Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EKSTRAK UBI JALAR UNGU (IPOMEA L BATATAS ) SEBAGAI SOLUSI PEWARNA ALAMIAH PLAK GIGI Vega Roosa Fione; Jeanne d’arc Zavera Adam
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1197

Abstract

Pendahuluan : Plak tidak dapat dilihat dengan mata karena warnanya transparan. Cara melihat plak digunakan zat pewarna (merah/ungu) yang berupa cairan disebut disclosing solution. Tetapi dalam aplikasinya, disclosing solution mempunyai kekurangan yaitu mengandung bahan kimia. Alternatif pewarna alami yaitu atosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan ekstrak ubi jalar ungu sebagai pewarna alami dalam pewarnaan plak gigi. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi eksperimen dengan rancangan design penelitian posttest with control group design. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – November 2020. Jumlah sampel sebanyak 30 responden (dibagi menjadi 3 kelompok) dengan tehnik pengambilan sampel yaitu simple random sample dengan kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada laboratorium farmasi dan laboratorium promotif preventif Poltekkes Manado. Data diambil dengan cara memeriksa Plak Indeks PHP (Patient Hygeine Performace Index) Data dicatat pada format pemeriksaan. Data yang diperoleh di uji statistik dengan uji One Way Annova. Hasil : Nilai rata-rata indeks PHP pada kelompok I, II dan III, didapat nilai tertinggi pada kelompok III (kelompok kontrol) dan Uji One way Anova didapat nilai signifikan 0.023 < 0.005, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan nilai indeks PHP yang signifikan,dimana kelompok kontrol masih lebih efektif dalam pewarnaan plak gigi. Introduction: Plaque cannot be seen with the eye because it is transparent. The way to see plaque is used a dye (red / purple) in the form of a liquid called a disclosing solution. But in its application, disclosing solutions have a drawback, namely that they contain chemicals. Alternative natural dyes are anthocyanins found in purple sweet potato. This study aims to determine the effectiveness of purple sweet potato extract as a natural dye in staining dental plaque. Methods: This study was conducted with a quasi-experimental design with a posttest research design with control group design. The study was conducted in March - November 2020. The total sample was 30 respondents (divided into 3 groups) with the sampling technique, namely simple random sample with inclusion criteria. The research was carried out in the pharmaceutical laboratory and preventive promotive laboratory at the Manado Health Polytechnic. The data is retrieved by checking the PHP (Patient Hygeine Performance Index) Plaque Index. Data is recorded in the examination format. The data obtained were statistical tests with the One Way Annova test. Results: The average value of the PHP index in groups I, II and III, the highest value was obtained in group III (control group) and the One way Anova test obtained a significant value of 0.022 <0.005, so it can be concluded that there is a significant difference in the value of the PHP index, where the control group was still more effective in staining dental plaque.
EKSTRAK UBI JALAR UNGU (IPOMEA L BATATAS ) SEBAGAI SOLUSI PEWARNA ALAMIAH PLAK GIGI Vega Roosa Fione; Jeanne d’arc Zavera Adam
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1197

Abstract

Pendahuluan : Plak tidak dapat dilihat dengan mata karena warnanya transparan. Cara melihat plak digunakan zat pewarna (merah/ungu) yang berupa cairan disebut disclosing solution. Tetapi dalam aplikasinya, disclosing solution mempunyai kekurangan yaitu mengandung bahan kimia. Alternatif pewarna alami yaitu atosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan ekstrak ubi jalar ungu sebagai pewarna alami dalam pewarnaan plak gigi. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi eksperimen dengan rancangan design penelitian posttest with control group design. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – November 2020. Jumlah sampel sebanyak 30 responden (dibagi menjadi 3 kelompok) dengan tehnik pengambilan sampel yaitu simple random sample dengan kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada laboratorium farmasi dan laboratorium promotif preventif Poltekkes Manado. Data diambil dengan cara memeriksa Plak Indeks PHP (Patient Hygeine Performace Index) Data dicatat pada format pemeriksaan. Data yang diperoleh di uji statistik dengan uji One Way Annova. Hasil : Nilai rata-rata indeks PHP pada kelompok I, II dan III, didapat nilai tertinggi pada kelompok III (kelompok kontrol) dan Uji One way Anova didapat nilai signifikan 0.023 < 0.005, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan nilai indeks PHP yang signifikan,dimana kelompok kontrol masih lebih efektif dalam pewarnaan plak gigi. Introduction: Plaque cannot be seen with the eye because it is transparent. The way to see plaque is used a dye (red / purple) in the form of a liquid called a disclosing solution. But in its application, disclosing solutions have a drawback, namely that they contain chemicals. Alternative natural dyes are anthocyanins found in purple sweet potato. This study aims to determine the effectiveness of purple sweet potato extract as a natural dye in staining dental plaque. Methods: This study was conducted with a quasi-experimental design with a posttest research design with control group design. The study was conducted in March - November 2020. The total sample was 30 respondents (divided into 3 groups) with the sampling technique, namely simple random sample with inclusion criteria. The research was carried out in the pharmaceutical laboratory and preventive promotive laboratory at the Manado Health Polytechnic. The data is retrieved by checking the PHP (Patient Hygeine Performance Index) Plaque Index. Data is recorded in the examination format. The data obtained were statistical tests with the One Way Annova test. Results: The average value of the PHP index in groups I, II and III, the highest value was obtained in group III (control group) and the One way Anova test obtained a significant value of 0.022 <0.005, so it can be concluded that there is a significant difference in the value of the PHP index, where the control group was still more effective in staining dental plaque.
PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHAN KARIES DAN PERAWATAN GIGI ANAK DI DESA SEA TUMPENGAN, KECAMATAN PINELENG, KABUPATEN MINAHASA Jeanne D’Arc Zavera Adam; Ni Made Yuliana; Fredrika Nancy Losu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2026): Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i5.63407

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dalam menunjang kesehatan dan tumbuh kembang anak. Karies gigi masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat dipengaruhi oleh pengetahuan, kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut, pola makan, serta peran orang tua dan lingkungan. Kondisi tersebut juga ditemukan di Desa Sea Tumpengan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, yang ditandai dengan masih ditemukannya anak yang mengalami karies dan keluhan sakit gigi serta belum optimalnya pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam memberikan edukasi kesehatan gigi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pencegahan karies dan perawatan kesehatan gigi anak. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dan sosialisasi, pemberian materi kesehatan gigi dan mulut, diskusi, demonstrasi, praktik menyikat gigi, pemeriksaan sederhana kesehatan gigi, pemberian media edukasi, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan serta observasi terhadap keterampilan kader dalam mempraktikkan teknik menyikat gigi dan pemeriksaan sederhana kesehatan gigi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader mengenai karies gigi, pencegahan karies, kebersihan gigi dan mulut, teknik menyikat gigi yang tepat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan gigi secara berkala. Kader juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mempraktikkan teknik menyikat gigi dan melakukan pemeriksaan sederhana kesehatan gigi anak. Pemberian leaflet, poster, dan panduan singkat turut mendukung keberlanjutan edukasi dalam kegiatan Posyandu. Kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas kader sebagai mitra masyarakat dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut anak di Desa Sea Tumpengan.