This Author published in this journals
All Journal ARIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MODEL SIMULASI UNTUK MENGANALISIS KINERJA SISTEM ANTRIAN KAPAL TANKER PADA DERMAGA PT. PERTAMINA TBBM WAYAME AMBON B. J. Camerling; Juan. P. Manusiwa
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.385 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.21

Abstract

PT Pertamina (Persero), Terminal transit bahan bakar minyak wayame memiliki peran penting sebagai tulang punggung dalam mensuplai BBM keseluruh TBBM diwilayah maluku papua dengan efisien untuk menghindari terjadinya krisis BBM di Terminal Transit Bahan Bakar Minyak lain akibat lambatnya kegiatan backloading. Berdasarkan data dari fungsi marine TBBM wayame menyatakan bahwa pada tahun 2012-2016 rata-rata tingkat kedatangan kapal tangker di pelabuhan TBBM wayame mencapai ± 535 kapal/tahun dan untuk proses pelayanan loading BBM kapal membutuhkan waktu tunggu kapal lebih dari 1 hari untuk mendapatkan pelayanan loading BBM. Sehingga terjadi antrian pada dermaga, serta dalam proses loading Bbm. serta dalam proses loading Bbm yang mengakibatkan fungsi utilitas menjadi tidak maksimal diantara dermaga I dan III lebih tinggi utilitasnya dibandingkan dengan utilitas dermaga II. Hasil penelitian ini dengan mengambil data tbbm wayame ambon, maka dapat dilihat untuk hasil awal atau kenyataannya bahwa untuk hasil utilitas menunjukan bahwa pada server dermaga II tidak terlalu sibuk dengan utilitas adalah 55.69% dengan kapal yang dilayani selama sebanyak 152 kapal loading dan untuk dermaga kapal backloading, dermaga I mempunyai utilitas 99.94% dan dermaga III mempunyai utilitas 99.76% dengan banyak kapal yang dilayani sebanyak 463 kapal backloading, dari hasil tersebut maka penulis memberikan alternative perbaikan untuk mempercepat pelayanan dimana kapal backloading dapat melakukan kegiatan bongkar muat pada dermaga kapal loading apabila tidak ada kegiatan bongkar muat, dapat digunakan untuk kapal backloading. Hasil utilitas dermaga I adalah 91.80% , utilitas dermaga II adalah 87.80% dan utilitas dermaga III adalah 82.86%, untuk pelayan kapal backloading sebanyak 492 kapal dan kapal loading 152 kapal, dengan menggunakan alternative perbaikan ini maka dapat mengurangi waktu pelayanan kapal
ANALISIS SISTEM ANTRIAN PADA AREA PARKIR MOBIL TANGKI KE FILLING SHED DENGAN MENGGUNAKAN PROMODEL (Studi Kasus Di PT Pertamina Terminal BBM Wayame Ambon) Johny Titarsole; B. J. Camerling
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.191 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.67

Abstract

Antrian merupakan kejadian yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.bukan hanya manusia yang mengalami suatu proses antrian, tetapi bisa juga barang,Kondisi ini juga terjadi pada areal tempat parkir mobil-mobil tangki BBM (Bahan Bakar Minyak) dalam menunggu bagian pengisian ke FillingShed (tempat pengisian BBM), pada PT.Pertamina (Persero), Terminal BBM Wayame Ambon,yang memiliki rata-rata jumlah mobil yang beroperasi dilapangan Sebanyak 92 unit mobil, dimana daya tampung mobil pada area parkir yaitu 45-50 mobil yang memiliki 9 jenis pompa minyak). Simulasi merupakan proses perancangan model dimana meniru dari proses dunia nyata atau system dan pelaksanaan eksperimen-eksperimen dengan model ini untuk tujuan memahami tingkah laku system. Stat fit merupakan software pendukung dalam promodel dimana untuk menentukan distribusi yang dipakai dalam melaksanan pembuatan model simulasi Pada PT Pertamina Terminal BBM Wayame Ambon pada area parkir mobil tangki sampai masuk ke Filling Shed dimana mobil tangki hanya dapat melakukan pengisian BBM pada 1 server. Hasil penelitian ini dengan mengambil data Antrian pada area parkir PT pertamina Terminal BBM wayame Ambon maka, dapat dilihat hasil awal atau kondisi kenyataanya bahwa untuk hasil utilitas menunjukan bahwa hasil utilitas yang mencapai 100 %, tetapi server untuk mobil tangki Pertalite dan Pertamax mempunyai hasil utilitas mendekati 50 % yang berarti tidak terlalu sibuk. Dan untuk hasil alternatifnya terlihat lebih sibuk karena pemanfaatanya mendekati 100%. jadi dengan penambahan server menjadi 2 pada filling shed maka antrian akan semakin sedikit.
TINJAUAN PENGGUNAAN METODE LEAN CONSTRUCTION PADA PROYEK KONTRUKSI (Studikasus Pada Pesona Alam Estate) Welmy Kololu; B. J. Camerling
ARIKA Vol 11 No 2 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.92 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.2.109

Abstract

Setiap pelaksanaan proyek konstruksi tidak lepas dari berbagai kendala ataupun kegagalan, yang antara lain disebabkan oleh rendahnya kinerja ataupun produktivitas tenaga kerja, perencanaan proyek yang kurang matang, anggaran proyek membengkak, dan juga spesifikasi yang tidak sesuai. Untuk itu perlu adanya perbaikan perencanaan dengan menggunakan metode Lean Construction, yang meliputi pengidentifikasian waste, resiko dan estimasi kebutuhan proyek (waktu, sumber daya, dan biaya).Lean construction adalah cara untuk mendesain sistem produksi untuk meminimalkan waste dalam bahan material, waktu, dan usaha untuk menghasilkan nilai (value) semaksimum mungkin (Abdelhamid dan Salem, 2005). Lean merupakan cara baru untuk memikirkan dan melakukan pekerjaan di konstruksi.mengoptimalkan Pekerjaan Kontruksi Pesona Alam Estate Menurut Pandangan Kontraktor, Pengawasdan Suplier. Hal ini terlihat dengan nilai Chi-Square yang menunjukan tidak ada perbedaan jawaban antara ketiga pelaku kontruksi yaitu kontraktor, Pengawas dan Suplier yang menyatakan sangat perlu untuk penerapan Lean Construction dalam pekerjaan mereka.Tingkat kesulitan penerapan metode Lean Cnstruction masih dirasakan merupakan kendala bagi ketiga pelaku pekerjaan kontruksi Pesona Alam Estate.
Pengukuran Kinerja PT. PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara menggunakan Malcolm Baldrige B. J. Camerling; Mirsan .
ARIKA Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.334 KB) | DOI: 10.30598/arika.2018.12.2.67

Abstract

Perkembangan teknologi dan industri di dunia dewasa ini sangat pesat. Pada suatu perusahaan, pengukuran kinerja sangat dimanfaatkan untuk membantu mengevaluasi tingkat pencapaian kinerja suatu perusahaan. Wawasan dari mahasiswa tentang dunia kerja yang berkaitan dengan industrialisasi sangat diperlukan sehubungan dengan kondisi objektif indonesia yang merupakan negara berkembang dan memerlukan pembangunan yang lebih sempurna dalam segala bidang. Universitas Pattimura Ambon sebagai sebuah institusi (Perguruan Tinggi) berupaya untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswanya bagaimana kinerja suatu perusahaan dapat tercapai dan mahasiswa secara langsung dapat menerapkan ilmu yang telah di dapatkan selama dibangku kuliah. Wilayah kerja PT.PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara Meliputi Area Ambon, Area Tual, Area Masohi, Area Ternate, dan Area Sofifi. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara menerima pelaporan kondisi Kinerja unit-unit yang akan dievaluasi baik tiap triwulan maupun semester. Pengukuran Kinerja hanya dilakukan dengan mengumpulkan kinerja masing-masing area secara manual. Berangkat dari masalah tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan Mengukur Kinerja Perusahaan dengan menggunakan Malcom Badrige, sehingga kinerja perusahaan dapat diukur, dianalisa dan perbaikan kinerja perusahaan dapat tercapai.