Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN FOLKLOR DALAM UPACARA NYADRAN DI PESAREAN SIMBAH LOWO IJO DI DESA SEMAGUNG KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJO Ahmad Muhlasin
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.826 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) asal usul upacara nyadran, (2) rangkaian pelaksanaan upacara nyadran, (3) makna simbolik upacara nyadran, (4) fungsi folklor upacara nyadran, (5) Nilai-nilai pendidikan yang tersirat dalam upacara nyadran di Desa Semagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Waktu penelitian dilakukan pada bulan April hingga September. Subjek penelitian ini adalah warga desa Semagung ataupun warga desa lain yang ikut dalam upacara nyadran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama dibantu alat perekam, kamera, dan alat-alat tulis yang digunakan untuk mencatat hal-hal penting. Teknik analisis data yang digunakan berupa proses pengkajian hasil wawancara, pengamatan, dan dokumen yang telah terkumpul. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) asal usul upacara nyadran di Desa Semagung dahulunya adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt., dan penghormatan kepada Simbah Lowo Ijo, (2) Rangkaian pelaksanaan upacara nyadran di Desa Semagung meliputi: (a) sebelum dimulainya upacara nyadran membuat pintan dan uborampe terlebih dahulu, (b) inti prosesi upacara nyadran warga berkumpul di pesarean Simbah Lowo Ijo sebelum shalat Jum’at dan juru kunci memulai acara dengan prosesi atur panembah dan setelah shalat Jum’at diumumkan penyelenggara nyadran oleh Kepala Desa, (c) pembagian uborampe, dan (d) doa bersama sebagai akhir prosesi upacara nyadran. (3) Makna simbolik upacara nyadran yaitu ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt, (4) Fungsi folklor upacra nyadran meliputi: fungsi ritual, fungsi sosial, fungsi pranata sosial dan fungsi pelestarian tradisi.   Kata kunci: kajian folklor, nyadran, pesarean Simbah Lowo Ijo
Problem-Based Learning Model as an Approach to Learning in Islamic Religious Education Muhlasin, Ahmad; Ikhsan, I
Al'ulum Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6, No. 1 March 2026
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/alulum.983

Abstract

This article examines Problem Based Learning (PBL) as a relevant learning approach for Islamic Education (PAI) through a literature study. The study was conducted by collecting and analyzing scientific literature related to PBL and Islamic education, then synthesized descriptively based on four research objectives: concepts and basic principles of PBL, characteristics of PBL relevant for PAI, recent research findings, and theoretical and practical implications of PBL implementation. The results show that PBL emphasizes authentic problem-based learning, learner-centered, investigative, collaborative, and reflective. PBL characteristics are in line with Islamic education values, including critical thinking, deliberation, contextualization of religious values, and character development. A synthesis of recent research findings shows the consistent contribution of PBL in improving critical thinking skills, creativity, active engagement, concept understanding, and collaboration and communication skills.