Darmadji Ismono
Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FK UNPAD

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hasil Fungsional Pasca Operasi Berbagai Jenis Pembedahan Pada Giant Cell Tumor Campanacci Grade 3 Ekstremitas Bawah Di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Preodita Agradi; Muhammad Naseh Setiawan; Darmadji Ismono; Herry Herman
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.486 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v5i1.23918

Abstract

Giant cell tumor (GCT) adalah lesi tumor tulang matur dengan asal belum diketahui. Sekitar 5% dari semua tumor tulang merupakan GCT. Distal femur, proksimal tibia, proksimal humerus, dan distal radius merupakan lokasi predileksi GCT. Pertumbuhan tumor ini agresif dan dapat bertransformasi menjadi tumor ganas. Tatalaksana yang ideal adalah yang mampu mencegah rekurensi sambil mempertahankan fungsi ekstremitas sebanyak-banyaknya.Studi retrospektif dilakukan dengan menganalisis hasil fungsional pasca operasi pada 25 pasien  dengan GCT Campanacci grade 3 pada ekstremitas bawah yang dilakukan dengan metode pembedahan yang berbeda. Terdapat 3 kelompok metode pembedahan, yaitu kelompok A, reseksi luas lalu rekonstruksi dengan graft/spacer, arthrodesis, atau megaprosthesis, kelompok B, kuretase tumor lalu diisi dengan bone graft/cement, dan internal fiksasi dan kelompok C, amputasi. Penelitian ini terdiri dari 25 pasien dengan pembagian kelompok A 7 orang, kelompok B 14 orang, dan kelompok C 4 orang. Kelompok B memiliki tingkat rekurensi paling tinggi. Rerata skor MSTS tergolong baik (22.2). Skor MSTS rerata pada setiap kelompok adalah: 23.57 untuk kelompok A, 22.85 untuk kelompok B, dan 16.75 untuk kelompok C. Tatalaksana berupa amputasi dapat mencegah rekurensi namun memiliki dampak besar terhadap hasil fungsional pasien. Tatalaksana dengan pemberian bone cement memiliki dampak fungsional yang paling kecil bagi pasien namun memiliki tingkat rekurensi yang paling tinggi.Kata Kunci : Giant cell tumor, metode pembedahan, skor MSTS
Chondrosarcoma pada Pelvis: Terapi Pembedahan dengan Preservasi Anggota Tubuh Gregorius Batara Sutardi; Darmadji Ismono; Muhammad Naseh Irawan; Herry Herman
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.778 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20682

Abstract

Insidensi Chondrosarcoma 3,5-9% dari tumor tulang primer dan 30% dari keganasan tulang primer. Chondrosarcoma sering terjadi  pada dekade  ke- 4 sampai  ke-7, sedikit lebih sering pada pria. Lokasi yang paling sering adalah pelvis, tulang rusuk, femur proksimal dan humerus proksimal. Lokasi Chondrosarcoma pada pelvis memiliki kekhasan  dan tingkat kesulitan spesifik dalam pembedahan karena lokasi yang dekat dengan struktur vital. Tujuan penelitian  ini adalah untuk menilai functional outcome jangka pendek pada pembedahan preservasi Chondrosarcoma pada pelvis.Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif yang mempelajari kasus pelvis Chondrosarcoma yang dikelola di RSHS Bandung periode september 2016 hingga september 2018 yang diikuti selama 2 tahun.Hasil penelitian didapatkan 5 pasien dengan Chondrosarcoma pada pelvis, 3 pria dan 2 wanita dengan usia rerata 48,5 tahun. Kelima pasien menjalankan operasi preservasi dan dilakukan pengukuran functional outcome menggunakan MSTS score, didapatkan hasil 2 pasien masuk kategori Excelent  (skor: 26 dan 28) dan  3 pasien dengan kategori Good (skor: 19, 19 dan 20). Kesimpulan operasi preservasi pada pasien Chondrosarcoma pelvis di RSHS memberikan functional outcome yang baik, namun hal ini juga tergantung pada lokasi, kedekatan dengan struktur vital dan keterampilan ahli bedah.Kata kunci: Chondrosarcoma besar, pelvis, operasi preservasi
Luaran Fungsional Pascaneurektomi Pada Pasien Giant Morton’s Neuroma Diki Julkarnain; Darmadji Ismono; Muhammad Naseh Budi; Herry Herman
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.948 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i4.22982

Abstract

Lokasi Morton’s neuroma yang paling sering adalah pada sela jari kaki dua dan tiga. Giant Morton’s neuroma adalah kasus tumor jaringan lunak yang jarang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai luaran fungsional jangka pendek pada pasien giant Morton’s neuroma yang sudah dilakukan neurektomi. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif yang mempelajari kasus giant Morton’s neuroma yang dikelola di RSHS Bandung yang di follow up selama 6 bulan. Hasil penelitian didapatkan 1 pasien dengan giant Morton’s neuroma, jenis kelamin wanita, usia 14 tahun. Pasien tersebut menjalani operasi neurektomi dan dilakukan pengukuran luaran fungsional menggunakan skor evaluasi klinis neuroma Giannini dan skor AOFAS pada tiga bulan dan enam bulan pascaneurektomi. Dari follow up 3 bulan, didapatkan kategori cukup dengan skor neuroma Giannini 50 poin dan skor AOFAS 57 poin. Sedangkan pada follow up 6 bulan masuk kategori baik dengan skor neuroma Giannini 60 poin dan skor AOFAS 75 poin. Terdapat peningkatan luaran fungsional pada follow up enam bulan pascaneurektomi. Defisit sensorik dan gangguan pada kaki dan engkel sering terjadi, namun tidak mempengaruhi kepuasan pasien.Kata kunci: giant Morton’s neuroma, luaran fungsional, neurektomi
Penilaian Fungsional Pasca Tindakan Operasi Preservasi 1 Tahun Kasus Kondrosarkoma Ekstraskeletal Tungkai Atas Juliando Juliando; Muhammad Naseh Irawan; Darmadji Ismono; Herry Herman
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.318 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v5i1.23929

Abstract

Kondrosarkoma ekstraskeletal adalah tumor jaringan lunak yang jarang. Ini adalah tumor sel spindel penghasil tulang rawan (sarkoma) yang terjadi di jaringan lunak. Lokasi paling sering pada tungkai atas (Proximal Femur). Insidensi 1% dari semua sarkoma jaringan lunak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai hasil fungsional jangka pendek pasca operasi preservasi kondrosarkoma ekstraskeletal. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif yang mempelajari kasus kondrosarkoma esktraskeletal yang dikelola di Rumah Sakit Hasan Sadikin selama periode September 2015-September 2016 yang ditindaklanjuti selama satu tahun. Pada Rekam medis Rumah Sakit Hasan Sadikin, didapatkan 2 kasus dengan diagnosis kondrosarkoma ekstraskeletal, seorang laki-laki 27 tahun, dan seorang wanita 45 tahun yang telah dilakukan tindakan pembedahan dengan preservasi setahun yang lalu dengan ukuran masing-masing 30x20x15cm dan 17x10x10cm. Dilakukan penilaian fungsional masing-masing dengan skor Musculoskeletal Tumor Society (MSTS) 33 & 31 dengan kategori sangat baik. Kesimpulan manajemen dengan prosedur reseksi luas pada pasien kondrosarkoma ekstraskeletal, telah memberikan hasil fungsional yang sangat baik bagi pasien. Tetapi tetap harus waspada dengan adanya rekurensi (kekambuhan).Kata kunci: Kondrosarkoma ekstraskeletal, tumor jaringan lunak, skor MSTS