Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Perencanaan Hotel Resort Wisata Danau Bandar Khayangan Lembah Sari Pekanbaru Surya Surya; Titin Sundari; Imbardi Imbardi
JURNAL TEKNIK Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v12i1.1791

Abstract

Hotel Resort adalah sebuah wadah arsitektural dalam bentuk hunian penginapan yang dibangun untuk memfasilitasi para wisatawan mancan negara atau wisatawan lokal Pekanbaru yang datang berkunjung ke sebuah daerah atau objek wisata untuk menikmati fasilitas-fasilitas atau tempat-tempat wisata yang ada.Keberadaan wadah ini sudah cukup banyak tetapi masih sedikit yang menyediakan hunian Hotel Resort dengan kualitas dan pelayanan terbaik. Selain itu tingkat kunjungan wisatawan asing maupun lokal terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang membuka peluang untuk dihadirkannya sebuah hunian Hotel Resort dengan fasilitas-fasilitas dan pelayan an yang terbaik, dan sebagai loncatan dalam merancang objek wisata arsitektural ini “ Arsitektur Kontemporer” dianggap cocok menjadi tema perancangan dengan Pertimbangan identitas kebudaya yang saat ini mulai terlupakan , sehingga dengan rancangan Hotel Resort ini diharapkan dapat mengangkat nila-nilai budaya yang ada terlebih budaya Melayu Riau. Selain itu Arsitektur Kontemporer memiliki karakteristik sendiri yang dapat diterjemahkan dalam bahasa dan rancangan Arsitektur.
Perancangan Gedung Pascasarjana Faisal Nurdin; Hendri Silva; Imbardi Imbardi
JURNAL TEKNIK Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v12i1.1794

Abstract

Berdirinya Universitas Lancang Kuning (UNILAK) diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Riau dan tokoh-tokoh masayarakat Riau, UNILAK memeliki 2 prodi pasca sarjana, yaitu pascasarjana prodi manajemen yang terletak di samping perpustakaan dan pasca sarjana prodi hukum yang letaknya masih terpisah-pisah, disamping itu adanya wacana menambah prodi pasca sarjana lain seperi prodi ilmu budaya yang sedang dalam proses perizinan, prodi ilmu lingkungan dan prodi administrasi publik, berkaitan dengan hal tersebut maka di butuhkan pembangunan fasilitas baru untuk mewadahi aktifitas tersebut. Karena masih terpencar-pencarnya Gedung Pascasarjana di Universitas Langcang Kuning, maka di buatlah suatu gagasan atau rencana dari kampus untuk membangun Gedung Pasca Sarjana menjadi satu lokasi, dan untuk mendukung visi dan misi unilak yaitu menjadi perguruan ringgi yang unggul pada tahun 2030, maka untuk mencapai target tersebut di butuhkan fasilitas seperti Gedung Pasca Sarjana Unilak. Gedung Pascasarjana Unilak ini diharapkan dapat menciptakan sebuah tempat atau wadah yang dapat menunjang peningkatan kualitas pendidikan Pascasarjana di Unilak dengan konsep arsitektur tropis.
Rest Area di Perawang Muhammad Habbib Arifnur; Imbardi Imbardi; Sudarmin Sudarmin
JURNAL TEKNIK Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v12i1.1795

Abstract

Tempat istirahat atau dikenal secara lebih luas sebagai rest area adalah tempat beristirahat sejenak untuk melepaskan kelelahan, kejenuhan, ataupun ke toilet selama dalam perjalanan jarak jauh.Tempat istirahat ini banyak ditemukan di jalan tol ataupun dijalan nasional di mana para pengemudi jarak jauh beristirahat. Dijalan arteri primer juga banyak ditemukan restoran yang berfungsi sebagai tempat istirahat. Restoran-restoran ini banyak digunakan oleh pengemudi truk jarak jauh ataupun bus antar kota untuk beristirahat. Dalam peraturan perundangan mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ada ketentuan yang menyebutkan bahwa setiap mengemudikan kendaraan selama 4 jam harus istirahat selama sekurang-kurangnya setengah jam, untuk melepaskan kelelahan, tidur sejenak ataupun untuk minum kopi, makan ataupun ke kamar kecil/toilet. Waktu kerja bagi Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum paling lama 8 (delapan) jam sehari, sehingga tempat istirahat juga digunakan untuk tempat pergantian pengemudi.
Penerapan Aspek Iklim Tropis pada Arsitektur Lokal Rumah Tradisional Melayu Studi Kasus di Desa Lalang Siak Sri Indrapura Boby Samra; Imbardi Imbardi
JURNAL TEKNIK Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v12i1.1866

Abstract

Rumah melayu adalah sebuah wujud dari bangunan yang memiliki makna sangat dalam oleh setiap orang melayu, bangunan tersebut merupakan perwujudan dari rasa tanggung jawab seorang kepala keluarga untuk memberikan keyamana bagi keluarganya. Pada saat bangunan tersebut dibangun tentunya banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti pertimbangan aspek lingkungan itu sendiri salah satunya iklim tropis, yang merupakan adanya pengaruh pencahayaan sinar matahari dan curah hujan terhadap ruang pada arsitektur lokal rumah tradisional Melayu. Dengan melakukan analisis terhadap bentuk bangunan serta bukaan pada dinding dalam bentuk jendela, ventilasi dan bentuk ornamen pada bangunan tradisional tersebut. Sehingga dapat di ketahui pengaruh fisik bangunan tersebut terhadap ruang dalam, sebagai bentuk kenyamanan penghuni untuk bisa menikmati kenyaman udara dan cahaya yang ada dalam ruang tersebut.
Perancangan Hotel Resort di Tepi Sungai Siak Kota Pekanbaru Indra Alvino Marbun; Hendri Silva; Imbardi Imbardi
JURNAL TEKNIK Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v12i1.1869

Abstract

Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan bisnis di Kota Pekanbaru telah mendorong pertumbuhan akomodasi bisnis perhotelan. Pembangunan akomodasi perhotelan di Pekanbaru mengalami peningkatan, akan tetapi hotel yang ada di Pekanbaru rata-rata hotel bisnis. Pada jaman sekarang manusia moderen pada dasarnya cenderung membutuhkan rekreasi untuk dapat bersantai dan menghilangkan kejenuhan yang diakibatkan oleh aktivitas mereka. Keberadaan potensi alam yang indah dan sejuk sangat sulit didapatkan didaerah perkotaan yang penuh sesak dan polusi udara. Dengan demikian keinginan masyarakat perkotaan untuk menikmati potensi alam menjadi permasalahan. Dengan melihat permasalahan ini maka muncul sebuah gagasan untuk membangun Hotel Resort wisata, yaitu Hotel Resort yang berada di daerah tepian Sungai Siak Kota Pekanbaru, dengan memanfaatkan potensi Sungai Siak yang sudah ada. Sejauh ini pemanfaatan Sungai Siak hanya sebatas sebagai transpotrasi air saja, sangat disayangkan jika tidak memanfaatkan potensi sungai terbesar di Indonesia yang ada di Kota Pekanbaru ini.
Elemen Arsitektur Pembentuk Karakter Bangunan pada Tapak Warisan Dunia Kota Sawahlunto Sumatera Barat, Indonesia Rika Cheris; Imbardi Imbardi; Lalu Muhammad Ivan
ARSITEKTURA Vol 19, No 1 (2021): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v19i1.47961

Abstract

The mining industrial city of Sawahlunto has been designated as a World Heritage Site recognized by UNESCO in 2019. The designation of this building has been through a study of its form, function, ownership and area. However, urban development will still occur. This is of course caused by several factors. Changes in the city, the design and function of these buildings need to be controlled to keep cultural heritage buildings from being lost. For this reason, research is needed to determine the character-forming elements of cultural heritage buildings in Sawahlunto City. This will be very useful for the Government to make guidelines for the restoration of cultural heritage buildings. The research method used is qualitative descriptive analysis with the UNESCO attribute building sample method that will be selected in each area. For this initial stage, the sample to be taken is in the core area (Map of Land Ownership Area A, Sawahlunto Mining and company town: A5 company town, Nominated Property) in the Ombilin Sawahlunto mining world heritage site, West Sumatra. The sample will become a guideline for similar buildings, then will become a reference for any conservation
Kecenderungan Penerapan Arsitektur Vernakular Melayu pada Bangunan Modern: Kasus Kota Pekanbaru Rika Cheris; Imbardi Imbardi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.21261

Abstract

Keinginan Pemerintah Daerah Pekanbaru dalam melestarikan budaya Melayu baik Budaya yang bergerak (intangible) maupun tidak bergerak (tangible) merupakan cita-cita mulia.  Menjadikan budaya Melayu sebagai landasan dan falsafah hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara juga merupakan cita-cita dari Undang-undang dasar 1945. Untuk mewujudkannya diperlukan perhatian dan kesungguhan generasi muda, para ahli dan seluruh Stakeholder kota agar budaya Melayu ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Salah satu upaya untuk melestarikan budaya yang tidak bergerak ini, Pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk bisa sedapat mungkin menyesuaikan bangunan yang akan dibangun dengan memasukkan unsur-unsur arsitektur tradisional Melayu di dalamnya. Permasalahan kemudian muncul bahwa penggunaan elemen arsitektur tradisional dan digabungkan dengan arsitektur modern akan menciptakan jenis arsitektur baru. Namun apakah penggabungan ini sudah bisa menunjukkan ciri-ciri arsitektur neo vernakular. Untuk itu riset kali ini akan menemukan beberapa hasil studi mengenai penerapan ornamen arsitektur Melayu tersebut pada bangunan modern. Metodologi yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi lapangan, identifikasi bangunan dan analisis kepustakaan dengan beberapa referensi. Sehingga pada tahap akhir ditemukannya beberapa ornamen yang sesuai penerapannya pada sebuah bangunan dan dengan demikian terbentuklah arsitektur neo vernakular di Pekanbaru dengan unsur-unsur arsitektur Melayu.