Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH BELANJA PEMERINTAH TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI JAWA TIMUR (Studi Kasus Kabupaten/Kota Di Jawa Timur Tahun 2010-2015) FERRY SUTIONO
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perekonomian di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir memunculkan masalah tersendiri dalam pemerataan pendapatan. Tingginya pertumbuhan ketimpangan pendapatan menjadi problema yang harus diatasi oleh pemerintah. Salah satu kebijakanpemerintah adalah kebijakan fiskal yang diantaranya melalui instrumen belanja pemerintah. Belanja modal pemerintah menjadi instrumen yang spesial karena karakteristik barang yang diperoleh bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh belanja modal Kementerian/ Lembagadan pengaruh belanja modal APBD pada ketimpangan pendapatan di Jawa Timur. Metode analisis yang digunakan adalah model regresi data panel dengan mengambil populasi 38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur dalam kurun waktu 2010-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja modal K/L berpengaruh negatif dan signifikan terhadapketimpangan pendapatan di Jawa Timur. Sedangkan belanja modal APBD berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Jawa Timur.Kata Kunci: ketimpangan pendapatan, pengeluaran pemerintah, belanja modal pemerintah
Diseminasi Hasil Penelitian Partisipasi Anggaran sebagai Strategi Reduksi Ketimpangan Wilayah Papua Selatan Irianto, Okto; Ferry Sutiono; Lutfi Nasrullah
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v4i2.749

Abstract

South Papua Province, as the youngest province in Indonesia, receives significant Special Autonomy funds of IDR 790 billion annually. However, regional inequality remains a critical challenge with a Williamson Index of 0.42 (high category). Previous research identified that ineffective budget utilization stems from low budgetary participation, which significantly affects managerial performance (β = 0.462; R² = 66.2%). This community service aimed to disseminate research findings on budgetary participation as a key to managerial performance and regional inequality reduction strategy to structural officials managing Special Autonomy funds. The activity employed a Community-Based Education approach combined with Research Dissemination and Knowledge Transfer strategy, involving 25 participants from various Regional Government Agencies in Merauke Regency on December 15, 2024. The dissemination included four interactive sessions: research findings presentation, group discussions with case studies, strategic recommendations, and commitment building. Evaluation results demonstrated exceptional achievement, with an average satisfaction score of 4.33 out of 5 (exceeding the 4.0 target) and 84.7% of participants committed to implementing participatory budgeting principles (exceeding the 70% target). This activity serves as a catalyst for fundamental transformation of the budgeting system from top-down to participatory model, contributing to regional inequality reduction through improved managerial performance and effective development program execution in South Papua.