Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETANI DALAM PENGOLAHAN JERUK NIPIS MENJADI PRODUK MINUMAN KESEHATAN DAN SABUN Kartini Kartini; Alfian Hendra Krisnawan; Nikmatul Ikhrom Eka Jayani
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 11, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.864 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v11i1.547

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan petani jeruk nipis dalam pengolahan produk berbahan jeruk nipis, menjadi permasalahan ketika panen melimpah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu para petani jeruk nipis dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas serta nilai jual jeruk nipis melalui pembuatan modul, pelatihan pembuatan minuman kesehatan dan sabun cuci tangan berbahan dasar jeruk nipis serta pendampingan selama program pengabdian. Dari kegiatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penguasaan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah jeruk nipis dapat meningkatkan produktivitas petani. 
Pemantauan Efek Samping Obat Kombinasi Antidiabetes dan Fitofarmaka “X” Pada Pasien DM Tipe-2 di Komunitas Yulianto; Lisa Aditama; Kartini Kartini; Agung Pranoto
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v6i3.159

Abstract

Pedoman penatalaksanaan DM merekomendasikan kepatuhan keteraturan gaya hidup dan pengobatan utuk mencapai kontrol glikemik yang baik untuk meminimalkan resiko komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. Obat fitofarmaka “X” yang sedang berkembang sebagai penunjang terapi DM perlu adanya monitoring terkait keamanan terapi kombinasi obat. Penelitian ini menggunakan metode Prospective Cohort Study untuk menilai kausalitas pengaruh terapi kombinasi fitofarmaka “X” pada kejadian Adverse Drug Reactions (ADR)/ efek samping Obat (ESO) pada pasien DM tipe-2 di Rumah Diabetes UBAYA selama 1 bulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi obat antidiabetes konvensional + fitofarmaka “X” mengalami kejadian ESO berupa gejala hipoglikemik (pusing, gemetaran), mual, diare dan dan abdominal discomfort pada pre-post treatment. Efek samping obat yang muncul terkadang tidak dikenali dan dipahami oleh pasien. Untuk itu perlu manajemen yang baik dalam mengelola terapi obat antidiabetes konvensional maupun kombinasi dengan fitofarmaka “X” pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di komunitas