Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Economics Studies

Analisis Tingkat Kesehatan Bank Syariah Indonesia dan Bank Muamalat Indonesia Periode 2019-2022 Cahyani Wulandari; Nurfahmiyati
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9421

Abstract

Abstract. Bank Syariah Indonesia and Bank Muamalat Indonesia are among the largest Islamic banks in Indonesia, with the Covid-19 pandemic problem, banks are required to maintain the soundness of the bank. The importance of maintaining the health of the bank aims to keep customers giving their trust to the bank concerned. The purpose of this study is to determine the soundness level of Bank Syariah Indonesia and Bank Muamalat Indonesia using the CAMEL variable in the period 2019 to 2022. As well as to find out whether there are differences between Bank Syariah Indonesia and Bank Muamalat Indonesia in each aspect of CAMEL This research method is descriptive quantitative. The data analysis technique used is the CAMEL method and the Difference Test (ANOVA). The data source used in this research is secondary data obtained from the websites of Bank Syariah Indonesia and Bank Muamalat Indonesia. The results showed that the soundness level at Bank Syariah Indonesia for the 2019 to 2022 period was in the HEALTHY predicate, while at Bank Muamalat Indonesia for the 2019 to 2022 period, it was HEALTHY ENOUGH. In the Different Test (ANOVA) of the six bank financial ratios, only two have significant differences, namely the ROA (Return on Assets) ratio and the BOPO (Operating Costs Operational Income) ratio. Abstrak. Bank Syariah Indonesia dan Bank Muamalat Indonesia termasuk ke dalam bank syariah terbesar di Indonesia, dengan adanya permasalahan pandemi Covid-19, bank dituntut untuk tetap menjaga tingkat kesehatan bank. Pentingnya menjaga kesehatan bank bertujuan agar nasabah tetap memberikan kepercayaan kepada bank yang bersangkutan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesehatan Bank Syariah Indonesia dan Bank Muamalat Indonesia dengan menggunakan variabel CAMEL pada periode 2019 sampai 2022. Serta untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara Bank Syariah Indonesia dan Bank Muamalat Indonesia pada setiap aspek CAMEL. Metode Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode CAMEL dan Uji Beda (ANOVA). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari website Bank Syariah Indonesia dan Bank Muamalat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesehatan pada Bank Syariah Indonesia periode 2019 sampai 2022 berada pada predikat SEHAT, sedangkan pada Bank Muamalat Indonesia periode 2019 sampai 2022 berada pada predikat CUKUP SEHAT. Pada Uji Beda (ANOVA) dari keenam rasio keuangan bank, hanya dua yang memiliki perbedaan signifikan yaitu rasio ROA (Return on Asset) dan rasio BOPO (Biaya Operasional Pendapatan Operasional).
Pengaruh Pengeluaran Pemerintah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Riau Tahun 2012-2021 Khairunnisa Aydiawan Nasution; Nurfahmiyati
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9472

Abstract

Abstract. The city of Tasikmalaya Economic growth can be measured by looking at the development of Gross Regional Domestic Product at constant prices (real GRDP). Riau Province has the second highest GRDP value on the island of Sumatra, but in 2020 it experienced minus economic growth and Riau Province government spending decreased in 2020 and 2021. This study aims to determine the effect of government spending on economic growth in Riau Province.The analysis technique used in this study is panel data regression analysis with the Random Fixed Model (REM) approach and uses secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) in the form of government expenditure data and economic growth in the period 2012-2021. The results of the analysis show that the government expenditure variable has a negative and significant effect on the economic growth of Riau Province. This is because the economic sectors, namely production, distribution, consumption and economic balance affected by government spending are still less than optimal so that government spending has no effect on economic growth in Riau Province. Abstrak. Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan melihat perkembangan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan (PDRB riil). Provinsi Riau memiliki nilai PDRB tertinggi kedua di Pulau Sumatera, namun pada tahun 2020 sempat mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus dan pengeluaran pemerintah Provinsi Riau mengalami penurunan pada tahun 2020 dan 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan pendekatan Random Fixed Model (REM) dan menggunakan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) berupa data pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi dalam periode tahun 2012-2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau. Hal ini dikarenakan sektor perekonomian yaitu produksi, distribusi, konsumsi dan keseimbangan perekonomian yang dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah masih kurang optimal sehingga pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Kata Kunci: Pengeluaran Pemerintah, Pertumbuhan Ekonomi.