husnul hidayat
Department Architecture, Faculty Of Engineering, Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bentuk Ruang Terbuka pada Permukiman Tepian Sungai Musi, Palembang Maya Fitri Oktarini; Husnul Hidayat; Klarissa Susanto; Afzal Abilais
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 1 No 2 (2022): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.114 KB) | DOI: 10.55300/archvisual.v2i1.971

Abstract

Ruang terbuka publik merupakan fasilitas hunian yang penting untuk menciptakan ruang hidup yang sehat bagi penduduk kota. Fasilitas yang berperan besar dalam mewadahi aktivitas kehidupan masyarakat di permukiman perkotaan. Pada permukiman tepi sungai, kawasan bantaran sungai memiliki potensi lahan yang cukup besar untuk dibangun ruang terbuka publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, sebaran, dan ukuran ruang terbuka pada permukiman di sepanjang bantaran Sungai Musi Palembang. Kajian ini juga mengamati fungsi ruang terbuka dalam mewadahi aktivitas warga. Penelitian menggunakan metode rasionalistik, melalui observasi lapangan berupa pengamatan terhadap setting fisik dan aspek fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang terbuka untuk interaksi dan aktivitas publik tersebar merata di berbagai lokasi dengan bentuk dan ukuran yang beragam, namun tidak didukung oleh fasilitas pendukung. Sementara itu, masyarakat menciptakan ruang terbuka alternatif untuk mewadahi berbagai aktivitasnya sebagai solusi dari kurangnya ruang publik. Tanpa pembukaan lahan baru, revitalisasi infrastruktur permukiman dapat difokuskan untuk memperbaiki kualitas ruang terbuka informal melalui penyediaan area duduk dengan bangku, penerangan, naungan, pohon, dan tempat penjualan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keindahan dari ruang terbuka publik.
Identifikasi Konfigurasi Geometri Bangunan Tahan Gempa Livian Teddy; Johannes Adiyanto; Husnul Hidayat
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 6 No 2 (2021): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2021 ~ Agustus 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v6i2.839

Abstract

Indonesia is an earthquake-prone area because it is located at the world's most active tectonic plates and hundreds of local faults. Obviously, there have been many earthquake victims caused by collapsed buildings, hence the need for earthquake-resistant construction. However, there is not much guidance for architects to design earthquake-resistant buildings. This research proposes guidance for architects on how to design building forms relatively able to resist earthquakes. The simulation experiment method involving 32 building models in various forms was employed. The experimental results were then analyzed with modal analysis in ETABS and SVA for architectural design. Based on the analysis report, some guidelines were proposed: 1). Avoid buildings that are too slender, use the slenderness ratio H/D ? 2, 2). Avoid soft stories where the ratio of the top column height (h) to the bottom column height (h1) ? 0.8, 3). Use symmetrical shapes with 1 or 2 axes and avoid shapes with random compositions, 4). Use the additive and subtractive mass transformation ? 15%, 5).Strengthen the structural elements, install shear walls, or use dilatation to minimize potential torsional irregularities and non-parallel system irregularities of L, T, U, +, and Z forms6). Avoid using non-axial asymmetrical forms.