKAP DENGAN GILL NET DI MUARA SAMPAI KAWASAN GUDANG ARANG SUNGAI MARO KABUPATEN MERAUKE Bonny Lantang; Sendy Lely Merly
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 6 No. 12 (2019)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.193 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v6i12.6804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan target dan ikan non-target serta untuk mengetahui komposisi spesies, kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman dan indeks dominansi yang ditangkap di Muara ke Area Gudang Arang di Sungai Maro, Kabupaten Merauke. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Purposive Random Sampling. Untuk mengetahui keberadaan spesies, dilakukan studi komposisi spesies ikan, kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangkapan ikan target adalah 11 spesies dan non-target sebanyak 6 spesies. Kelimpahan hasil tangkapan relatif pada ikan target tertinggi diperoleh pada ikan Bawal putih (Rhinoprenes Pentanemus) dengan nilai 54,47% sedangkan ikan non-target tertinggi berada di White Baung (Cinetodus crassilabri) dengan nilai 82,75%. Indeks keanekaragaman tangkapan spesies ikan target adalah 1,41 sehingga dikategorikan sebagai keanekaragaman sedang, dalam spesies non-target adalah 0,73 dan rendah. Tidak ada jenis yang mendominasi tangkapan, baik ikan target maupun ikan non-target.
HASIL TANGKAPAN UDANG DI PERAIRAN KUMBE DAN KAIBURSE DISTRIK MALIND KABUPATEN MERAUKE Bonny Lantang; Edy H.P. Melmambessy; Asmawi Candra Rini
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 7 No. 14 (2020)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.701 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v7i14.11672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis udang, kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, dan indeks dominasi udang yang ada di Perairan Pantai Kumbe dengan Perairan Pantai Kaiburse di Distrik Malind. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei – Juni. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi jenis udang yang tertangkap di Pantai Kumbe terdiri dari 5 jenis udang yaitu Penaeus marguensis,  Penaeus indicus, Metapenaeus affinis, Squilla spp, dan Penaeus semicultatus, sedangkan pada Pantai Kaiburse ditemukan 3 jenis udang yaitu, Penaeus marguensis, Penaeus Indicus dan Metapenaeus affinis. Kelimpahan relatif pada Pantai Kumbe untuk jenis Penaeus marguensis yaitu  82,41%, Penaeus indicus yaitu 17,37%, Metapenaeus affinis yaitu 0,11%, Squilla spp. yaitu 0,07%, dan Penaeus semicultatus yaitu 0,04%. Kelimpahan relatif pada Pantai Kaiburse jenis udang Penaeus marguensis yaitu 82,24%, Penaeus indicus yaitu 17,52%, dan Metapenaeus affinis yaitu  0,24%. Nilai indeks keanekaragaman pada Pantai Kumbe sebesar 0,47 dan nilai indeks keanekargaman pada perairan Pantai Kaiburse sebesar 0,48 dengan hasil nilai indeks pada kedua tempat penelitian rendah.  Nilai indeks dominasi pada Perairan Pantai Kumbe yaitu 0,726 dan pada perairan Pantai Kaiburse yaitu 0,712 yang berarti bahwa indeks dominasi pada kategori sedang.
Identifikasi jenis dan pengaruh faktor oseanografi terhadap fitoplankton di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke Bonny Lantang; Chalvin S. Pakidi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.2.13-19

Abstract

Perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke merupakan kawasan perairan yang memiliki berbagai manfaat potensial yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar salah satunya untuk kegiatan penangkapan ikan maupun untuk biota laut lainnya untuk tujuan konsumsi. Kondisi perairan yang banyak menerima input massa air dari darat dimana bermuara sungai besar seperti Sungai Maro yang turut mempengaruhi berfluktuasinya faktor lingkungan di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan pengaruh faktor oseanografi seperti suhu, salinitas, pH dan kecerahan perairan bagi keberadaan fitoplankton di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke. Hasil identifikasi ditemukan 5 Kelas Fitoplankton yaitu kelas Bacillariophyceae dengan 18 Jenis, Cynophyceae dengan 1 Jenis, Chylorophyceae dengan 1 Jenis, Chrysophyceae dengan 1 Jenis dan Dinophyceae dengan 1 Jenis. Hasil Uji statistik menunjukkan bahwa suhu dan salinitas mempengaruhi keberadaan fitoplankton di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu.
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP KEBERADAAN GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI DERMAGA LANTAMAL KELURAHAN KARANG INDAH DISTRIK MERAUKE KABUPATEN MERAUKE Rosiana Sari Mathius; Bonny Lantang; Modesta R. Maturbongs
Musamus Fisheries and Marine Journal Volume 1 Number 1, October 2018
Publisher : Faculty of Agriculture Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mfmj.v1i1.1440

Abstract

This study aims to determine the type and effect of environmental factors on the presence of gastropods in the mangrove ecosystem. Field data collection is taken by measuring the environmental parameters directly, while gastropod data is obtained by calculating directly the amount obtained by each data collection. The results showed that in Lantamal Pier there were 8 species of gastropods : Littorina scabra, Cerithidea obtusa, Cassidula angulifera, Terebralia sulcata, Terebralia palustris, Ellobium aurisjudae, Telescopium-telescopium and Nerita lineata while environmental factors that affected to gastropods were water temperature, water pH, and soil pH. Keywords: Gastropods; Environmental parameters.
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN IKAN DENGAN JARING INSANG TETAP (Set Gill Net) PADA SIANG DAN MALAM HARI DI SUNGAI KUMBE DISTRIK MALIND KABUPATEN MERAUKE Kornelia V. Ulukyanan; Edy HP. Melmambessy; Bonny Lantang
Musamus Fisheries and Marine Journal Volume 1 Number 2, April 2019
Publisher : Faculty of Agriculture Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mfmj.v1i1.1633

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis hasil tangkapan, keanekaragaman dan untukmengetahui perbandingan hasil tangkapan jaring insang tetap (set gill net) pada siang dan malam hari di SungaiKumbe Distrik Malind Kabupaten Merauke. Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Kumbe Distrik Malind dari bulanFebruari 2018 - Maret 2018 pada dua stasiun pengamatan yang merupakan area penangkapan ikan oleh masyarakatnelayan setempat: stasiun I pada bagian muara; stasiun II ±1500 meter dari bagian muara. Alat tangkap yangdigunakan adalah jarring insang tetap (set gill net) dengan ukuran mata jaring: 4 dan 7 inci. Sampel ikan yangdiperoleh langsung diidentifikasi di lapangan dengan menggunakan buku identifikasi, Parameter biologi yangdiamati adalah komposisi jenis, indeks keanekaragaman (H’), dan indeks dominansi (C). Hasil jumlah jenis ikanyang tertangkap di Sungai Kumbe terdiri dari 11 jenis ikan, yakni : Ikan Kakap putih (Lates calcarifer), IkanGulama (Pridoceina amoyensis), Ikan Baung Putih (Cinetodus crassilabris), Ikan Baung Merah (Cinetodusfroggatti), Ikan Kuru sirip kuning (Eleutheronema tetradactylum), Ikan Tulang - tulang (Thryssa scratchleyi), IkanBelanak (Mugil sp.), Ikan Kaca (Kurtus gulliveri), Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus), Ikan Sembilan(Neosilurus sp.) dan Ikan Bambit (Scatopargus argus). Ikan - ikan tersebut merupakan komuditas ikan yang biasamenyebar di Sungai Kumbe tangkapan malam hari, yaitu 10 jenis ikan sebanyak 32 ekor. Sedangkan jumlah hasiltangkapan pada siang hari 3 jenis ikan sebanyak 18 ekor. Hasil penelitian diperoleh dari komposisi jenis : Cinetoduscrassilabris yang terbanyak dan terendah adalah Thryssa Scrstchleyi. ikan yang mendominasi adalah Cinetoduscrassilabris pada stasiun I sedangkan pada stasiun II yang mendominasi adalah Lates calcalifer. Kata kunci : Komposisi jenis, Perbandingan hasil tangkap ikan siang dan malam hari, Sungai Kumbe.
Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Ikan yang Tertangkap di Perairan Pantai Payum Sampai Perairan Pantai Lampu Satu, Kabupaten Merauke Bonny Lantang
Musamus Fisheries and Marine Journal Volume 4 Number 1, October 2021
Publisher : Faculty of Agriculture Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mfmj.v0i0.3708

Abstract

The coastal waters of Payum to coastal waters of Lampu Satu of the coastal areas in Merauke Regency and are used by fishermen as water areas to catch organisms that have high economic value. This study aims to determine the types and effects of physics and chemistry on the presence of fish in the coastal waters of Payum to Lampu Satu. This research was conducted in the coastal waters of Payum to coastal waters of Lampu Satu, Merauke from April to June 2020. Data collection was carried out by measuring the environmental parameters directly, namely temperature, salinity and pH, while the fish catch data was obtained by calculating directly the number of catches each trip. Data analysis using linear regression model to determine the environmental factors that effect to the catch. The results showed that temperature, salinity and pH had an effect and supported the presence of fish in the coastal waters Payum to coastal waters of Lampu Satu.
Identifikasi jenis dan pengaruh faktor oseanografi terhadap fitoplankton di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke Bonny Lantang; Chalvin S. Pakidi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.2.13-19

Abstract

Perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke merupakan kawasan perairan yang memiliki berbagai manfaat potensial yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar salah satunya untuk kegiatan penangkapan ikan maupun untuk biota laut lainnya untuk tujuan konsumsi. Kondisi perairan yang banyak menerima input massa air dari darat dimana bermuara sungai besar seperti Sungai Maro yang turut mempengaruhi berfluktuasinya faktor lingkungan di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan pengaruh faktor oseanografi seperti suhu, salinitas, pH dan kecerahan perairan bagi keberadaan fitoplankton di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke. Hasil identifikasi ditemukan 5 Kelas Fitoplankton yaitu kelas Bacillariophyceae dengan 18 Jenis, Cynophyceae dengan 1 Jenis, Chylorophyceae dengan 1 Jenis, Chrysophyceae dengan 1 Jenis dan Dinophyceae dengan 1 Jenis. Hasil Uji statistik menunjukkan bahwa suhu dan salinitas mempengaruhi keberadaan fitoplankton di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu.
Abundance and temporal distribution of mullets caught in Merauke City Coastal Waters Irkham Kurniawan; Modesta Ranny Maturbongs; Bonny Lantang
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.7.1.5-8

Abstract

The purpose of this study was to see the abundance and distribution of mullet during the day and night on the coast of Lampu Satu Beach and Payum Beach. This research was conducted in June-August 2020. Determination of the sampling points at the research location using purposive random sampling method. Data analysis used in this research is Relative Abundance (Kr) and Morisita Spread Index (Id). Catches found during the study were 268, with 3 species of mullet, namely Mugil cepalus, Mugil dussumieri and Rhinomugil corsula. During the day, the total number of catches is 148 while at night it gets as many as 120. The highest proportion value of relative abundance was obtained from the two stations, namely Mugil dussumieri species and the lowest was Rhinomugil corsula. The results of the calculation of the morisita distribution index during the day at both stations obtained a value of 1.008 (group). It is also found that at night the two stations get a value of 1.014, which means that at night it is a group category.