Ana Damayanti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Perusahaan Dan Kepemilikan Mayoritas Sebagai Anteseden Kinerja Finansial Perusahaan Di Sektor Tekstil Adinda Nilawati; Ana Damayanti; Sharontamiwisa Adel Mangkay; Agus Munandar
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v4i3.3174

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi perusahaan dan kepemilikan mayoritas sebagai anteseden kinerja finansial perusahaan sektor tekstil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan uji deksriptif dan regresi dari data laporan tahunan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, NPM, ROE. Selain itu, kepemilikan mayoritas juga memiliki pengaruh negatif terhadap ROA, NPM, dan ROE. Hal ini dikarenakan strategi perusahaan hanya diukur berdasarkan tingkat penekanan oleh manajemen bukan kinerjanya. Begitupula, pengaruh negatif kepemilikan mayoritas atas variabel dependen dimungkinkan karena faktor keagenan tipe 2 dan entrechment. Kata kunci: Kepemilikan saham mayoritas, strategi perusahaan, kinerja finansial, sektor tekstil.
IPSWICH TOUCH TEST SEBAGAI METODE SEDERHANA DALAM MENDETEKSI DIABETIC POLYNEUROPATHY (DPN) : LITERATURE REVIEW Paridah Paridah; Ana Damayanti; Indrawati Indrawati; Grace A Merentek; Sofyawati Yunus
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1065

Abstract

ABSTRAK Penderita Diabetes Melitus (DM) memiliki potensi untuk menyebabkan banyak komplikasi baik yang dikelola dengan baik atau tidak dan banyak dari mereka tidak menyadari hal tersebut. Gangguan sensasi pada ekstermitas bawah, merupakan gejala awal komplikasi DM yang akan menjadi cikal bakal terjadinya Diabetic Foot Ulcer (DFU). Studi literature ini bertujuan untuk menampilkan hasil dari beberapa penelitian yang menggunakan IpTT dalam penelitian terhadap deteksi neuropati pada pasien DM. Metodologi yang digunakan untuk tinjauan ini adalah hasil telaah dari beberapa penelitian tentang ”Ipswich Touch Test” yang dipublikasi pada tiga data base. Kami mengkategorikan studi berdasarkan tipe DM, metode penelitian yang dilakukan adalah ah Randomize Controlled Trial dengan systematic review. Kami membandingkan kesimpulan penelitian berdasarakan tingkat sensibilitas klien diabetes pada daerah perifer/DPN dengan IpTT. Temuan kami menunjukkan bahwa IpTT merupakan salah satu metode yang reliabel, valid mudah, murah dan tidak menimbulkan bahaya serta dapat diajarkan kepada pasien dan keluarga dalam mendeteksi risiko Diabetic foot ulcer (DFU) pada penderita diabetes. IpTT juga memiliki nilai prediktif negatif yang tinggi dan keakuratan yang sangat baik bila dibandingkan dengan metode skrining standar mendukung perannya sebagai alat skrining untuk mendeteksi risiko DFU pada pasien diabetes. Kesimpulannya adalah IpTT merupakan salah satu metode untuk menilai tingkat sensibilitas pasien DM yang cukup sensitif, efektif, spesifik, mudah dilakukan tidak memerlukan biaya maupun alat serta tidak menimbulkan bahaya baik bagi pasien maupun pemeriksa dan dapat dilakukan oleh siapapun. Kata kunci: Ipswich Touch Test, neuropati, sensibilitas ABSTRACT People with diabetes mellitus (DM) have the potential to cause many complications no matter how well-managed and most of them are unaware. Impaired sensation in the lower extremity, is an early warning of DM complications that will become a Diabetic Foot Ulcer (DFU). The aim of this study is to present the results from several studies using IPTT in research neuropathy of DM patients detection. The methodology used for this review is the result of several studies on the "Ipswich Touch Test" published on three data bases. We categorize studies based on type of DM, the research method is Randomize Controlled Trial with a systematic review. We compared the study conclusions based on the level of diabetes client sensibility in the peripheral area/DPN with IpTT. Our finding show that IpTT is a reliable, easy, inexpensive and harmless method and it can be taught to the patients and families in detecting the risk of diabetic foot ulcer (DFU). IpTT also has a high negative predictive value and excellent accuracy when it compared to standard screening methods for supporting role as screening tool to detect the risk of DFU in diabetic patients. The conclusion is the IpTT as a method for assessing the level of DM patient sensibility is quite sensitive, effective, specific, easy to do, cost-free, without tools and harmless to both patients and examiners and it can be done simply by almost anyone. Kata Kunci: Ipswich Touch Test, neuropathy, sensibility
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI USIA 9-18 BULAN DI PUSKESMAS KARANG REJO: The Relationship Between Maternal Knowledge And Compliance With The Completeness Of Basic Immunization In Infants Aged 9-18 Months Harpiyanti; Ana Damayanti; Nurman Hidaya; Donny Tri Wahyudi
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeksnik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2264

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi dasar merupakan langkah penting dalam mencegah penyakit berbahaya pada bayi. Namun, lebih dari 1,8 juta anak Indonesia tidak mendapat imunisasi rutin lengkap selama 6 tahun terakhir, dari 2018 sampai 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-18 bulan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain retrospektif. Penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 215. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 19-59 tahun (100%), berpendidikan SMA (50,2%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (67,9%). Sebanyak 94,4% ibu memiliki pengetahuan baik tentang imunisasi, 90,2% patuh terhadap jadwal imunisasi, dan 92,1% bayi menerima imunisasi dasar lengkap. Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar dan ada hubungan antara kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar. Upaya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan ibu dapat dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dan pemanfaatan media informasi untuk meningkatkan kesadaran ibu terhadap pentingnya imunisasi dasar.