This Author published in this journals
All Journal ARIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KORAN DENGAN METODE SIX SIGMA DAN SWOT PADA PT. PERCETAKAN FAJAR UTAMA INTERMEDIA CABANG AMBON J.M. Tupan; Yordan F. Hatumena
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.661 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.55

Abstract

PT. Percetakan Fajar Utama Intermedia Cabang Ambon merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri percetakan yang menghasilkan produk Koran. Perusahaan ini juga merupakan salah satu media cetak (sebuah surat kabar) yang tertua dan terbesar di provinsi Maluku. Masalah yang dihadapi perusahaan ini adalah perlunya perbaikan- perbaikan pada prusahaan yaitu perbaikan secara teknis dan perbaikan secara general dimana PT. Percetakan Fajar Utama Intermedia Cabang Ambon perlu memperbaiki masalah kualitas produk Koran pada proses produksinya dan perlu mempersiapkan strategi - strategi perusahaan. Pada penelitian ini penulis menggunakan analisa pengendalian kualitas dengan pendekatan Six Sigma DMAIC ( define, measure, analyze, improve, control ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab tingkat kecacatan dan memberikan usulan perbaikan. Selain perbaikan secara internal, prancangan strategi secara general juga perlu dilakukan, metode yang digunakan adalah metode Swot. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman yang dimiliki PT. Percetakan Fajar Utama Intermedia Cabang Ambon. Hasil penelitian ini dengan mengambil data di PT. Percetakan Fajar Utama Intermedia Cabang Ambon, maka dapat dilihat untuk jumlah hasil produksi Koran pada tahun 2016 adalah 851775 eksemplar. dan produk Koran yang cacat adalah 37618 eksemplar. Berdasarkan perhitungan prusahaan memiliki tingkat sigma 3.20 dengan kemungkinan kerusakan 44386.30 untuk sejuta produksi (DPMO), presentase penyebab kecacatan berturut-turut adalah cacat kabur 61%, tidak register 21%, terpotong 18% dan faktor-faktor yang menyebabkan produk cacat adalah faktor manusia, material, mesin, metode, dan environment (lingkungan). dalam hal ini harus dilakukannya usulan perbaikan. Setelah suda melakukan perbaikan akan dilanjutkan dengan mengidentifikasi eksternal dan internal perusahaan agar dapat mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahan tersebut.
ANALISIS PENGEMBANGAN PARIWISATA PANTAI LUBANG BUAYA DI DESA MORELA KECAMATAN LEIHITU BARAT KABUPATEN MALUKU TENGAH Ayu Soraya M. Nur; J.M. Tupan
ARIKA Vol 11 No 2 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.893 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.2.119

Abstract

Pantai Lubang Buaya merupakan salah satu objek wisata yang telah dikenal masyarakat pada tahun 2012 karena keunikan alam pantainya dengan air laut yang berwarna hijau tosca, tempat wisata ini dikekelolah oleh masyarakat setempat namun pengembangan Objek wisata ini belum dikembangkan secara optimal pengembangan yang dilakukan memerlukan penanganan yang seksama dan memperhatikan berbagai faktor yang relevan. Pengamatan yang dilakukan membuktikan bahwa objek pariwisata ini perlu memperhatikan keterlibatan masyarakat untuk membangun ekonomi. Selain itu, observasi awal juga menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan dari masyarakat di Negeri ini masih rendah, sehingga memerlukan alternatif sumber pendapatan baru untuk meningkatkan pendapatan dan kehidupan yang lebih baik. Strategi pengembangan Pantai Lubang Buaya ini dengan menggunakan metode SWOT dan AHP. Hasil analisis menunjukkan prioritas strategi yaitu pada Strategi SO bobot 0,259381712, Strategi WO bobot 0,200759437, Strategi ST bobot 0,29297714, dan Strategi WT dengan bobot 0,246881712. Maka dari itu strategi ST dengan bobot tertinggi dipakai sebagai alternatif pengembangan objek wisata Pantai Lubang Buaya.