Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERKOTAAN MELALUI PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU TERINTEGRASI IPAL KOMUNAL Ingerid Lidia Moniaga; Fela Warouw
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 02 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.981 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i02.568

Abstract

Kelompok Karang Taruna Bahari, merupakan salah satu kelompok sosial masyarakat yang berada di Kelurahan Tumumpa Dua Kecamatan Tuminting Kota Manado. Melalui kelompok Karang Taruna ini maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan sebagai salah satu bentuk penyebaran informasi pengetahuan dan teknologi yang diarahkan pada penyuluhan dan pelatihan tentang praktek pengembangan ruang terbuka hijau terintegrasi sistem instalasi pengolahan air limbah komunal pada kawasan sempadan sungai Bailang Kota Manado. Target luaran yang ingin dicapai pada pembinaan dan pendampingan kelompok Karang Taruna Kelurahan Tumumpa Dua yaitu : (1)terciptanyan sumberdaya manusia yang peduli terhadap kualitas lingkungan permukiman melalui sarana sanitasi dan ruang publik, (2) terciptanya sistem integrasi IPAL Komunal dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan permukiman padat penduduk, (3) pengembangan ruang terbuka hijau di lingkungan permukiman dengan penanaman tanaman-tanaman dalam pot untuk menciptakan ruang estetika.
Kajian Daya Dukung Wisata (Carrying Capacity) Di Taman Wisata Alam Batu Angus Kota Bitung: -Daya dukung fisik (Phycical Carring Capacity/PCC) -Daya dukung rill (Real Carrying Capacity/RCC) -Daya dukung efektif (Effctive Carrying Capacity/ECC) Alamsyah Alam; Fela Warouw; Frits Ontang Poedjianto Siregar; Herman Teguh
MEDIA MATRASAIN Vol. 23 No. 1 (2026): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v23i1.64647

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Angus, Kota Bitung, sebagai dasar pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui observasi, survei, dan wawancara. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi literatur, peraturan perundang-undangan, data statistik, dan sumber relevan lainnya. Analisis daya dukung wisata dilakukan menggunakan formula Tourism Carrying Capacity (Cifuentes, 1992) untuk menentukan kapasitas maksimum pengunjung yang dapat diterima kawasan tanpa menimbulkan tekanan terhadap lingkungan maupun penurunan kualitas pengalaman wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung fisik (Physical Carrying Capacity/PCC) kawasan TWA Batu Angus sebesar 2.057 orang per hari, daya dukung riil (Real Carrying Capacity/RCC) sebesar 838 orang per hari, dan daya dukung efektif (Effective Carrying Capacity/ECC) sebesar 586 orang per hari. Rata-rata kunjungan harian wisatawan masih berada di bawah batas daya dukung efektif, namun pada bulan Mei tercatat 802 orang per hari dan pada bulan Juni 668 orang per hari tahun 2022, jumlah tersebut melampaui batas yang ditetapkan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan terhadap sumber daya lingkungan dan menurunkan kenyamanan pengunjung. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengaturan arus kunjungan, peningkatan fasilitas pendukung, serta pengawasan kapasitas kawasan agar aktivitas wisata di TWA Batu Angus dapat berlangsung secara berkelanjutan. Kata Kunci: TWA Batu Angus, Daya Dukung Wisata, Tourism Carrying Capacity, Pengelolaan Berkelanjutan ABSTRACT This study aims to analyze the tourism carrying capacity of Batu Angus Nature Tourism Park (TWA Batu Angus) in Bitung City as a basis for sustainable tourism management. The research employs both quantitative and qualitative methods, with primary data collected through observation, surveys, and interviews. Secondary data were obtained from literature reviews, regulations, statistical data, and other relevant sources. The analysis of tourism carrying capacity was conducted using the Tourism Carrying Capacity formula proposed by Cifuentes (1992) to determine the maximum number of visitors that can be accommodated without causing environmental degradation or reducing the quality of visitor experience. The results show that the Physical Carrying Capacity (PCC) of the Batu Angus Nature Tourism Park is 2,057 visitors per day, the Real Carrying Capacity (RCC) is 838 visitors per day, and the Effective Carrying Capacity (ECC) is 586 visitors per day. The average daily number of visitors remains below the effective carrying capacity limit; however, during May (802 visitors/day) and June (668 visitors/day) of 2022, visitor numbers exceeded this threshold. This condition potentially exerts pressure on environmental resources and decreases visitor comfort. Therefore, strategies for regulating visitor flow, improving supporting facilities, and monitoring the site’s capacity are required to ensure that tourism activities in TWA Batu Angus can be managed sustainably. Keywords: Batu Angus Nature Tourism Park, Tourism Carrying Capacity, Sustainable Management, Visitor Capacity