Mayang Wulandari
Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS AKUPUNKTUR SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DI ALHANIF THERAPY SIDRAP Sudirman Sudirman; Ikhwan Abdullah; Mayang Wulandari; Leny Candra Kurniawan
Kieraha Medical Journal Vol 8 No 1 (2026): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v8i1.11419

Abstract

Akupunktur adalah metode terapi yang telah dikenal lama dan sekarang dipelajari dalam konteks medis modern. Ia dilakukan dengan memasukkan jarum tipis ke titik-titik tertentu di tubuh untuk memengaruhi aliran energi dan fungsi fisiologis. Akupunktur disebut sebagai terapi yang aman dan telah memiliki standar lisensi dan kompetensi yang jelas. Salah satu penyakit yang dapat diterapi dengan akupunktur adalah hiperurisemia yang ditandai dengan peningkatan kadar asam lebih dari dari 7,0 mg/dl pada laki-laki dan lebih dari 6,0 mg/dl pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas akupunktur sebagai terapi komplementer terhadap penurunan kadar asam urat dan berkurangnya nyeri pada kasus hiperurisemia di Al-Hanif Therapy Kabupaten Sidrap.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental design, dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-test and post-test design. Partisipan pada penelitian ini adalah seorang laki-laki inisial SH, umur 49 tahun, dengan riwayat hiperurisemia selama 5 tahun. Kadar asam urat pada saat penelitian dimulai adalah 8,8 mg/dL disertai inflamasi pada bagian engkel. Penelitian ini berlangsung selama 23 hari dengan durasi terapi 6 kali. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebelum terapi dan tiap empat hari setelah terapi.Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan adanya penurunan kadar asar urat dari 8,8 mg/dL menjadi 7,8 mg/dL yang disertai dengan berkurangnya gejala penyerta seperti nyeri dan inflamasi pada engkel kaki. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi akupunktur efektif dalam menurunkan kadar asar urat pada pasien hiperurisemia di alhanif therapy Kabupaten Sidrap.
Asuhan Akupunktur pada Penderita Kecemasan di Rumah Sehat Alam Borneo Sangatta Deddy Eko Wahyudi; Mayang Wulandari; Ikhwan Abdullah; Leny Candra
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/-.v8i2.446

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang berdampak kompleks pada aspek fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan asuhan akupunktur pada penderita kecemasan di Rumah Sehat Alam Borneo Sangatta, propinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada seorang partisipan laki-laki berusia 51 tahun yang mengalami kecemasan berat dan insomnia. Berdasarkan pemeriksaan Traditional Chinese Medicine (TCM), partisipan didiagnosis mengalami sindrom Stagnasi Qi Hati disertai Defisiensi Qi Limpa. Intervensi dilakukan sebanyak enam sesi selama empat minggu pada Desember 2025 menggunakan titik utama Taichong (LR3), Neiguan (PC6), Shenmen (HT7), Zusanli (ST36), Sanyinjiao (SP6), dan Baihui (GV20). Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan baik secara subjektif maupun objektif. Keluhan cemas menurun, kualitas tidur membaik dari sulit tidur menjadi 5–6 jam per malam, serta keluhan penyerta seperti gangguan pencernaan dan kelelahan teratasi. Secara objektif, kondisi Shen menjadi segar, selaput lidah menipis, dan nadi menjadi stabil. Disimpulkan bahwa terapi akupunktur efektif dalam menangani gangguan kecemasan dengan prinsip menenangkan Shen, melancarkan aliran Qi, dan menguatkan Limpa.
Studi Kasus Penerapan Akupunktur pada Lansia Dengan Sembelit di Griya Akupunktur Buana Purwokerto Budi Suniarto; Chantika Mahadini; Mayang Wulandari; Leny Candra Kurniawan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25173

Abstract

ABSTRAK Sembelit merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh lansia dan cenderung bersifat kronis. Penurunan fungsi fisiologis saluran cerna, pola makan, aktivitas fisik, serta penggunaan obat-obatan jangka panjang menjadi faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya sembelit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi akupunktur pada lansia dengan keluhan sembelit di Griya Akupunktur Buana Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu orang lansia perempuan berusia 78 tahun. Terapi akupunktur diberikan selama dua bulan dengan frekuensi dua kali seminggu, total sebanyak 16 kali. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan akupunktur meliputi pengamatan, wawancara, pendengaran, penciuman, dan perabaan, serta dievaluasi secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan pada frekuensi buang air besar, penurunan kesulitan mengejan, dan berkurangnya rasa tidak tuntas setelah defekasi serta berkurangnya rasa tidak nyaman di bagian abdomen. Kesimpulan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa terapi akupunktur dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologis yang bermanfaat dalam membantu mengurangi keluhan sembelit pada lansia. Kata Kunci: Akupuntur, Lansia, Sembelit.  ABSTRACT Constipation is a common complaint among older adults and tends to be chronic. A decline in gastrointestinal physiological function, dietary patterns, physical activity, and long-term medication use are contributing factors to constipation in the elderly. This study aimed to describe the application of acupuncture care in an elderly patient with constipation at Griya Akupunktur Buana Purwokerto. This research employed a qualitative approach using a case study design involving a 78-year-old female elderly patient. Acupuncture therapy was administered for two months with a frequency of twice a week, totaling 16 sessions. Data were collected through acupuncture examinations, including observation, interview, hearing, smelling, and palpation, and were evaluated periodically. The results showed improvements in bowel movement frequency, reduced straining during defecation, decreased sensation of incomplete evacuation, and reduced abdominal discomfort. In conclusion, this case study indicates that acupuncture therapy may serve as a beneficial non-pharmacological alternative in helping to alleviate constipation complaints in elderly patients. Keywords: Acupuncture, Elderly, Constipation.