Ranu Trilaksono
Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan, Sekolah Vokasi, IPB

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengendalian Hama dan Penyakit Utama Tebu (Saccharum officinarum L.) di PT PG Rajawali II Jatitujuh Majalengka Ade Astri Muliasari; Ranu Trilaksono
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Sains Terapan, Volume 10 Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.901 KB) | DOI: 10.29244/jstsv.10.1.40-52

Abstract

ABSTRACTPest and disease monitoring aim to determine the type, sign/symptoms, and intensity of attacks. The rat (Bandicota indica), stem borer (chilo sacchariphagus Bojer), and shoot borer (Scirpophaga excerptalis Walker) place major constraints on a sugarcane plantation in PT PG Rajawali Jatitujuh Majalengka districts. The intensity of attacks (IS) of these pests reached 8.6%, 1.26%, and 0.86%, respectively. The intensity of rats reached as high as more than 5%. Shoot borer and stem borer attack are low under 5%. The smut disease caused by the fungus Ustilago scitaminea Sydow with an attacking intensity of 1.53% and belongs to the low category. Integrated pest and disease control include technical, physical / mechanical, biological, and chemical culture. ABSTRAKMonitoring hama dan penyakit bertujuan untuk mengetahui jenis, gejala, insidensi serangan dan cara pengendaliannya. Hama utama tebu di PT PG Rajawali II Jatitujuh Majalengka yaitu hama tikus wirok (Bandicota indica Bechstein), penggerek batang tebu/stem borer (Chilo sacchariphagus Bojer), dan penggerek pucuk tebu/shoot borer (Scirpophaga excerptalis Walker). Insidensi serangan (IS) masing-masing mencapai 8,6%, 1,26% dan 0,86%. Insidensi serangan hama tikus tergolong tinggi dengan standar ambang batas ekonomi yang ditentukan yaitu 0%. Insidensi serangan hama penggerek tebu termasuk kategori ringan yaitu di bawah ambang ekonomi 5%. Penyakit utama yaitu luka api/cambuk jelaga yang disebabkan jamur Ustilago scitaminea Sydow dengan insidensi serangan 1.53% dan termasuk kategori ringan. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu meliputi kultur teknis, fisik/mekanis, biologi dan kimia.