Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

PENGARUH WAKTU MASERASI TERHADAP RENDEMEN ZAT ANTOSIANIN PEWARNA ALAMI MINUMAN JELLY DARI TERONG UNGU Alisha Amanda; Ika Kurniaty
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak terong ungu (Solanummenongela L) berpotensial sebagai salah satu sumber antosianin yang dapat berfungsi sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pewarna alami dari terong ungu dan mendapatkan waktu maserasi terbaik pada terong ungu. Penelitian dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi (yaitu penyaringan sederhana yang dilakukan dengan perendaman terong ungu dalam asam sitrat 10% dan air pada temperatur kamar dan terlindung dari sinar matahari) dengan menggunakan variabel waktu maserasi (1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, dan 5 hari). Terong ungu yang telah dihaluskan, diekstrak dan dipekatkan dengan rotary vaccum evaporator dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UV- Vis. Hasil ekstraksi antosianin pada terong ungu (Solanummenongela L) di bandingkan dengan pembanding billberry ekstrak dimana dalam standar tersebut telah diketahui pasti kandungan antosianin. Hasil rendemen yang terbaik didapat pada waktu  maserasi  hari ke 5 sebesar  23,79% dengan persamaan berikut y = -0,0137x2 + 0,6086x + 20,007 dengan R2 = 0,2127. Hasil kadar antosianin terbaik yang didapat pada waktu  maserasi  hari ke 3 sebesar 5,47 mg/L dengan persamaan y= -0,4093x2 + 2,4668x + 0,4507 dengan R2 = 0,4075. Kemudian ekstrak terong ungu ditambahkan ke dalam minuman jelly.
ISOLASI PROTEIN BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA) MENGGUNAKAN PROSES HIDROLISIS Ika Kurniaty; Yul Febriyanti; Risky Septian
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji kelor dapat dimanfaatkan sebagai minyak nabati, koagulan untuk penjernihan air dan bahan pangan. Kandungan protein biji kelor lebih besar dari bagian daun atau bunga yaitu sebesar 32,19 gr. Isolasi protein biji kelor dapat dilakukan melalui proses hidrolisis dengan penambahan larutan alkali, sehingga menyebabkan ikatan peptide pada protein dapat terhidrolisis. Tujuan artikel ini adalah menentukan dan menganalisa persentase terbaik pada kandungan protein biji kelor dengan variasi konsentrasi larutan NaOH dan variasi waktu saat proses hidrolisis. Metode yang digunakan adalah proses hidrolisis menggunakan alkali yaitu larutan NaOH (Sodium Hidrioksida) dengan konsentrasi (1, 3, 5, 7, 9) % dan variasi waktu proses hidrolisis sebesar (30, 50, 70, 90, 110) menit pada suhu 60oC. Kadar protein dalam ekstrak biji kelor dianalisa menggunakan uji biuret dan metode bradford. Hasil analisa menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi sebesar 0.2 % dengan jumlah rendemen 8.3% melalui proses hidrolisis dengan larutan NaOH 3%. Sedangkan 0.42% kadar protein tertinggi dihasilkan berdasarkan waktu proses hidrolisis selama 90 menit dengan rendemen sebesar 8.15%
POTENSI PEMANFAATAN LPG (LIQUEFIED PETROLEUM GAS) SEBAGAI BAHAN BAKAR BAGI PENGGUNA KENDARAAN BERMOTOR Ika Kurniaty; Heri Hermansyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana transportasi di Indonesia semakin meningkat, hal ini memicu bertambahnya penggunaan bahan bakar minyak dan gas. Indonesia memiliki sumber daya gas yang dapat diolah dan dioptimalkan untuk bahan     bakar   kendaraan   bermotor,    salah   satunya   adalah  LPG    (Liquefied    Petroleum     Gas).  LPG diharapkan  dapat   digunakan   sebagai  alternatif  pengganti   bahan   bakar   minyak.  Di   Indonesia,  LPG khusus   untuk   kendaraan   bermotor   disebut   sebagai   LGV   (Liquified   Gas   For   Vehicle).  Penelitian   ini bertujuan     agar  pengguna    kendaraan     bermotor   dapat   mengetahui     manfaat   dan   penghematan  jika menggunakan bahan bakar LGV  dari pada menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Metode yang digunakan  dalam   penelitian  ini   adalah   studi   pustaka,   mengumpulkan  data – data  yang  berhubungan dengan LGV untuk kendaraan bermotor seperti teori dan perkembangan LPG khusus untuk kendaraan bermotor,  harga   bahan   bakar    (harga   LGV,     premium,    pertalite,  pertamax,  solar),  kemudian     tahap berikutnya   adalah  mengolah  data  dan  menganalisanya.  Data – data  tersebut   diperoleh  dari   berbagai  sumber referensi buku dan jurnal serta hasil survei ke stasiun bahan bakar minyak dan gas (SPBU dan  SPB    LGV).   Hasil   dari  penelitian   ini  adalah  pengguna    bahan    bakar  premium    akan    memperoleh penghematan sebesar Rp. 1.450 per liter, pengguna pertalite akan memperoleh penghematan sampai Rp.1.800 per liter  dan Rp 2.300 per liter  untuk pengguna pertamax jika beralih menggunakan LGV  sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Biaya untuk peralatan konversi sebesar Rp.15.000.000 yang dikeluarkan pengguna premium untuk beralih ke LGV akan memperoleh pengembalian modal selama  3.12 tahun. Pengguna pertalite menempuh 2.51 tahun dan 1.92 tahun bagi pengguna pertamax untuk mendapatkan  pengembalian   modal.         LGV   berpotensi   sebagai   bahan   bakar   yang   ramah   lingkungan bebas sulfur dan timbal, mempunyai emisi gas buang yang rendah, dan dari segi penghematan, LGV mempunyai harga yang ekonomis bagi pengguna kendaraan bermotor. Kata kunci : LPG, LGV, Konversi, kendaraan bermotor
Pemanfaatan Limbah Batang Pisang Sebagai Bioadsorbent Dalam Pengolahan Minyak Mentah (CPO ) Untuk Menurunkan Free Fatty Acid (FFA) Dengan Variabel Massa Bioadsorbent Mutiah Hermanti; Husnul Mahmudah; Ummul Habibah Hasyim; Ika Kurniaty
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil, CPO) merupakan bahan baku utama pembuatan minyak goreng. Proses pembuatan minyak goreng tersebut melibatkan adsorbent dalam pengolahannya sebagai pengotor, pengikat,pemucat warna serta dapat menurunkan konsentrasi asam lemak bebas. Dalam proses pemurnian CPO Bioadsorbent yang banyak digunakan adalah bleaching earth. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bioadsorbent dengan memanfaatkan batang pisang sebagai bahan utama. Batang pisang dipilih sebagai sumber bahan bioadsorbent berdasarkan akan kandungan selulosa yang banyak pada batang pisang yang diharapkan dapat untuk terjadinya proses adsorpsi. Bioadsorbent dibuat dengan perlakukan awal yaitu dengan aktivasi batang pisang terhadap NaOH dengan konsentrasi 0,4N. Bioadsorbent batang pisang sesudah diaktivasi selanjutnya dikeringkan dan digunakan untuk menurunkan kadar asam lemak bebas terhadap CPO. Hasil kadar FFA (Free Fatty Acid) pada CPO yang sudah diaktivasi dihitung, kemudian ditentukan pola isotermalnya menggunakan persamaan Langmuir dan Freundlich. Hasil yang diperoleh atas penelitian ini didapatkan massa bioadsorbent optimum yaitu 8 g dengan presentase kadar FFA yang terserap adalah 9,142% dengan R² = 0,9784. Proses penurunan konsentrasi atau kadar FFA dibuat dengan menggunakan persamaan Freundlich dengan R2 ± 0,9.