Tris Akbarillah
Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kualitas Dedak dari Berbagai Varietas Padi di Bengkulu Utara Tris Akbarillah; Hidayat Hidayat; Tuti Khoiriyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.36-41

Abstract

ABSTRAKDedak padi merupakan limbah pengolahan padi menjadi beras dan kualitasnya bermacam-macam tergantung dari varietas padi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas dedak padi dari berbagai varietaspadi yang ditanam petani di Bengkulu Utara. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 April sampai 14 Mei 2005, sampel diperoleh dari desa Kemumu Kecamatan Argamakmur dan desa Tanjung Harapan maupun desa Margasakti Kecamatan Padangjaya. Digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 3 varietas padi dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. P1 : dedak padi varietas IR-64, P2 : dedak padi varietas IR-66 dan P3 : dedak padi varietas Ciliwung. Sampel di analisis proksimat meliputi kadar air, bahan kering, lemak kasar, serat kasar, kadar abu, BETN dan energi termetabolis dilakukan di Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu, dan analisis protein kasar dilakukan di Laboratorium Nutrisi Universitas Muhammadiyah Malang. Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam, bila terdapat pengaruh yang nyata diuji dengan Duncant Multiple Range Test (Stell and Torrie, 1991). Variabel yang diamati adalah pengamatan fisik dedak padi, kadar air, bahan kering, kadar abu, serat kasar, lemak kasar, protein kasar, BETN, Energi termetabolis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap komposisi kimia dedak padi, tapi tidak berpengaruh (P>0,05)terhadap tampilan fisiknya. Kualitas dedak padi termasuk baik adalah varietas padi IR-64 dan mengandung serat kasar terrendah sebesar 14,62%, protein kasar: 11,01%, energi termetabolis sebesar 2466,35 kkal/kg, kadar abu sebesar 10,88 %, lemak kasar sebesar 8,57%, BETN sebesar 54,95% dan bahan kering sebesar 88,63 % . Sedangkan dedak padi dengan kualitas sedang adalah dedak padi dari varietas Ciliwung dan dedak padi dengan kualitas rendah adalah dedak padi dari varietas IR-66, hal tersebut dikarenakan mempunyai serat kasar tinggi, protein dan energi termetabolis rendah.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dedak padi dengan varietas IR-64 mempunyai kualitas baik mengandung serat kasar terrendah, energi termetabolis tertinggi dan protein kasar tinggi. Dedak padi dengan kualitas sedang adalah dedak padi dari varietas Ciliwung dan dedak padi dari varietas IR-66 mempunyai kualitas yang rendah karena kandungan gizinya. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa varietas padi mempengaruhi kualitas dedak padi sebagai hasil ikutannya.Kata Kunci: dedak padi, varietas, analisa proksimat.
Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Indigofera Pada Tepung Gaplek Sebagai Sumber Energi Pengganti Jagung Kuning Dalam Ransum Puyuh (Coturnix-Coturnix Japonica) Terhadap Produksi dan Warna Kuning Telur Tris Akbarillah; Hidayat Hidayat; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.1.33-40

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tepung gaplek yang ditambah dengan tepung daun Indigo sebagai pengganti jagung kuning dalam pakan puyuh. Tiga ratus puyuh betina umur 42 hari dibagi secara acak menjadi 6 perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri 10 ulangan dalam rancangan acak lengkap. Pakan sumber energi yang digunakan adalah jagung kuning giling (J) dan (atau) tepung gaplek (G) dengan atau tanpa suplementasi tepung daun indigofera (TDI). Perlakuan tersebut adalah: P1 = 27,5% J + 0% G + 0% TDI, P2 = 27,5% J + 0% G + 10% TDI, P3 = 14% J + 13,5% G + 0% TDI, P4 = 14% J + 13,5% G + 10% TDI, P5 = 0% J + 27,5% G + 0% TDI, dan P6 = 0% J + 27,5% G + 10% TDI, masing-masing dari total pakan. Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan, produksi telur, berat telur, konversi pakan, dan warna kuning telur. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi telur antar perlakuan menunjukkan berbeda nyata (P<0,05). Sebaliknya, rata-rata berat telur dan konversi pakan antar perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Kualitas kuning telur berdasarkan nilai Roche Yolk Colour Fan menunjukkan berbeda nyata (P<0,05), dengan nilai rata-rata , P5 (1,56) ; P3 (2,97) ; P1 (4,58) ; P6 (6,82) ; P4 (7,44) ; dan P2 (8,26)Kata kunci: pakan sumber energi, indigofera, puyuh
Tepung Daun Indigofera sebagai Suplementasi Pakan Terhadap Produksi dan Warna Yolk Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Tris Akbarillah; Kususiyah Kususiyah; Desia Kaharuddin; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.20-23

Abstract

ABSTRAKPenelitian untuk mengetahui potensi tepung daun Indigofera sebagai campuran pakan puyuh dan pengaruhnya terhadap produksi dan kualitas/warna kuning telur (The Roche Yolk Colur Fan Score) pada Coturnix coturnix japonica. Dua ratus puyuh betina umur 5 minggu dikandangkan menjadi 40 petak masing masing petak 5 ekor, dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan masing masing perlakuan ada 8 ulangan. Susunan ransum untuk puyuh (sudah produksi) mengandung protein kasar 20% dan energi 2900 kkal/g (NRC, 1994).Perlakuannya adalah penggunan 0%;2,5%;5%;7,5% dan 10% tepung daun Indigofera . Variabel yang diamati ialah berat awal, konsumsi pakan,konversi pakan, bertelur pertama (dewasa kelamin), produksi telur, berat telur dan skor warna Yolk Data dianalisis dengan anova berdasarkan RAL (CRD). Bila ada perbedaan dilakukan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan konsumsi pakan, bertelur pertama (dewasa kelamin), produksi telur dan berat telur,akan tetapi ada perbedaan pada skor warna Yolk (P<0,01). Penggunaan tepung daun Indigofera memperbaiki/menaikkan skor warna Yolk.Kata Kunci: indigofera, puyuh, produksi telur, warna yolk