Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KENTAL DAUN KANYERE (BRIDELIA MONOICA (L). MERR) SEBAGAI ANTIINFLAMASI DALAM SEDIAAN GEL LUKA BAKAR Rinawati Rinawati; Irsa Tirta; Budiarti Budiarti; Dirga Aulia Eka Putri; Ika Kurniaty
Jurnal Teknologi Vol 14, No 1 (2022): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.14.1.79-90

Abstract

Kanyere (Bridelia Monoica Merr) leaf can be used as burn medicine because they contain anti-inflammatory compounds: flavonoids, phenols, alkaloids, and tannins. Maceration is used as an extraction method to obtain kanyere leaf extract. The purpose of this study is to determine and analyze the most optimum concentration of kanyere leaf extract in curing test animals by applying kanyere leaf as a burn gel medicine with variations in the concentration of kanyere leaf extract. The method used is an in-vivo anti-inflammatory test method on 25 white rats (Rattus Novergicus) Wistar strain. Each rat was divided into 5 groups for concentration variation and positive control. Mice were coded K1, K2, K3, K4, and K5. Group K1 was smeared with gel base with 0% concentration, K2 (positive control) was smeared with brand X burn medication, while groups K3, K4, and K5 were smeared with gel base with concentrations of 2%, 4%, and 8%. The smearing of all treatment groups was carried out evenly once every morning as much as 0.1 gram for one application and then observed and measured the area of wound closure for 14 days, then the data were processed statistically. From the results of the study, was found that the percentage reduction in the area of K1 -30.38%; K2 43.21%;  K3 12.38%; K4 18.87% and K5 27.21%. The effect of Gel 8% Extract concentration on inflammation is quite significant, marked by a decrease in a burn area, but physiologically comparable to positive control although the percentage is not close enough. Meanwhile, for Gel with 2% and 4% extract,  the effect on inflammation was not maximal.
PROSES DELIGNIFIKASI MENGGUNAKAN NAOH DAN AMONIA (NH3) PADA TEMPURUNG KELAPA Ika Kurniaty; Ummul Habibah Hasyim; Devi Yustiana; Isnaini Fajriah M
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 4 DESEMBER 2017
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.426 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i4.2546

Abstract

Kelapa adalah tanaman yang bernilai ekonomis tinggi, salah satu bagian dari kelapa dapat diolah menjadi bahan baku alternatif adalah tempurung kelapa. Tempurung kelapa dianggap sebagai limbah yang mengandung lignoselulosa, kini dimanfaatkan untuk bahan baku industri pembuatan arang aktif atau karbon aktif, sampai bioetanol. Delignifikasi merupakan tahap awal atau proses pretreatment untuk memutuskan ikatan lignin pada selulosa dalam tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi optimum NaOH yang menghasilkan kadar selulosa tertinggi pada proses pretreatment, mengetahui persentase kadar lignin, selulosa dan hemiselulosa sesudah pretreatment menggunakan NaOH dan NH3. Metode yang digunakan adalah proses delignifikasi dengan NaOH dan dilanjutkan menggunakan larutan NH3, kemudian dianalisis menggunakan metode Chesson untuk menghitung kadar lignin, selulosa dan hemiselulosa. Berdasarkan hasil data penelitian di dalam tempurung kelapa mengandung senyawa lignin, selulosa dan hemiselulosa yang diketahui melalui metode Chesson. Kandungan hemiselulosa optimum dihasilkan sebanyak 11% setelah melalui 2 tahap perlakuan adalah pada konsentrasi NaOH sebanyak 7% dan dengan larutan NH3 15%. Persentase kandungan selulosa optimum sebanyak 81% dengan penambahan konsentrasi NaOH 9%. Kandungan lignin sebesar 8% dapat terdegradasi akibat proses delignifikasi dengan pretreatment menggunakan NaOH sebanyak (5 dan 11)% dan NH3 15%.
PENGARUH WAKTU MASERASI TERHADAP RENDEMEN ZAT ANTOSIANIN PEWARNA ALAMI MINUMAN JELLY DARI TERONG UNGU Alisha Amanda; Ika Kurniaty
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak terong ungu (Solanummenongela L) berpotensial sebagai salah satu sumber antosianin yang dapat berfungsi sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pewarna alami dari terong ungu dan mendapatkan waktu maserasi terbaik pada terong ungu. Penelitian dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi (yaitu penyaringan sederhana yang dilakukan dengan perendaman terong ungu dalam asam sitrat 10% dan air pada temperatur kamar dan terlindung dari sinar matahari) dengan menggunakan variabel waktu maserasi (1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, dan 5 hari). Terong ungu yang telah dihaluskan, diekstrak dan dipekatkan dengan rotary vaccum evaporator dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UV- Vis. Hasil ekstraksi antosianin pada terong ungu (Solanummenongela L) di bandingkan dengan pembanding billberry ekstrak dimana dalam standar tersebut telah diketahui pasti kandungan antosianin. Hasil rendemen yang terbaik didapat pada waktu  maserasi  hari ke 5 sebesar  23,79% dengan persamaan berikut y = -0,0137x2 + 0,6086x + 20,007 dengan R2 = 0,2127. Hasil kadar antosianin terbaik yang didapat pada waktu  maserasi  hari ke 3 sebesar 5,47 mg/L dengan persamaan y= -0,4093x2 + 2,4668x + 0,4507 dengan R2 = 0,4075. Kemudian ekstrak terong ungu ditambahkan ke dalam minuman jelly.
ISOLASI PROTEIN BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA) MENGGUNAKAN PROSES HIDROLISIS Ika Kurniaty; Yul Febriyanti; Risky Septian
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji kelor dapat dimanfaatkan sebagai minyak nabati, koagulan untuk penjernihan air dan bahan pangan. Kandungan protein biji kelor lebih besar dari bagian daun atau bunga yaitu sebesar 32,19 gr. Isolasi protein biji kelor dapat dilakukan melalui proses hidrolisis dengan penambahan larutan alkali, sehingga menyebabkan ikatan peptide pada protein dapat terhidrolisis. Tujuan artikel ini adalah menentukan dan menganalisa persentase terbaik pada kandungan protein biji kelor dengan variasi konsentrasi larutan NaOH dan variasi waktu saat proses hidrolisis. Metode yang digunakan adalah proses hidrolisis menggunakan alkali yaitu larutan NaOH (Sodium Hidrioksida) dengan konsentrasi (1, 3, 5, 7, 9) % dan variasi waktu proses hidrolisis sebesar (30, 50, 70, 90, 110) menit pada suhu 60oC. Kadar protein dalam ekstrak biji kelor dianalisa menggunakan uji biuret dan metode bradford. Hasil analisa menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi sebesar 0.2 % dengan jumlah rendemen 8.3% melalui proses hidrolisis dengan larutan NaOH 3%. Sedangkan 0.42% kadar protein tertinggi dihasilkan berdasarkan waktu proses hidrolisis selama 90 menit dengan rendemen sebesar 8.15%
POTENSI PEMANFAATAN LPG (LIQUEFIED PETROLEUM GAS) SEBAGAI BAHAN BAKAR BAGI PENGGUNA KENDARAAN BERMOTOR Ika Kurniaty; Heri Hermansyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana transportasi di Indonesia semakin meningkat, hal ini memicu bertambahnya penggunaan bahan bakar minyak dan gas. Indonesia memiliki sumber daya gas yang dapat diolah dan dioptimalkan untuk bahan     bakar   kendaraan   bermotor,    salah   satunya   adalah  LPG    (Liquefied    Petroleum     Gas).  LPG diharapkan  dapat   digunakan   sebagai  alternatif  pengganti   bahan   bakar   minyak.  Di   Indonesia,  LPG khusus   untuk   kendaraan   bermotor   disebut   sebagai   LGV   (Liquified   Gas   For   Vehicle).  Penelitian   ini bertujuan     agar  pengguna    kendaraan     bermotor   dapat   mengetahui     manfaat   dan   penghematan  jika menggunakan bahan bakar LGV  dari pada menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Metode yang digunakan  dalam   penelitian  ini   adalah   studi   pustaka,   mengumpulkan  data – data  yang  berhubungan dengan LGV untuk kendaraan bermotor seperti teori dan perkembangan LPG khusus untuk kendaraan bermotor,  harga   bahan   bakar    (harga   LGV,     premium,    pertalite,  pertamax,  solar),  kemudian     tahap berikutnya   adalah  mengolah  data  dan  menganalisanya.  Data – data  tersebut   diperoleh  dari   berbagai  sumber referensi buku dan jurnal serta hasil survei ke stasiun bahan bakar minyak dan gas (SPBU dan  SPB    LGV).   Hasil   dari  penelitian   ini  adalah  pengguna    bahan    bakar  premium    akan    memperoleh penghematan sebesar Rp. 1.450 per liter, pengguna pertalite akan memperoleh penghematan sampai Rp.1.800 per liter  dan Rp 2.300 per liter  untuk pengguna pertamax jika beralih menggunakan LGV  sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Biaya untuk peralatan konversi sebesar Rp.15.000.000 yang dikeluarkan pengguna premium untuk beralih ke LGV akan memperoleh pengembalian modal selama  3.12 tahun. Pengguna pertalite menempuh 2.51 tahun dan 1.92 tahun bagi pengguna pertamax untuk mendapatkan  pengembalian   modal.         LGV   berpotensi   sebagai   bahan   bakar   yang   ramah   lingkungan bebas sulfur dan timbal, mempunyai emisi gas buang yang rendah, dan dari segi penghematan, LGV mempunyai harga yang ekonomis bagi pengguna kendaraan bermotor. Kata kunci : LPG, LGV, Konversi, kendaraan bermotor
Pemanfaatan Limbah Batang Pisang Sebagai Bioadsorbent Dalam Pengolahan Minyak Mentah (CPO ) Untuk Menurunkan Free Fatty Acid (FFA) Dengan Variabel Massa Bioadsorbent Mutiah Hermanti; Husnul Mahmudah; Ummul Habibah Hasyim; Ika Kurniaty
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil, CPO) merupakan bahan baku utama pembuatan minyak goreng. Proses pembuatan minyak goreng tersebut melibatkan adsorbent dalam pengolahannya sebagai pengotor, pengikat,pemucat warna serta dapat menurunkan konsentrasi asam lemak bebas. Dalam proses pemurnian CPO Bioadsorbent yang banyak digunakan adalah bleaching earth. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bioadsorbent dengan memanfaatkan batang pisang sebagai bahan utama. Batang pisang dipilih sebagai sumber bahan bioadsorbent berdasarkan akan kandungan selulosa yang banyak pada batang pisang yang diharapkan dapat untuk terjadinya proses adsorpsi. Bioadsorbent dibuat dengan perlakukan awal yaitu dengan aktivasi batang pisang terhadap NaOH dengan konsentrasi 0,4N. Bioadsorbent batang pisang sesudah diaktivasi selanjutnya dikeringkan dan digunakan untuk menurunkan kadar asam lemak bebas terhadap CPO. Hasil kadar FFA (Free Fatty Acid) pada CPO yang sudah diaktivasi dihitung, kemudian ditentukan pola isotermalnya menggunakan persamaan Langmuir dan Freundlich. Hasil yang diperoleh atas penelitian ini didapatkan massa bioadsorbent optimum yaitu 8 g dengan presentase kadar FFA yang terserap adalah 9,142% dengan R² = 0,9784. Proses penurunan konsentrasi atau kadar FFA dibuat dengan menggunakan persamaan Freundlich dengan R2 ± 0,9.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) SEBAGAI ZAT TAMBAH PEMBUATAN SABUN CAIR Fatma Sari; Ika Kurniaty; Susanty Susanty
JURNAL KONVERSI Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.10.1.7

Abstract

.Antioksidan merupakan senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan  karena sifatnya yang dapat memperlambat proses oksidasi lipid. Ekstrak daun jambu biji mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan yang digunakan untuk melindungi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun jambu biji terhadap sifat antioksidan sabun cair. Ekstrak daun jambi biji didapatkan dengan metode ektraksi ultrasonik dengan menvariasikan waktu ekstraksi (5 menit, 10 menit, 15 menit,20 Menit, 25 Menit) dengan menggunakan pelarut etanol dengan rasio pelarut 1:10. Hasil kadar flavonoid terbaik didapat pada waktu 15 menit sebesar 5,27 μg/ml.Hasil ekstraksi dengan flavonoid terbaik ditambahkan ke dalam Sabun cair dengan konsentrasi 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,5%. Kemudian dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Dari hasil penelitian didapatkan zat antioksidan dengan % inhibisi terbaik pada konsentrasi 0,1% yaitu 87,66% didapatkan persamaan regresi linier y = -53,721X + 95,789 .Perolehan IC50 sebesar 1,17 µg/mL dan dapat menghambat 50% radikal bebas. Kata kunci:  Daun jambu biji, Flavonoid,Antioksidan Sabun cair
EVALUASI ASPEK FINANSIAL PENGHEMATAN BAHAN BAKAR BENSIN MENJADI CNG (COMPRESSED NATURAL GAS) UNTUK MOBIL PRIBADI Ika Kurniaty
JURNAL KONVERSI Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.6.1.43-50

Abstract

Jumlah kendaraan bermotor sebagai sarana transportasi yang meningkat mempunyai pengaruh buruk terhadap kualitas udara dan penyebab terjadinya pencemaran. Pemakaian bahan bakar yang digunakan kendaraan saat ini masih tergantung dengan bahan bakar minyak, sedangkan cadangan minyak yang di eksplorasi di Indonesia semakin tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan harus mengimport. Bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar primer sangat diperlukan seperti penggunaan bahan bakar gas layaknya CNG (Compressed Natural Gas) untuk kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tempuh bahan bakar CNG, penghematan biaya, dan pengembalian modal pengguna mobil pribadi yang beralih ke CNG. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, pengumpulan data seperti teori tentang CNG, konverter kit, harga bahan bakar (pertalite, pertamax, CNG), jarak tempuh kendaraan berbahan bakar minyak, nilai kalor BBM dan CNG, kemudian menganalisa data-data tersebut. Hasil penelitian ini adalah konsumsi 1 liter bahan bakar minyak (pertalite, pertamax ) dapat menempuh jarak 12 km, jika menggunakan bahan bakar CNG 1 lsp (liter setara premium) akan menempuh jarak 13.5 km. Pengguna mobil pribadi yang menggunakan CNG sebagai bahan bakar akan memperoleh biaya penghematan sebesar Rp 20.688 per hari jika beralih dari pertalite, sehingga dalam waktu 1 tahun mencapai Rp 7 juta dan memperoleh pengembalian modal setelah 4.5 tahun. Jika beralih dari bahan bakar pertamax, biaya penghematan sebesar Rp 23.250 per hari, dalam waktu 1 tahun dihasilkan biaya penghematan sebesar Rp 8 juta dengan pengembalian modal hingga 4 tahun.  Kata kunci : CNG, Konversi, Mobil Pribadi, Pertalite, Pertamax
REVIEW: PEMANFAATAN BIJI NYAMPLUNG (Calophyllym Inophyllum) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL BERDASARKAN PROSES PRODUKSI DAN PENAMBAHAN KATALIS Ika Kurniaty; Ilham Adi Pratama; Ummul Habibah Hasyim; Gema Fitriyano
JURNAL KONVERSI Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.10.1.12

Abstract

Kebutuhan energi dunia semakin meningkat beriringan dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi. Energi fosil merupakan energi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dunia dan ketersediaannya akan habis di masa mendatang. Penggunaan biodiesel menjadi solusi akan energi yang terbarukan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode produksi dan katalis yang paling efektif dalam pemanfaatan biji nyamplung menjadi biodiesel dengan ide pokok yaitu proses produksi dan penggunaan katalis. Penelitian ini merupakan literature review yang dimulai dengan pengumpulan artikel, pengelompokkan data, analisa dan membuat ringkasan. Hasil penelitian ini menunjukkan metode supercritical methanol menjadi metode produksi paling efektif dengan perolehan yield sebesar 90,4% dalam 10 menit reaksi dan katalis CaO berbahan dasar tulang sapi menunjukkan karakteristik yang sangat mendekati CaO murni yang dapat menghasilkan yiled sebesar 86,02% sehingga dapat menekan biaya produksi. Kata kunci: biodiesel, biji nyamplung, katalis, literature review, metode produksi
Hydrolytic Process of Proteins in Moringa oleifera Seeds in Varied Concentrations of Sodium Hydroxide and Hydrochloric Acid Ika Kurniaty; Ratri Ariatmi Nugrahani; Fatma Sari; Wenny Diah Rusanti; Haryadi Wibowo
ASEAN Journal of Chemical Engineering Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.3 KB) | DOI: 10.22146/ajche.50383

Abstract

Indonesia is endowed with an immense biodiversity that can be used as protein sources. One of these is Moringa oleifera tree that is locally known as Kelor. The seeds of this plant can be used as a protein source, an effective coagulant for water purification, a natural absorbent, and an antimicrobial treatment. Kelor seeds are known to contain fibers, proteins, carbohydrates, and vitamins. The objectives of this study were to identify the optimal solution concentration, determine the yield percentage, and determine the optimal protein content from hydrolytic processes of Moringa seed extraction using Sodium Hydroxide (NaOH) and Hydrochloric Acid (HCl). The hydrolysis took place for 30 minutes at 60oC. The proteins extracted from Moringa seeds were identified with biuret and Braford tests. The NaOH extractions resulted in the highest yield of 12.1% and protein content of 0.43% with 2% NaOH. Whereas those of HCl produced the highest yield of 11.1% and protein content of 9.63% with 1% HCl.