Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategy to Improve the Class of Ambon Archipelago Fisheries Port into an Ocean Fishery Port using SWOT Analysis Ruth Phetrosina Soumokil
ARIKA Vol 15 No 1 (2021): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.294 KB) | DOI: 10.30598/arika.2021.15.1.1

Abstract

An essential factor for the development of fisheries business, especially fishing activities, is the availability of infrastructure for berths or shelter for fishing vessels and landing their catch fish. The infrastructure is in the form of a Fishing Port or Fish Landing Base as a place or base for fishing vessels. This research aimed to examine the condition of Archipelago Fisheries Port (AFP) on the criteria of an Ocean Fishery Port (OFP), and formulated a strategy for developing Ambon AFP in order to increase its class to an Ocean Fishery Port. The method used in this research was descriptive. Data collection techniques carried out by distributing questionnaires, interviews, and secondary data collection. Sampling was done by using purposive sampling as many as 20 key respondents. The analytical tool used was descriptive analysis and SWOT analysis. The results of this study indicate that: Existing operations in Ambon AFP show increasing development from year to year, both in fish landing, fishing boat visits, supply distribution, non-tax state revenue, and the number of fishers and labour. From the Ambon AFP Development Strategy's research results in the context of improving the class of being an Ocean Fishery Port, ten strategies were produced.
Identifikasi Fasilitas Pokok dan Fasilitas Fungsional Dalam Rangka Peningkatan Produksi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon Ruth Phetrosina Soumokil
Jurnal Masohi Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Masohi
Publisher : DPD FDI Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/jmas.v1i1.287

Abstract

Produksi Perikanan Tangkap di Maluku semakin meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan produksi perikanan pada akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan nelayan, karena itu perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana, dalam hal ini Pelabuhan Perikanan karena Pelabuhan Perikanan merupakan jembatan antara aktivitas perikanan di laut (penangkapan) dengan aktivitas perikanan di darat (pengelolaan dan pemasaran). Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon adalah pelabuhan tipe B yang menjadi zona inti kawasan Minapolitan Perikanan Tangkap di Ambon. Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon memberikan pelayanan kepada armada penangkapan ikan, terutama untuk melayani kapal-kapal penangkapan ikan yang beroperasi di ZEEI Arafura, perairan Laut Banda dan laut Seram. Armada penangkapan ikan yang berkunjung dan beraktifitas di PPN Ambon selama ini lebih didominasi oleh kapal perikanan skala besar (industri) di atas 30 GT. Keberhasilan pelayanan PPN Ambon sangat bergantung pada ketersediaan, pemanfaatan dan kondisi fasilitasnya dalam hal ini Fasilitas Pokok dan Fasilitas Fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Fasilitas Pokok dan Fasiltas Fungsional di PPN Ambon Provinsi Maluku dalam kaitannya dengan Peningkatan Produksi. Analisis dilakukan menggunakan analisis Diskriptif bersifat Survey terhadap Fasilitas Pokok dan Fasilitas Fungsional di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPN Ambon sudah memenuhi Kriteria sebuah Pelabuhan Perikana Nusantara dengan adanya sejumlah Fasilitas Pokok antara lain Dermaga, Kolam Pelabuhan, Alat Bantu Navigasi dan Breakwater atau Pemecah Gelombang dan fasilitas fungsional antara lain Tempat Pelelangan Ikan (TPI), fasilitas pengolahan, penjemuran, pabrik es, gudang pendingin (Cold storage), bengkel, slipway (docking) serta tempat pengisisan perbekalan. Dari hasil Penelitian diketahui bahwa terjadi Peningkatan Produksi yang didaratkan yaitu sebesar 8,214,500 Ton pada tahun 2013 dan sebesar 73,901,742 Ton pada tahun 2017, dengan Pemasaran terbesar adalah untuk Pasar Eksport yaitu sebesar 2.756.808 ton pada tahun 2013, dan 71.589.717 ton pada tahun 2017.
PEMANFAATAN KARAKTERISTIK GETARAN DALAM MENENTUKAN KONSTRUKSI SAMBUNGAN KAPAL KAYU YANG TEPAT DAN BERSESUAIAN DENGAN KARAKTER MESIN Ruth P Soumokil
ALE Proceeding Vol 3 (2020): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.3.2020.19-23

Abstract

Sumber eksitasi utama pada kapal kayu tradisional bermesin adalah getaran mesin induk. Struktur dirancang untuk dapat menahan beban dari gaya-gaya yang bekerja padanya. Tipe mesin yang digunakan di Maluku kebanyakan adalah tipe mesin dari China dikarenakan harganya yang lebih terjangkau. Agar getaran mesin induk dapat terdistribusi merata, maka karakteristik konstruksi di daerah sambungan harus diketahui agar transmisi bisa direkayasa dan resonansi pada titik tertentu dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa getaran pada daerah konstruksi kapal kayu dengan sumber eksitasi yang berbeda. Sumber eksitasi berasal dari dua mesin yang berbeda yang dipasang pada kapal dengan ukuran yang sama. Penggunaan dua mesin berbeda bertujuan agar analisis mampu merekomendasikan sambungan yang sesuai dengan performa masing-masing mesin melalui besarnya amplitude yang terjadi di titik-titik sambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin Dong Feng memiliki nilai amplitude terkecil masih di 0,078 mm pada arah serat Tangensial, masih di atas batas amplitude yang diijinkan yaitu 0,039 mm untuk arah getaran horisontal. Amplitude yang dihasilkan akibat penggunaan mesin Dong Feng akan lebih kecil jika menggunakan sambungan model III, takik lurus berkait, dengan arah serat radial, sedangkan mesin Yanmar akan lebih baik jika menggunakan sambungan model II, dengan arah serat tangensial.
ANALISA RESPONSE DINAMIK PADA SAMBUNGAN KONSTRUKSI KAPAL KAYU BERDASARKAN TIPE MESIN YANG DIGUNAKAN Debby R. Lekatompessy; Ruth P Soumokil; Hedy C. Ririmasse
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.26-30

Abstract

Bentuk kapal tradisional di Maluku berubah menurut perkembangan jaman dimulai dengan adanya gosepa yang serupa dengan rakit, kole-kole, kemudian perahu semang atau ketinting, kora-kora, perahu belang dan rurehe. Semua kapal ini tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak melainkan masih menggunakan tenaga manusia maupun angin. Jaman sekarang penggunaan mesin sebagai tenaga penggerak kapal sudah banyak digunakan agar radius berlayar menjadi lebih jauh. Efek penggunaan mesin menyebabkan kondisi struktur harus lebih diperhatikan dari sisi keselamatan dan kenyamanannya.Sumber eksitasi utama pada kapal kayu tradisional bermesin adalah getaran mesin induk. Struktur dirancang untuk dapat menahan beban dari gaya-gaya yang bekerja padanya. Tipe mesin yang digunakan di Maluku kebanyakan adalah tipe mesin dari China dikarenakan harganya yang lebih terjangkau.Agar getaran mesin induk dapat terdistribusi merata maka karakteristik konstruksi di daerah sambungan harus diketahui agar transmisi bisa direkayasa dan resonansi pada titik tertentu dapat dihindari.Penelitian ini ingin membuktikan bahwa resonansi lokal dapat diatasi dengan menggunakan bantuan simulasi. Metode Non Destructive Analysis (NDE) banyak digunakan oleh para peneliti terbukti murah, efisien dan efektif untuk struktur yang besar dengan tingkat akurasi yang baik.Sumber eksitasi berasal dari dua mesin yang berbeda yang dipasang pada kapal dengan ukuran yang sama. Penggunaan dua mesin berbeda bertujuan agar analisa mampu merekomendasikan sambungan yang sesuai dengan performa masing-masing mesin melalui besarnya amplitude yang terjadi dititik-titik sambungan. Perhitungan analitik dilakukan untuk keperluan validasi simulasi.Analisa konsentrasi tegangan pada masing-masing mesin berbeda. Hasil response struktur akibat eksitasi mesin Yanmar dilakukan juga pada mesin Dong Feng dengan bantuan simulasi bagian yang sama.
KAJIAN KUALITAS KELAS AWET LIMBAH BATANG KULIT POHON SAGU SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF BANGUNAN KAPAL Fella Gaspersz; Abdul Djabar Tianotak; Ruth P Soumokil
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.248-251

Abstract

Abstrak Pemanfaatan kayu untuk keperluan struktur dalam jumlah besar dengan kualitas tinggi semakin sulit diperoleh. Hal ini menyebabkan harga kayu untuk keperluan material kapal sangat tinggi. Sehingga diperlukan material alternatif dalam membangun kapal kayu. Potensi Pohon Sagu sebagai sumberdaya alam lokal di Maluku oleh masyarakat lokal masih sebatas memanfaatkan pati sagunya sebagai bahan makan pokok dan daunnya sebagai atap rumah. Batang Kulit Pohon Sagu sejak jaman primitif telah digunakan pada kapal yang sederhana atau bagian interior konstruksi kapal namun material ini belum dikaji secara teknik., sedangkan Batang Kulit Pohon Sagu tidak dimanfaatkan dan dibiarkan sebagai limbah hasil pengolahan sagu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas kelas awet limbah Batang Kulit Pohon Sagu sebagai material alternatif bangunan kapal. Hasil analisa sifat kimia dari material Limbah Batang Kulit Pohon Sagu diperoleh nilai rata-rata kadar air berkisar antara 5,13% - 6,89%, Rata-rata Berat Jenis material Limbah Batang Kulit Pohon Sagu berkisar antara 0,75 kg/m3 – 0,95 kg/m3. Penentuan kelas awet yang dilakukan dengan menggunakan prosedur standar SNI 01-7207-2006 tentang uji ketahanan kayu dan produk kayu terhadap organisme perusak kayu dilaut.
ANALISIS PENAMBAHAN KAPASITAS SLIPWAY PADA PT. DOK DAN PERKAPALAN WAIAME (PERSERO) AMBON Paulinus Frederikus Balubun; Eliza R de Fretes; Ruth Phetrosina Soumokil
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.1.47-57

Abstract

PT. Dok Dan Perkapalan Waiame (Persero) Ambon memiliki kapasitas dok sebesar 1000 TLC hingga 1500 TLC, hal tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pengedokan untuk sarana transportasi laut karenakan kapal-kapal yang melakukan proses pengoperasian di perairan Maluku merupakan kapal-kapal dengan kapasitas yang bervariatif antara 100 GT, 750 GT, hingga 1250 GT atau lebih. Hal tersebut mengakibatkan angka kebutuhan reparasi kapal yang relatif menjadi banyak dengan kapasitas kapal-kapal yang ±1500 GT. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan spesifikasi peralatan sistem peluncuran kapal dan perlengkapan tarik yang optimal untuk penambahan kapasitas pada PT Dok dan Perkapalan Waiame (Persero). Penelitian ini menggunakan pendekatan serta rumus-rumus yang berkaitan, dan menggunakan software untuk mempermudah proses analisis. Hasil perhitungan untuk kapasitas winch ataupun daya elektomotor berdasarkan kapasitas winch yang telah tersedia pada PT. Dok Dan Perkapalan Waiame (Persero) Ambon tidak memenuhi persyaratan kerja dalam melakukan proses pengedokan untuk kapal-kapal dengan kapasitas 3000 TLC, hal tersebut dikarenakan daya elektomotor yang diperoleh adalah sebesar 848,1 Hp, oleh karena itu dipergunakan kapal dengan kapasitas terbesar yang telah melakukan pengedokan dengan kapasitas 2097 Gross Tonage atau 1070,79 TLC (passenger) dengan hasil perhitungan daya elekttomotor adalah sebesar 303,2 Hp, sehingga PT. Dok Dan Perkapalan Waiame (Persero) Ambon dapat melakukan proses pengedokan untuk kapal-kapal dengan kapasitas ± 2097 Gross Tonage atau ≥ 1070,79 TLC.