Kususiyah Kususiah
Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Performans Pertumbuhan Itik Talang Benih Jantan dan Betina yang Dipelihara secara Intensif Kususiyah Kususiah; Desia Kaharuddin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.5-9

Abstract

ABSTRAKItik Talang Benih sebagai salah satu plasma nutfah Provinsi Bengkulu perlu terus diteliti. Informasi mengenai ciri-ciri fisik Itik Talang Benih sudah cukup banyak. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi performans pertumbuhan Itik Talang Benih jantan dan betina yang dipelihara secara intensif. Penelitian ini menggunakan anak itik umur sehari (DOD) Talang Benih sebanyak 50 ekor jantan dan 50 ekor betina yang dipelihara dalam . 5 petak kandang (10 ekor per kandang). Variabel yang diukur adalah berat DOD, berat badan, pertambahan berat badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat DOD dan konsumsi ransum itik Talang Benih jantan dan betina tidak berbeda nyata (T<t0.025), dengan rataan berat DOD 40,77 g. Konsumsi ransum Itik Talang Benih jantan umur 0-20 minggu sebesar 8641,55 g ekor-1; dan betinanya sebesar 8573,40 g ekor-1. Berat badan Itik Talang Benih jantan pada umur 20 minggu sebesar 1532,58 g; adalah nyata (T>t0,025) lebih tinggi dibanding berat betinanya yaitu 1377,64 g. Konversi ransum Itik Talang Benih jantan sebesar 5,91, nyata (T>t 0,025) lebih baik dibanding betinanya yaitu 6,41.Kata kunci: Itik Talang Benih, Performans Pertumbuhan
Kualitas Karkas serta Uji Organoleptik Ayam Peraskok, Ayam Buras Kampung, dan Ayam Broiler pada Umur Potong Belah Empat Kususiyah Kususiah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.7.2.101-106

Abstract

ABSTRAKPeraskok merupakan ayam F1 hasil persilangan ayam ras petelur dengan ayam Buras Bangkok yang diharapkan memiliki pertumbuhan cepat dan kualitas daging setara dengan ayam kampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas serta uji organoleptik Ayam Peraskok, Ayam Buras Kampung, dan Ayam Broiler pada umur potong belah empat. Lima ekor Ayam Peraskok, lima ekor Ayam Buras Kampung, lima ekor Ayam Broiler dipergunakan untuk pengambilan data. Peubah yang diukur adalah berat potong belah empat, berat karkas, persentase karkas, panjang shank, panjang drumstik, panjang punggung, tampilan karkas, dan uji organoleptik yang meliputi : uji rasa, uji bau, uji warna, serta kekesatan karkas. Data yang diperoleh ditabulasi dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas karkas Ayam Peraskok sama dengan kualitas karkas Ayam Kampung.Kata kunci: ayam kampung, karkas, organoleptik
Performans Pertumbuhan Ayam Peraskok sebagai Ayam Potong Belah Empat serta Nilai Income Over Feed and Chick Cost Kususiyah Kususiah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.83-88

Abstract

ABSTRAKAyam Peraskok adalah ayam hasil persilangan antara ayam ras petelur betina dengan ayam buras jantan jenis Ayam Bangkok.  Produksi telur ayam ras petelur yang tinggi dan performans perdagingan Ayam Bangkok yang relatif baik disinyalir dapat menyediakan permintaan konsumen akan ayam buras dengan lebih baik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans pertumbuhan Ayam Peraskok sebagai ayam buras potong belah empat serta nilai income over feed and chick cost. Sebanyak 45 ekor anak ayam (DOC) Peraskok dipelihara kedalam 3 petak kandang, masing-masing petak kandang berisi 15 ekor sebagai ulangan.  Sebagai pembanding digunakan 20 ekor DOC ayam buras jenis Ayam Kampung dan dipelihara ke dalam 2 petak kandang, sehingga masing-masing petak kandang berisi 10 ekor  sebagai ulangan.  DOC dipelihara sampai umur potong belah empat yaitu ketika berat badan mencapai 700 g.  Peubah yang diukur meliputi: pertambahan berat badan, umur potong belah empat, konsumsi ransum, konversi ransum, dan income over feed and chick cost.  Data yang diperoleh ditabulasi dan dibahas secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur potong belah empat Ayam Peraskok dicapai pada umur 10 minggu dengan total konsumsi ransum 2.699,20 g per ekor, konversi ransum 3,95, dan income over feed and chick cost sebesar Rp. 8.319,98 per ekor.   Umur potong belah empat pada Ayam Kampung dicapai pada umur 12 minggu dengan konsumsi ransum sebesar 3.392 g per ekor, konversi ransum 4,63, dan income over feed and chick cost Rp. 6.245,08 per ekor.  Disimpulkan bahwa performans pertumbuhan Ayam Peraskok sebagai ayam buras potong belah empat lebih baik dan lebih menguntungkan dibanding ayam buras jenis Ayam Kampung.Kata kunci : Performans Peraskok, Income Over Feed and Chick Cost